39. Resentment

4.8K 634 94
                                        

Double up nih

Aera menatap Jungkook dengan pandangan penuh tanya. Menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai kalimat yang barusan terucap dari bibir tipis Jungkook beberapa detik yang lalu.

"Nyokap lo liat waktu gue nyium lo di kamar."

Kedua mata Aera sontak membola, terkejut bukan main dengan apa yang barusan ia dengar.

"A-apa?" Gagap Aera.

Jadi selama ini mamanya tau hal yang terjadi diantara dirinya dan Jungkook?

Apakah ini alasan utama mengapa pada hari itu sikap mamanya dan Jungkook tiba-tiba berubah?

Jungkook yang mendadak berbeda seperti sebelumnya, yang biasanya selalu merecokinya tiba-tiba menjauh, bahkan sekedar bertegur sapa pun enggan. Lalu mamanya yang mendadak di pagi hari menjadi pendiam, dingin dan seolah tak ingin diajak bicara. Inikah alasannya?

"Ini alasan yang buat gue ngejauh dari lo Ra, bahkan gue takut buat natap lo didepan nyokap. Gue gak mau kehilangan lo Ra, gue gak mau lo ninggalin gue." Lirih Jungkook.

Aera tidak dapat berkata, lidahnya seolah kelu pun tenggorokannya terasa tercekat.

"Gue udah bilang ke nyokap kalo gue cinta sama lo Ra, dan lo tau jawaban nyokap apa? Sama kayak apa yang lo bilang ke gue. Gue harus ngelupain perasaan gue ke lo, kalo nggak? Nyokap bakal bawa lo pulang dan gak akan ngizinin gue buat ketemu lo lagi." Jungkook berhenti sejenak untuk mengambil napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya kembali.

"Pikiran gue buntu Ra, gue bingung, gue nggak tau harus gimana. Akhirnya gue terpaksa nurutin perkataan nyokap buat ngejauh dari lo dan ngehapus perasaan gue ke lo. Tapi, buat opsi kedua gue nggak mampu lakuin. Lo sendiri udah nyoba kan? Bukannya ilang, perasaan gue ke lo justru makin kuat. Pikiran gue justru isinya cuma lo doang Ra. Jadi gue cuma bisa jaga jarak sama lo, walaupun kadang gue pengen banget narik lo buat gak jauh-jauh dari gue, tapi gue gak bisa. Apa lo nggak ngerasa Ra? Selama ini lo kayak diawasi?"

Kedua mata Aera menyipit. Ia mencoba mengingat bagaimana kesehariannya beberapa waktu terakhir. Ya, dia merasa beberapa hari sejak kepulangan Sunmi, gerak-geriknya seakan sedang diawasi. Bahkan saat ia berjalan sendirian keluar dari area kampus menuju halte, ia merasa seseorang mengikutinya.

Dan jangan lupakan kilatan blitz kamera yang tidak sengaja tertangkap mengarah padanya saat berada di cafe berdua dengan Taehyung.

Aera mengangguk pelan, membuat Jungkook menggeram.

"Bener kan? karena itu gue macarin Hyorin Ra. Lo inget bingkisan yang lo kasih ke gue, dan lo bilang bingkisan itu dari temen deket gue? Dari situ pertama kali gue tau tentang Hyorin. Gue sengaja deketin dia, dan jadiin dia pacar bo'ongan gue cuma buat ngecoh mata-mata yang dikirim nyokap lo."

Kadua alis Aera terangkat.

"Mata-mata?" Jungkook mengangguk.

"Bukan cuma satu orang, gue udah mergokin bahkan lebih dari dua orang berbeda yang ngikutin gue."

Aera menutup mulutnya dengan kedua tangan karena terlalu terkejut. Ia tidak pernah mengira, mamanya sampai bertindak segini jauhnya hanya untuk memastikan dirinya tidak dekat-dekat dengan Jungkook.

"Kenapa lo nggak bilang dari dulu sih kak?" Ucap Aera setengah putus asa setelah menurunkan tangan dari mulutnya.

Jungkook memalingkan wajahnya ke lantai. Meremat tangan Aera yang masih berada digenggamannya lalu menghembuskan napas berat.

"Gue takut Ra. Waktu itu lo belom ada rasa kan buat gue? Lo pengen ngejauh dari gue yang selalu gangguin lo mulu. Jadi gue pikir, kalo lo tau tentang niat nyokap, pasti lo bakal milih ikut nyokap dari pada tetep stay disini bareng gue. Iya kan? Makanya gue gak bisa cerita lebih awal ke lo."

My Crazy Brother - jjkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang