Hari ini adalah waktu dimana Sena akan menggarap film pendeknya bersama kelompok. Kelompok yang terdiri dari tujuh orang. Ada Sena sebagai ketua kelompok dan Dira sebagai wakilnya. terdapat tiga perempuan termasuk Dira dan empat orang lelaki termasuk Sena. Dalam ketujuh orang ini akan bertugas menggarap film pendek dengan genre bebas dan juga untuk pemainnya pun bebas memilih akan dari bagian anggota kelompok atau pun mengajak orang luar untuk berkerja sama. Dan keputusan dalam kelompok bulat memilih orang luar untuk menjadi pemeran dalam film pendek ini bukan karena Sena, Dira atau yang lainnya tidak ingin tetapi mereka tau dalam menjalankan sebuah job desk perlu ketekunan dan konsentrasi.
Film ini akan bercerita tentang kisah cinta antara seorang perempuan yang selalu ke perpustakaan dengan seorang lelaki yang bad boy yang baru saja mencoba bunuh diri karena merasa hidup tidak adil tetapi ternyata perempuan itu mengajarkan sesuatu pada lelaki itu tentang arti hidup.
Setelah minggu lalu menyaring banyak calon pemain, terdapatlah empat pemain yang akan bermain dalam project film ini. ada dua lelaki dan dua perempuan. Dimana pemeran utama lelaki akan melakukan syuting hari ini.
"Gimana kamera stand by ya?" ucap Sena sambil mengecek berbagai kebutuhan syuting.
"Siap" ucap salah satu temannya
"Sound man?" "Siap Sen"
"Oke Dir kita mau take yang adegan ini ya" Sena memperlihatkan naskah dan Dira mengangguk.
Mereka pun memulai syutingnya, dengan adegan pertama berlatar di taman. Syuting dilakukan dari pukul dua siang sampai lima sore.
"Makasih ya semuanya yang udah hadir dan bantu dalam pengerjaan produksi ini. Besok kita bakal mulai lagi shoot di perpustakaan ya dan gue udah dapet izinnya itu dari jam satu siang sampai tiga sore jadi maksimalin ya buat besok" jelas Sena dan para anggota pun mengangguk.
"By the way, Kita ada masalah nih. Pemeran utama perempuannya gak bisa syuting besok" ucap Andre, semua wajah lelah itu seketika panik termasuk Sena.
"kenapa? "
"Ibunya masuk rumah sakit, dan besok harus ngatur jadwal buat operasi jadi dia harus nemenin ibunya" jelas Andre
Sena menghela napas, Dira mengelus pundaknya pelan "Gimana dong deadline dan izin perpus itu susah" ucap Sena.
Dira berusaha untuk menenangkan Sena, walau ia juga tipikal orang yang mudah kepikiran dan panikan tetapi mengenal karakter Sena yang sangat ambisius jika mengenai tugas, Dira pun lebih memilih untuk menenangkan ketua kelompoknya itu terlebih dahulu.
"Gini deh, kita kontak siapa pun temen kita yang bisa kosong besok buat syuting. Gue tau ini beresiko tapi ada waktu paginya buat latih dia. gimana?" tawar Dira dan semua berpikir.
"Gue ada sih, nanti gue kontak dia ya" ucap Andre
Semua pun menyetujui dan akhirnya hari ditutup dengan mereka yang beristirahat dan menikmati gorengan di warkop. Sena pun pulang bersama dengan Dira, butuh waktu yang cukup lama bagi mereka untuk sampai karena waktu pulang yang bersamaan dengan waktu pulang kerja membuat mereka harus terjebak dengan kemacetan di jalan raya.
"Eh Dir, lo laper lagi gak sih?" tanyanya saat mereka sudah mendekati area kostan.
Dira mengangguk, wajar saja mereka terlalu sibuk hari ini mengejar beberapa scene yang membuat perut rasanya baru terisi dengan gorengan saja.
"Yaudah kita makan ya" Sena segera mengajak Dira menuju warteg yang menjadi langganan mereka lalu mereka memesan minuman dan memilih makanan.
Ditengah menikmati makanan itu, sesekali Sena mengecek handphonenya dengan perasaan yang terlihat resah. Dira masih diam sampai akhirnya kebiasaan Sena yang semakin terfokus ke layar handphone dibandingkan kegiatan makannya membuat Dira membuka pembicaraan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever Young [ON GOING]
RomanceRasanya mustahil untuk tidak jatuh cinta diantara persahabatan ini, tapi rasanya akan seperti apa jika perasaan nyaman ini bukan hanya aku dan kamu? Persahabatan ini akan terus ada walau badai terus datang menghampiri bukan? 'Biarlah waktu yang me...
![Forever Young [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/223722115-64-k598193.jpg)