22. Jimin's Feeling

5.9K 741 118
                                        

"Lo goblok apa gimana hah?!"

Taehyung yang baru saja melihat Jungkook di kampus langsung meninju wajah pemuda itu. Jungkook geram. Ia membalas perbuatan Taehyung dengan menghadiahkan pukulan yang sama.

"Bangsat! Apa-apaan lo?"

"Lo yang bangsat!" Taehyung kembali menyerang Jungkook. Memukul Jungkook cukup keras hingga jatuh tersungkur dan langsung mencengkeram kuat kerah kemeja pemuda itu.

"Bisa-bisanya lo jadiin adek lo sendiri barang taruhan lo sama Jaehyun!"

Bugh!

Taehyung meninju rahang Jungkook yang tengah tercengang setelah mendengar perkataan Taehyung.

"Dari mana lo tau? Jaehyun nyamperin Aera?" Seolah tidak peduli dengan rasa sakit akibat pukulan Taehyung, Jungkook justru bertanya dengan kedua alis yang berkerut.

Taehyung tertawa sinis. Saat ini mereka berdua tampak tidak peduli dengan keadaan sekitar yang sudah penuh dengan kerumunan mahasiswa.

"Gila lo Jung, gue nggak habis pikir sama kelakuan lo. Lo gak takut Jaehyun bakalan macem-macemin adek lo hah?! Lo sendiri yang pernah bilang kalo itu bocah brutal, tapi sekarang lo malah masukin Aera ke perangkap Jaehyun?! Aera emang bukan adek gue, tapi gue masih lebih waras dari lo buat mikir hal beginian." Taehyung memberikan pukulan terakhirnya pada Jungkook yang hanya pasrah sebelum menghempaskan kerah kemeja pemuda itu.

Taehyung menatap tajam ke kumpulan mahasiswa yang mengerubungi mereka. Membentak mereka semua hingga kerumunan itu langsung bubar. Aura garang Taehyung menguar, aura yang sama seperti yang ia perlihatkan saat mendisiplinkan para mahasiswa baru. Tegas, garang, dan menakutkan.

Taehyung sempat melirik sekilas Jungkook sebelum berlalu pergi. Ini adalah pertama kalinya Taehyung memukul Jungkook. Ia tidak bisa menahan emosinya yang meluap melihat wajah Jungkook.

Taehyung peduli pada Aera. Selain gadis itu adik dari sahabatnya, Taehyung juga sudah menganggap Aera sebagai adiknya sendiri. Dan ia tidak bisa membiarkan berandalan sejenis Jaehyun mendekati Aera. Berjalan dengan diselimuti emosi, Taehyung sampai tidak menyadari Aera yang menatapnya heran karena Taehyung hanya melewatinya begitu saja.

Aera baru saja sampai di kampus setelah diantar oleh supir pribadinya. Ia melanjutkan langkahnya kemudian membelalak saat matanya menangkap sesuatu didepannya. Aera berlari kecil, menghampiri Jungkook yang sedang mengusap ujung bibirnya yang tampak mengeluarkan darah.

"Lo kenapa?" Aera berjongkok hendak membantu Jungkook berdiri namun pemuda itu menyingkirkan tangannya dan berdiri sendiri.

"Jaehyun nyamperin lo?" Tanya Jungkook langsung.

"Jaehyun rival lo itu? Iya kemaren."

Jungkook menggeram. Ia tidak berfikir bahwa walaupun taruhan mereka sudah batal karena Jaehyun curang, bukan berarti Jaehyun tidak akan mendekati Aera. Jungkook tau sekali bagaimana watak Jaehyun. Pemuda itu suka bermain-main.

"Kalo dia nemuin lo lagi, lo harus telfon gue!" Tegas Jungkook yang kontan membuat Aera tertawa.

"Apa? Nelfon lo? Lucu banget sih." Jungkook mengeryit saat mendapati Aera justru tertawa.

"Bukannya lo sendiri yang jadiin gue bahan taruhan ke dia? Lo mau apa kalo dia nyamperin gue lagi kak? Mau marahin dia karena udah gangguin gue padahal itu juga gara-gara lo? Nggak perlu kak, gue bisa jaga diri sendiri!" Aera berbalik hendak melangkah pergi namun Jungkook lebih dulu menahan lengannya.

"Apa lagi?" Aera menoleh dengan malas.

"Lo salah. Taruhan gue sama Jaehyun itu—"

"Jungkook!"

My Crazy Brother - jjkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang