Hari ini adalah hari libur.
Aera tidak ada kelas begitu juga dengan Jungkook. Aera saat ini sudah berada didepan pintu kamar Jungkook yang berada tepat disebelah kamarnya dan mengetuknya beberapa kali sampai pintu tersebut terbuka, menampilkan sosok Jungkook yang hanya memakai celana pendek dengan mata terbuka sedikit masih mengantuk. Aera spontan memalingkan muka.
"Mama mau ngomong." Aera menyodorkan ponselnya pada Jungkook yang langsung diterima pemuda itu walaupun dengan kening berkerut.
"Halo?"
Jungkook menempelkan ponsel Aera ditelinganya dengan sebelah tangan berkacak pinggang.
"Baik ma."
Kedua tangan Aera terlipat didepan dada dengan pandangan mata ke sembarang arah, sekuat mungkin menahan rasa untuk tidak mengintip pemandangan menggiurkan dihadapannya. Jungkook yang sedang bertelanjang dada. Tadi Aera masih sempat menangkap dada bidang dan perut sixpack Jungkook.
"Aera aman sama Jungkook."
Aera menoleh saat mendengar namanya disebut dan mendapati tatapan datar Jungkook tepat mengarah padanya. Matanya beralih pada lengan kanan Jungkook yang sedang berkacak pinggang ternyata penuh dengan tato.
"Iya ma." Setelah ucapan singkat itu, tanpa aba-aba Jungkook melemparkan ponsel ditangannya pada Aera yang sebelumnya terlalu sibuk mengamati tato pemuda itu. Untung saja Aera masih bisa menangkap ponselnya dengan kedua tangan walaupun nyaris jatuh.
Aera sudah hendak mengomeli Jungkook namun pintu dihadapannya sudah lebih dulu tertutup tepat didepan wajahnya.
"HIH!" Akhirnya dengan kesal Aera berjalan menuruni tangga.
Sampai dibawah, Aera melihat bibi Choi yang sedang sibuk membersihkan meja.
"Pagi nak Aera." Sapa bibi Choi dengan senyum ramahnya.
"Pagi juga bi." Balas Aera dengan senyum yang juga tidak kalan ramah.
Aera berjalan mendekat dan meraih lap kain yang berada didekat bibi Choi.
"Eh gausah nak, ini kan tugas bibi." Bibi Choi terlihat panik saat Aera justru ikut mengelap kaca meja.
"Gapapa bi, aku bosen gak ada kerjaan."
"Tapi nanti kalo nak Jungkook lihat bibi bisa dimarahi."
Aera berhenti dan mendongak menatap bibi Choi yang masih terlihat panik dan khawatir.
"Emang iya Jungkook kayak gitu bi?" Tanya Aera penasaran.
"Ya nggak tau nak hehe." Jawaban polos bibi Choi sontak membuat Aera tertawa pelan.
"Nggak akan bi Choi, percaya deh. Dia apa peduli beginian, lagian sampe nanti pasti bakalan di kamar mulu dia. Tadi aja aku kekamarnya dia baru bangun kok bi." Setelah mendengar perkataan Aera, bibi Choi berjalan mendekat pada Aera dan berbisik pelan padanya.
"Nak Aera tau gak kalau sebelum nak Aera datang, nak Jungkook jarang banget dirumah loh. Bahkan dihari libur juga." Aera menatap bibi Choi penasaran.
"Bibi hari ini tau nak Jungkook masih tidur di kamarnya aja kaget. Soalnya biasanya kamar nak Jungkook selalu rapi kayak gak pernah ditempati waktu bibi mau bersih-bersih. Kalau habis ditempati nak Jungkook, pasti berantakan banget kamarnya." Tutur bibi Choi pada Aera yang kini memilih duduk bersimpuh dilantai dengan tangan masih senantiasa bergerak mengelap meja. Tiba-tiba Aera merasa penasaran dengan cerita bibi Choi barusan.
"Emang iya bi? Tapi dia pergi kemana sampe gak pulang ke rumah?" Tanya Aera yang kemudian terdengar helaan napas dari bibi Choi.
"Saya juga gak tahu nak, kan bibi sore sudah pulang. Itu pun sebelum nak Jungkook pulang kerumah. Jadi bibi gak tau nak Jungkook pulang apa nggak, yang pasti waktu bibi balik pagi-pagi rumah ini tetep sepi." Jawab bibi Choi masih dengan berbisik-bisik.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crazy Brother - jjk
FanfictionAwalnya, Aera pikir tidak masalah memiliki saudara tiri seperti Jungkook. Namun, setelah bertemu dan tinggal berdua dengan Jungkook membuat Aera menarik perkataannya. Dia, pemuda yang selalu menatapnya sengit. Jeon Jungkook. Sosok sempurna yang memb...
