"Kak?"
"Hm?"
"Udah ya please.."
Jungkook yang sedang telungkup diatas kasur menggeleng, melirik sekilas gadis yang tengah berdiri dengan satu kaki dan kedua tangan menarik daun telinga, sebelum kembali memainkan game diponselnya. Aera berdecak.
"Kak Jungkook?" Rayu Aera kembali memasang wajah memelas namun tidak berefek apapun pada pemuda yang sudah memberantakan kasur tidurnya.
Kesal. Aera menurunkan sebelah kakinya dan berjalan menghentakan kedua kakinya hendak menghampiri Jungkook.
"Stop!"
Aera refleks menghentikan kakinya yang baru bergerak mengambil dua langkah. Memandang Jungkook dengan kedua alis hampir menyatu.
"Siapa yang bilang hukuman lo udah selesai? Balik! Atau mau gue tambah hukuman lain?" Ucap Jungkook sembari menatap Aera mengancam.
Gadis itu kontan menciut, bibirnya pun mengerucut. Dengan enggan ia melangkahkan kakinya mundur. Kembali berdiri ditempatnya semula, disebelah pintu kamarnya yang dibiarkan terbuka.
Ya, ini hukuman yang dimaksud Jungkook. Berdiri dengan satu kaki dan kedua tangan menarik telinga, mengingatkan Aera pada hukuman bocah sekolah yang sering ketauan ngomong sendiri didalam kelas saat pelajaran berlangsung. Kalau ditanya siapa yang memilih dihukum dikamar, jawabannya bukan Aera. Karena Jungkook sendiri yang menyeret Aera ke kamar gadis itu dan sempat membuat Aera panik, namun setelahnya menggerutu sebal.
Aera merasa Jungkook tidak sedang menghukumnya, tetapi sedang menjahilinya. Tapi karena ancaman pemuda itu yang hendak menambah hukuman apabila Aera menolak, alhasil gadis itu pasrah dibodohi Jungkook. Ia meringis kala merasakan telapak kakinya yang menopang tubuhnya mulai kebas. Aera melirik Jungkook yang masih asik bermain game diatas kasurnya dan hanya bisa menghela napas panjang.
♧
Sejak memasuki area kampus, Aera sudah memasang tampang kusutnya. Bagaimana tidak, Jungkook sedari tadi tidak melepaskan dirinya barang sedetikpun. Mengikuti Aera kesana kemari seolah tidak punya pekerjaan lain hingga membuat Aera risih.
Gadis itu menghentikan langkahnya, lantas berbalik dan menatap sengit Jungkook.
"Kak lo bisa gak sih berhenti ngikutin gue?" Ucap Aera kesal pada Jungkook sedangkan pemuda itu hanya mengangkat bahunya acuh.
"Lo tuh ya, udah kayak gak punya pacar aja ngikutin gue mulu—"
"Jungkook!"
God. Aera lupa kalau ada Hyorin. Gadis yang suka memakai rok span dibawah lutut itu tampak berjalan menghampiri mereka berdua dari arah belakang Jungkook.
"Kamu kok jarang ngehubungin aku sih sekarang?" Tanya Hyorin manja saat dirinya sudah sampai didepan keduanya.
Jungkook dan Aera saling bertukar tatap. Setelah itu Aera membuang muka sembari berdecih pelan tanpa diketahui Hyorin namun masih tertangkap Jungkook.
Pemuda itu berganti menatap Hyorin yang tengah menanti-nanti jawabannya.
"Gue sibuk." Jawaban Jungkook sukses membuat Aera menahan tawanya yang hampir pecah.
Sibuk katanya? Yang benar saja.
Kalau sibuk yang dimaksud Jungkook adalah merecoki Aera, maka jawabannya seratus persen benar.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crazy Brother - jjk
FanfictionAwalnya, Aera pikir tidak masalah memiliki saudara tiri seperti Jungkook. Namun, setelah bertemu dan tinggal berdua dengan Jungkook membuat Aera menarik perkataannya. Dia, pemuda yang selalu menatapnya sengit. Jeon Jungkook. Sosok sempurna yang memb...
