Langit baru saja menggelap matahari baru saja tenggelam, suasana di kontrakan sedang ramai karena adanya berita bahwa Damar yang tidak ada kabar sama sekali membuat semuanya panik. Damar memang bilang dirinya sedang di luar kota, tetapi semenjak kepergiannya itu bahkan seisi grup tau Damar tidak pernah muncul sama sekali.
Damar biasanya akan tetap berkomunikasi sesibuk apa pun kegiatan yang ia kerjakan, apalagi sudah ada dua sahabatnya yang melewati sidang magang dan dengan begitu saja dirinya tidak memunculkan diri.
"Apa kita tanya Kinan?" tawar Rama, Jira menggeleng "Gue udah kontek dia tapi gak ada kabar sama sekali"
"Terus gimana? masa mau nyusulin? kan kita gak tau dia kemana" celetuk Baim penuh khawatir, "Gimana kalo dia itu emang ke tempat Kinan? ya siapa tau emang lagi quality time" ucapan Villan masih masuk diakal walau bagi Aga sebenarnya ia mencurigai ada hal yang tidak beres dengan Damar.
Semua mata terlihat serius, para bujang Kostan Squad sibuk berunding. Tanpa adanya Sena yang memang masih tertidur pulas di Markas Rimba dan Baim mau pun Villan sengaja tidak membangunkannya, kasihan, Sena pasti masih lelah.
"Gimana kita tunggu deh beberapa hari ini, nanti baru kalo emang gak ada kabar sama sekali kita cari tau ke temen Kinan" ucapan Aga masih diterima, semua setuju akan menunggu beberapa hari sampai Aga juga harus mencari kontak yang bisa ia hubungi.
"Eh iya, Bang itu Dira udah balik lo gak nemuin dia?" celetuk Baim, Aga mengangguk dan ada senyuman tersirat dari yang lain. Terutama Rama, yang memang sangat menunggu momen dimana Aga meminta maaf pada Dira. "Mending lo samperin tuh sana" Rama sedikit mendorong Aga dari duduknya, "Dia sama Alen ya?" Villan menangguk, "Tadi sih iya, Al lagi urusan sama temen kelasnya paling dia sendiri sekarang" Aga mengangguk dan berlalu.
Saat Aga sudah memanaskan motornya, Rama berjalan keluar dengan pakaian santai ala rumahan karena memang tidak memiliki rencana apa pun hari ini.
"Ga, good luck ya? oh iya, jangan nahan diri lo ya. Ungkapin aja semuanya" ucapan itu membuat Aga mengangguk pelan selama Rama menjelaskan bagai memberikannya petuah.
"Thanks Ram, gue bakal jelasin ke dia" Aga tersenyum dan Rama memberikan jempolnya sebagai reaksi.
Aga berlalu, sebelum dirinya pergi ke kost Hutama. Tujuan Aga adalah membeli siomay langganan yang Dira suka dan juga beberapa cemilan di supermarket. Setelah membeli itu semua, perjalanan Aga akhirnya terhenti di lahan parkir kostan. Ia melihat keadaan kost yang cukup ramai dengan beberapa anak yang sedang main gitar di gazebo dan juga suara tawa di kamar atas yang tentu bukan dari kamar kost yang ia tuju.
"Misi Bang" Aga berjalan menuju tangga, dan ada anggukan dari beberapa mahasiswa yang memang juga penghuni kost.
Aga berjalan dengan langkah yang terus memikirkan kalimat apa yang akan ia ucapkan. Aga menarik napasnya perlahan sebelum mengetuk pintu kost.
Tok...
Tok...
Tok..
Tidak ada respon dari penghuni, Aga mengecek jam tangannya dan melihat sudah pukul tujuh malam. Ia pun memutuskan untuk melakukan panggilan telepon ke kontak yang sudah lama tidak pernah berinteraksi dengannya, dengan nama yang entah kenapa Aga simpan yaitu 'Diraaa Bawel' melihat itu kadang membuat Aga tertawa dan memutar memori singkat di otaknya setiap kali perempuan itu banyak bicara bagai kereta malam tanpa jeda.
Selama panggilan itu tersambung, Aga sempat mendengar bahwa ada erangan dari sang penelpon.
'Apasih Sen? gue gak laper. Capek'
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever Young [ON GOING]
RomanceRasanya mustahil untuk tidak jatuh cinta diantara persahabatan ini, tapi rasanya akan seperti apa jika perasaan nyaman ini bukan hanya aku dan kamu? Persahabatan ini akan terus ada walau badai terus datang menghampiri bukan? 'Biarlah waktu yang me...
![Forever Young [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/223722115-64-k598193.jpg)