Bacanya pelan" aja hehe
Di ruang keluarga itu, suasana terasa begitu mencekam bagi Aera yang baru saja pulang dari rumah sakit. Di seberangnya, papa Jeon tengah berdiri sembari memijat keningnya. Sedangkan mamanya tengah duduk sembari menatap tajam Jungkook yang berada disebelah Aera. Gadis itu menatap kedua orang tuanya bingung, sebelah tangannya sesekali menyentuh kasa yang dililit dilehernya.
Tak berselang lama, papa Jeon berganti berkacak pinggang. Menatap kedua anaknya dengan tajam.
"Apa bener yang mama kalian bilang?"
Alis Aera mengerut bingung. Ia menatap mamanya sebelum terdengar helaan napas dari Jungkook yang berada disampingnya hingga membuatnya beralih menatap pemuda itu.
"Bener pa."
Kerutan di alis Aera semakin terlihat, pun saat mendapati papa Jeon menggeram marah. Jungkook menoleh, memandang Aera tanpa ekspresi sedikitpun. Namun dari sorot mata itu, tersimpan sebuah pesan yang seolah menyuruh Aera untuk tetap diam dan membiarkan Jungkook yang mengambil langkah.
"Kalian tau kalau itu kesalahan besar?" Suara papa Jeon kembali terdengar.
Masih dengan kebingungannya, Aera beralih menatap mamanya bertanya-tanya. Namun Sunmi justru menatapnya dengan pandangan kecewa.
Kenapa dengan semua orang?
Sebenarnya sejak ia sadar dirumah sakit, ia sudah merasakan atmosphere yang tidak mengenakan. Ketiga orang itu terdiam, sampai saat perjalanan pulang pun hanya keheningan yang mengisi mobil.
Dan tau-tau, saat ia hendak menuju kamarnya. Papa Jeon menyuruh dirinya dan Jungkook untuk duduk di ruang tamu karena ingin membicarakan sesuatu. Aera bingung. Pasalnya sejak baru bangun tadi, ia masih tidak mengetahui dengan jelas apa yang terjadi diantara keluarganya ini.
Hingga...
"Nggak ada yang salah sama perasaanku pa."
Seketika Aera membelalak. Begitu pula dengan papa Jeon yang menatap nyalang Jungkook yang dengan beraninya mengucapkan kalimat itu.
"APA KAMU BILANG?!"
Jungkook menatap Aera sekali lagi dan mendapati gadis itu yang menggeleng pelan dengan wajah yang seolah memohon agar Jungkook tidak melakukan hal yang sedang ada dipikirannya.
Namun, yang ia pikirkan benar-benar terjadi.
Jungkook itu nekat, kalian sudah tau bukan?
Jungkook bangkit berdiri. Membalas tatapan nyalang papanya dengan datar.
"Papa nggak bisa nyalahin perasaan kami. Aku cinta sama Aera dan nggak ada yang salah dari itu."
"Nggak ada yang salah kamu bilang?! Kalian itu adek kakak, kita ini keluarga! Bisa-bisanya kamu cinta sama adek kamu sendiri!" Suara papa Jeon terdengar menggelegar, memenuhi ruangan yang hanya dihuni oleh empat orang itu.
"Memang kenapa sih pa? Toh Aera juga bukan adek kandung aku."
Jungkook masih bersikukuh, mempertahankan pembelaan untuk dirinya juga Aera yang sedari tadi hanya dapat meremas jemarinya sendiri.
"Kalaupun Aera bukan adek kandung kamu? Trus kalian pikir kalian bisa menjalin hubungan lebih dari sekedar kakak adek?" Kali ini Sunmi yang berbicara. Ia sudah berdiri disebelah suaminya.
"Kenapa nggak boleh? Aku punya hak atas perasaanku sendiri."
Bugh!
Satu pukulan kencang lolos di pipi Jungkook dari sang papa. Membuat wajah pemuda itu sampai terhempas ke samping namun tubuhnya belum sampai oleng. Aera yang melihatnya sontak berdiri dan menutup mulutnya terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crazy Brother - jjk
Fiksi PenggemarAwalnya, Aera pikir tidak masalah memiliki saudara tiri seperti Jungkook. Namun, setelah bertemu dan tinggal berdua dengan Jungkook membuat Aera menarik perkataannya. Dia, pemuda yang selalu menatapnya sengit. Jeon Jungkook. Sosok sempurna yang memb...
