4. Peranjakan

15 4 0
                                        

"Ram, mau nemenin gue ambil laundryan gak?" Jira keluar dari kamarnya, melihat Rama yang sedang asyik berbaring di sofa dan menonton televisi.

"Eh? kapan?"

"Sekarang, gue lupa banget harus ambil pakaian teater soalnya mau dipake buat pentas juga ntar ospek"

"Yaudah ayo, sekalian beli makan kali ya? laper banget gue Jir" Jira mengangguk

"Iya, ayok. Gue pake sweater dulu bentar" Jira berlalu kembali ke kamarnya.

Rama beranjak dari sofa dan menarik hoodie hitam polos yang berada di gantungan belakang pintu. Tak lupa menarik kunci motor. Tak lama Jira kembali.

"Aga kemana sih, dia belom balik ya?" Jira memasang sweaternya.

"Cek aja di kamarnya, lagi hibernasi dia"

Jira bedecak, ia menggelengkan kepalanya. "Dia seharian tidur? Gue pikir dia cabut anjir, keluar"

Rama menaikkan kedua bahunya lalu tertawa "Lo tau kan Aga mageran"

Aga memang sangat hobi tidur dan bermalas - malasan, ia hanya akan siap untuk begadang jika ia sedang melakukan projectan musik. Jira, Rama dan Damar yang sudah menjalin pertemanan dari masa maba di kampus sudah sangat hapal akan kebiasaan Aga, ia tidak akan mau diajak jalan jauh atau pun melakukan kegiatan olahraga berat. Ia juga akan memilih untuk tidur dibanding apa pun kecuali membuat musik, seperti yang selalu ia cita - citakan menjadi musisi ternama.

Seperti saat ini, Jira bahkan berpikir bahwa lelaki di sebelah kamarnya itu pergi dari siang hari tapi ternyata Rama yang tau tentang fakta bahwa Aga hanya tertidur di kamarnya. Seharian ini. Hanya bangun untuk ke toilet dan mengambil cemilan di dapur.

"Yaudah kita beli makan aja buat dia sekalian, kasian badannya udah kecil malah jarang makan" Rama hanya mengangguk, membuka pintu kontrakan dan menyalakan motor.

Akhirnya mereka sampai di tempat laundryan yang dimaksud.

"Lo tunggu sini, gue bentaran doang" Jira turun dari motor, segera berjalan memasuki tempat laundryan.

Rama hanya memainkan spion motor sesekali merapihkan rambutnya sambil mengaca.

   📽📽📽

"Dir, laper mau makan gak? "

"Ayo, bentar dikit lagi kamar gue rapih nih" teriaknya dari dalam kamar

"Oke"

Alen merebahkan tubuhnya di karpet, ia memandangi langit kostan dan sesekali membuka room chat di handphone.

Selang lima belas menit, Dira keluar dari kamarnya. Ia melihat Alen sahabatnya masih bermain handphone di ruang depan.

"Eh, yuk Len"

"Please bangunin gue" Alen mengulurkan kedua tangannya memberikan tatapan seperti anak kecil.

"Haduh manusia pemageran" Dira menarik kedua tangan Alen agar bangkit dari rebahannya. Alen sendiri hanya terkekeh.

"Lo yang pegang kunci ya, besok kita cari tukang duplikat"

"Iya Dir, yuk ah cari makan"

Mereka berdua pun keluar dari kostan, mengunci pintu dan menuruni tangga.

"Makan apa yah? "

"Gue nasi goreng ah, sama es teh tarik warkop"

"Hm... Apa ya gue"

"Makan aja bingung Len.... Heran"

"Gatau gue juga laper tapi gatau mau makan apaan. Liat ntar aja deh di sana"

Forever Young [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang