28. Telenovela

10 3 0
                                        

Aga pulang larut malam, dirinya enggan menemui siapa pun termasuk teman kontrakannya, Rama. Ada hawa tidak enak yang Rama rasakan saat Aga pulang, Aga kembali dengan kondisi diam seribu kata dan langsung masuk ke kamar. Meninggalkan dirinya dan juga Damar yang sedang bermain games di ruang tengah.

Dira yang sudah lebih lega menceritakan semua pada Rama, malam ini memutuskan untuk bercerita pada Alen. Malam ini dirinya benar-benar di fase sedih dan mengharapkan dirinya bisa baik-baik saja dengan Aga. Semua kata penenang yang Alen berikan sama persis seperti yang Rama ucapkan tadi siang, bahwa keduanya ada untuk Dira di saat apa pun.

Masa yang membuat Dira sedih ini membawa perasaannya tidak sesemangat seperti hari-hari kemarin. Untung sajalah dirinya masih punya kesibukan untuk mendistraksi pikirannya, Sena dan Dira memang akhir-akhir ini akan pulang larut dan juga mengejar semua deadline tugas yang semakin bertambah susah seiring waktu. Kesibukan itu membuatnya jarang bertemu dengan anak Kostan Squad yang lainnya.

Di satu sisi, keadaan kontrakan makin lama seperti perang dingin. Rama yang selalu mencoba berinteraksi dengan Aga selalu mendapat telak yang menyakitkan. Aga diam seribu kata dan selalu punya alasan untuk keluar dari kontrakan entah kemana. Rasa khawatir Rama itu membuat dirinya hampir meminta bantuan Damar untuk mencari tau keadaan Aga, tetapi niat itu ia urungkan hanya takut bahwa semua yang berkaitan dengan Dira terbongkar begitu saja. Apalagi, saat ini Aga yang tioikal anak rumahan justru lebih sering keluar dan pulang cukup larut.

Rama rasanya ingin egois, jika dirinya tidak menanyakan itu semua pada Dira ia bisa berpura-pura tidak tau dan membiarkan keduanya berjuang tanpa bantuannya. Tetapi entah mengapa ada dorongan yang membuat Rama harus melakukan ini. Rama tidak mengerti, bahkan Aga jadi membatasi dirinya. Apa mungkin ada hal lain yang membuat Aga salah paham ? tapi apa memang Aga menyukai Dira? jelas-jelas Rama tau Aga sudah bersikap sekasar itu pada Dira.

Hari terus berjalan, tidak ada komunikasi yang terjadi antara Dira dan Aga. Sesekali Dira masih mengharapkan adanya ajakan ke rumah Oma yang sering ia dapati dari Aga untuk menghabiskan waktu bersama. Karena dirinya hari ini pulang lebih cepat, Dira berniat untuk mengembalikan hoodie yang pernah ia pinjam.

Sebenarnya Dira sudah menanyakan keberadaan Aga melalui pesan chat, tapi nihil Aga tidak membalasnya. Bermodal orang dalam, Rama menjadi informan yang sangat diandalkan dan memberitau bahwa Aga harus ke kampus hari ini untuk menyetorkan laporan magang.

Dira berjalan menuju Jurusan musik, setelah jam kelasnya selesai ia sengaja membiarkan Sena pulang bersama teman yang lain. Dira membawa paper bag berisikan hoodie milik Aga yang sengaja ia sudah cuci dan memberikan parfum miliknya hanya sebagai upaya niat baik mengembalikan itu semua dikeadaan bersih siap pakai.

Langkah kakinya memasuki ruang musik, seperti yang ia ketahui memang Aga terakhir bersama Rama di ruang musik setelah keduanya mendatangi dosen pembimbing. Dira menelusuri pandangannya melalui kaca pintu, melihat banyak orang di sana.

Ia membuka pintu perlahan dan mencari sosok lelaki yang ia tuju, tidak ada. Tidak ada Aga atau pun Rama di sana. "Cari siapa ya?" tanya seorang lelaki yang melihat kehadiran Dira yang kebingungan, Dira tersenyum canggung "Cari Bang Aga, dia ada ?" Lelaki itu mengangguk, "Di dalem studio, masuk aja" Dira mengangguk, melihat pintu yang dimaksud berada di pojok ruangan. "Makasih ya" Dira berlalu dan melangkah menuju pintu studio, ia melihat ada Aga di sana tengah sibuk dengan urusannya.

Dira membuka pintu perlahan, terdengar alunan musik dan juga suara rekaman Aga yang sedang Rap, Aga sedang sibuk dengan musiknya. Dengan langkah yang ragu, Dira masuk tanpa Aga menyadari hal itu. Sosok Aga terlihat keren dimatanya, kaos hitam polos, rambut yang berantakan dan juga wajah serius Aga. Dira tidak pernah berada di posisi ini sebelumnya, setelah dirinya sudah tidak menemui perasaan dengan lelaki lain setelah Rama kini momen melihat Aga seperti ini cukup membuat perasaannya tidak stabil.

Forever Young [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang