35. Purple

5.5K 690 176
                                        

Aera yang baru saja menginjakan kakinya di ruang tengah berniat bersantai di sofa panjang disana, sontak membelokan langkahnya saat mendapati Jungkook sudah merebahkan diri di sofa tersebut. Ia bergegas kembali dengan bibir yang mendumal.

"Mau kemana?" Langkah Aera terhenti, ia berbalik dan menatap kesal Jungkook yang sudah dalam posisi duduk.

"Bukan urusan lo!"

Setelahnya, Aera kembali berjalan. Namun baru beberapa langkah, Jungkook sudah lebih dulu menghampirinya dan menahan lengannya, menarik dirinya kembali ke ruang tengah dan menekan pundak Aera untuk terduduk disofa lalu Jungkook mengambil tempat disebelahnya.

Aera sudah memasang wajah masam, enggan menoleh pada Jungkook.

"Masih ngambek lo?" Tanya Jungkook yang tidak digubris oleh Aera.

Pemuda itu terkekeh pelan sebelum bergerak merebahkan tubuhnya dengan kepala di paha Aera membuat gadis itu tersentak dan menatapnya dengan mata yang membola.

"Ih ngapain sih?!" Aera mendorong bahu Jungkook namun pemuda itu tetap bergeming sembari tersenyum dan malah menutup mata.

"Sebentar aja." Aera berdecak, akhirnya membiarkan Jungkook.

"Lo masih kesel sama gue gara-gara tadi?"

"Pake nanya!"

"Gue cemburu." Sebelah alis Aera terangkat mendengar perkataan Jungkook.

Pemuda itu membuka matanya, dan menatap Aera yang tengah menunduk memandang dirinya.

"Lo tuh jadi cewek peka dikit dong! Udah tau gue itu cinta sama lo, malah sengaja nempelin cowok lain didepan gue."

Aera memutar bola matanya.

Ia kesal saat mengingat kejadian tadi siang saat dirinya, Jungkook dan Jimin pergi ke pameran. Awalnya tidak ada masalah. Jimin, pemuda itu terlihat fokus mengamati setiap makna dari lukisan yang dipajang dan sesekali menjelaskan pada Aera yang tidak paham sama sekali tentang unsur seni. Tidak seperti Jungkook yang hanya memandang lukisan dan beberapa guci antik sekilas, lalu selebihnya asik memandangi wajah Aera yang sudah berdandan cantik.

Aera sendiri merasa nyaman dengan suasana yang kondusif didalam ruang pameran tersebut. Namun, semua berubah saat mereka bertiga sudah keluar dari ruangan itu. Terlebih saat mereka masuk kedalam sebuah toko souvenir dekat ruang pameran.

"Gak usah deket-deket Aera!"

"Lo gak cocok pake gelang yang itu."

"Lo berdua niat jadiin gue obat nyamuk!"

"Heh pendek! Gak usah modus sama Aera!"

Begitulah sekilas perkataan Jungkook yang membuat Aera pusing. Gadis itu ingin sekali memukul Jungkook kalau saja tidak sedang berada di tempat umum. Kalau Aera menjadi Jimin yang sedari tadi dikatai oleh Jungkook, dipastikan ia sudah menonjok bibir pemuda itu. Untung saja Jimin penyabar.

"Lain kali gue gak mau ngikut kalian berdua."

Aera mendengus.

"Lain kali gue yang gak akan ngizinin lo ngikut gue sama kak Jimin kencan."

Jungkook membelalak.

"Kencan?! Gak ada! Lain kali gue gak akan izinin kalian pergi, mau berdua kek, bertiga kek, gak akan gue izinin!"

Aera menghela napas.

"Enak banget kalo ngomong, lo jalan sama kak Hyorin aja gue ngga pernah ngelarang ya kak." Gadis itu membuang muka, sedangkan yang dipangkunya tengah tersenyum tipis.

My Crazy Brother - jjkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang