33. Flashback

4.9K 659 54
                                        

Part ini special flashback ya~


"Mama mau ngomong sama kamu."

Sunmi berjalan menuruni tangga dan diikuti Jungkook yang dalam benaknya tengah bertanya-tanya.

Sejak kapan mamanya berdiri disini?

Sunmi menghentikan langkahnya agak jauh dari tangga. Melirik ke atas dimana pintu kamar Aera masih tertutup lalu berpaling pada sosok yang sudah berdiri tepat dihadapannya.

"Kamu anggep Aera apa?" Tanyanya menusuk membuat Jungkook mengerutkan alisnya.

"Aera... adek aku kan?" Jawab Jungkook sedikit ragu, membuat Sunmi menatapnya tajam.

"Nggak ada kakak yang ngelakuin hal itu ke adeknya."

Mata Jungkook sedikit menyipit disertai kedua alis yang mengerut bingung.

Apa yang sebenarnya dimaksud mamanya, kenapa Sunmi mengatakan hal itu?

Seketika Jungkook mulai mengkhawatirkan sesuatu. Apa mungkin mamanya tahu...

"Mama tau semuanya." Desis Sunmi. Wanita itu mulai memperlihatkan emosi yang sedari tadi ditahannya.

"Mama tau dari awal kalau ada yang nggak beres sama kamu dan Aera. Mama tau arti tatapan kamu selama ini ke dia. Dan mama juga lihat apa yang barusan kamu lakuin ke Aera."

Telak. Kini Jungkook tidak dapat menahan raut keterkejutannya. Jadi Sunmi melihatnya mencium Aera dikamar tadi?

"Mama udah percaya sama kamu dengan nitipin Aera disini. Mama pikir kamu bakalan jagain Aera selayaknya dia itu adek kamu sendiri. Tapi apa, ternyata mama salah nyuruh Aera tinggal sama kamu."

Sunmi berkacak pinggang. Pandangan matanya tidak lepas dari Jungkook yang tampak memandangi lantai seraya memikirkan sesuatu.

"Coba kamu pikir! Apa yang bakal terjadi kalau papa kamu sampe tau soal ini?"

"Aku cinta sama Aera ma." Ucap Jungkook mantap sembari balik menatap Sunmi yang tengah membelalak.

"Apa kamu bilang?!"

Jungkook sempat membasahi bibirnya sendiri sebelum kembali mengucapkan kalimatnya yang sebelumnya.

"Aku cinta sama Aera. Aku nggak akan ngehancurin ataupun nyakitin orang yang aku cintai kalo itu yang mama takutin."

Kedua alis Sunmi menukik tajam.

"Jungkook! Aera itu adek kamu—"

"Adek tiri tepatnya. Kita nggak ada hubungan darah."

Sunmi semakin emosi mendengar jawaban Jungkook.

"Trus kenapa? Walaupun Aera bukan adik kandung kamu, mama juga bukan mama kandung kamu, kamu nggak mau anggap kita keluarga?!"

"Bukan begitu ma..."

"Mama emang salah nitipin Aera disini. Mama bakal ajak Aera pulang! Mama nggak akan biarin kamu ketemu sama Aera sebelum perasaanmu itu lenyap!"

Jungkook membelalak, ia tidak bisa membiarkan Aera jauh darinya setelah gadis itu merebut hatinya. Sehingga saat Sunmi hendak melangkah pergi, pemuda itu lebih dulu meraih lengan mamanya.

"Ma! Please jangan jauhin Jungkook sama Aera."

Sunmi bergeming, enggan berbalik menatap Jungkook.

"Ok, kalo mama mau aku ngehapus perasaan aku ke Aera, aku bakal lakuin. Aku gak akan deket-deket sama Aera, aku bakal jaga jarak. Tapi tolong, jangan bawa Aera pergi ma..." Pinta Jungkook.

"Sejak Aera tinggal dirumah ini, aku punya alasan buat pulang ma. Aera bikin rumah ini jadi lebih hidup. Lagian Aera juga baru masuk semester pertama dikuliahnya ma, kalo mama ngajak Aera pulang, sama aja mama ngehalangin impian dia."

Sunmi berbalik. Menghempaskan tangan Jungkook yang menahannya.

"Mama bisa masukin Aera ke kampus yang bahkan lebih baik dari yang sekarang gak peduli berapa biayanya, asal dia jauh dari kamu. Atau kalau memang dia masih mau kuliah di kampusnya, mama akan sewain apartemen buat dia."

Jungkook melotot.

"Ma please.. Jungkook gak bisa biarin kalo Aera justru tinggal sendiri di apartemen. Gimana kalo tiba-tiba terjadi sesuatu sama dia nanti, dan Jungkook nggak tau. Biarin Aera tinggal disini aja ma, aku janji gak akan macem-macem sama Aera. Dengan begitu, Jungkook juga masih bisa jagain dan mantau Aera walaupun dari jauh."

Sunmi menatap kedua mata Jungkook bergantian, dan mendapati sebuah kesungguhan disana. Ia berpikir sejenak, sebelum memberikan keputusan akhirnya yang mampu membuat Jungkook menghela napas lega.

"Ok, mama biarin untuk sementara ini Aera tinggal dirumah ini sama kamu. Tapi inget, mama akan terus awasi setiap pergerakan kalian. Jadi jangan coba-coba berbuat macem-macem sama Aera."

Jungkook tersenyum puas, ia mengangguk mantap.

"Mulai besok, kamu harus buktiin omongan kamu. Dan selama mama nggak ada disini..."

"Kamu harus jaga jarak sama Aera! Kalo sampe mama tau kalian berdua sampe bertingkah kelewat batas, mama bakal bawa Aera pulang!" Imbuh Sunmi.

"Aku janji ma." Ucap Jungkook terdengar mantap namun didalam hatinya, pemuda itu meragu.

Sunmi melangkahkan kakinya pergi. Meninggalkan Jungkook yang masih terdiam ditempatnya dengan pikiran yang mulai berkecamuk. Hatinya juga mendadak nyeri.

Jungkook melangkah dengan lunglai menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya sendiri setelah sempat melirik sebentar pintu kamar Aera yang tertutup.

Jungkook menatap pantulan wajahnya di cermin kamarnya.

"ARGH!" Jungkook meluapkan kekesalannya pada benda-benda yang semula tertata rapi dimejanya hingga sekarang sudah berserakan dilantai.

Ia meremat rambutnya sendiri sambil menggeram dan setelahnya kembali terdengar bunyi benda-benda yang berjatuhan dikamarnya. Untung saja kamarnya kedap suara, jadi walaupun ia menggulingkan lemari pakaiannya pun tidak akan terdengar sampai keluar.

Tidak! Tidak!

Jungkook tidak sampai menggulingkan lemarinya walaupun mudah baginya kalau kalian khawatir.

Jungkook menghela napas kasar. Berkacak pinggang sembari mulai menenangkan emosinya.

Matanya yang semula berpendar kesegala arah, kini tersita pada sebuah kertas kecil yang tampak keluar dari paperbag. Jungkook memungut paperbag itu beserta sebuah kertas kecil dengan tulisan diatasnya dengan alis yang berkerut.

Sejak kapan ada benda ini dikamarnya?

Jungkook melihat isi paperbag itu dan seketika mengingat bahwa Aera yang memberikan ini padanya tempo hari yang lalu. Gadis itu bilang, titipan dari teman dekatnya.

Jungkook membaca deretan huruf yang terdapat disecarik kertas tersebut dengan kening yang berkerut.

"Hyorin?"

---●●---

Dah sekian dulu part ini, udah kejawabkan apa yang diomongin Sunmi sama Jungkook. Selebihnya pas bagian Sunmi ngomong sesuatu ke jungkook di stasiun, kalian pasti bisa nebak-nebak sendiri. Semacam ngingetin Jungkook tentang janjinya.

Nanti kalo ngga kelupaan aku bakalan up next chapternya agak sorean aja ya..

Jangan lupa spam komen & vote 😍



Tbc.

My Crazy Brother - jjkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang