Yeay double update
Jaehyun menculiknya. Itu yang ada dipikiran Aera saat ini. Mobil jeep Jaehyun berhenti di sebuah gedung tua yang tampak setengah jadi dan kotor. Pemuda itu turun lebih dulu, menarik paksa Aera yang sempat tidak mau turun dari mobil setelah melihat pemandangan didepannya.
"Lepasin gue!" Aera terus berontak berusaha menahan langkahnya, namun tenaga Jaehyun memang lebih kuat darinya. Pemuda itu menarik kasar lengan Aera, membawanya masuk kedalam gedung itu.
Dan didalam sana, tepatnya dibagian paling ujung gedung terdapat beberapa orang duduk mengelilingi meja yang berisi beragam jenis minuman. Mulai dari yang biasa seperti soda, sampai minuman berlabel merk alkohol yang Aera pernah lihat.
Salah satu diantara mereka mendadak berdiri saat mendapati Jaehyun yang membawa seseorang. Pemuda itu menginjak putung rokok yang baru saja dibuangnya hingga mati.
"Siapa tuh yang lo bawa?" Tanyanya pada Jaehyun yang masih mencekal erat lengan Aera. Sedangkan gadis itu dengan deru nafas tidak teratur sudah menelisik keadaan sekitarnya dan orang-orang yang tengah berkumpul itu. Aera takut, tentu saja.
"Adeknya Jungkook." Seketika pemuda yang bertanya tadi membelalak, pun orang-orang yang tadinya fokus dengan acara minum-minum mereka ikut menoleh terkejut.
"Adeknya Jungkook? Gila lo! Ngapain lo bawa kesini?! Mau cari gara-gara lo sama dia?!" Bentak pemuda tadi yang sudah melangkah mendekat sambil menunjuk Aera.
"Balikin cepet! Sebelum tuh bocah dateng ngobrak-abrik markas kita!"
Jaehyun berdecih.
"Sans Jen, kalo dia kesini biar gue yang ngadepin."
Pemuda yang bernama Jeno itu berdecak. Menatap tajam Jaehyun seolah memperingati pemuda itu.
"Awas lo. Kalo sampe Jungkook dateng kesini, gue nggak ikut-ikutan!"
"Bacot!" Jaehyun kembali menarik Aera, membawanya melewati orang-orang yang tengah memperhatikan dirinya.
Aera terus berontak, namun lagi-lagi ia tidak mampu melawan tenaga Jaehyun. Pemuda itu membawanya lebih masuk ke dalam gedung yang baru berdinding sebagian, ke sebuah ruangan yang terpisah dari tempat teman-temannya yang lain.
"Lepasin gue brengsek— aduh!" Aera mengaduh saat tubuhnya didorong cukup kencang oleh Jaehyun hingga tersungkur. Lututnya yang terbungkus celana panjang bahkan terasa perih akibat tergores permukaan lantai yang kasar. Aera mengelus pergelangan tangan kanannya yang sudah mulai kebas akibat cekalan Jaehyun sebelumnya.
Jaehyun berjongkok didepan Aera, mencengkeram dagu gadis itu dengan kuat hingga membuat Aera meringis.
"Sayang banget ya, gue kalah taruhan sama dia. Harusnya gue yang menang, dengan begitu lo bisa jadi mainan gue." Desisnya dengan seringai terpatri dibibirnya.
Sebelah tangan Jaehyun terangkat, menyingkirkan rambut Aera yang menutupi wajah gadis itu.
"Tapi, gue Jung Jaehyun. Gue bakalan dapetin apapun yang gue mau, termasuk jadiin lo mainan gue." Aera melemparkan tatapan tajam tak bersahabat pada Jaehyun.
"Nggak usah mimpi lo!"
Jaehyun menaikan sebelah alisnya.
"Apa lo bilang?!"
"Lo tuh udah kalah balapan, gak tau diri banget. Kalo emang lo cowok, mana pendirian lo, udah kalah ya kalah! Dasar banci!" Ejek Aera yang seketika membuat Jaehyun geram.
Plak!
Pemuda itu kembali menampar Aera dengan cukup keras hingga kepala gadis itu berpaling. Aera tersenyum sinis. Dengan cepat ia mengangkat tangannya hendak membalas menampar Jaehyun yang sudah dua kali menamparnya, namun gagal. Jaehyun lebih dulu menahan tangan Aera yang sudah diambang udara.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crazy Brother - jjk
FanfictionAwalnya, Aera pikir tidak masalah memiliki saudara tiri seperti Jungkook. Namun, setelah bertemu dan tinggal berdua dengan Jungkook membuat Aera menarik perkataannya. Dia, pemuda yang selalu menatapnya sengit. Jeon Jungkook. Sosok sempurna yang memb...
