Aga tidak mengerti, bagaimana perempuan yang kini berada di sebelahnya rasakan. Selama perjalanan pulang dirinya tertawa menikmati candaan dengan mata yang masih bengkak dan juga tidak ada yang berbeda jauh selain sorot mata dari perempuan itu tampak redup. Bahkan jika memang Dira benar menyayangi Rama seharusnya ia tidak menahan diri bukan?
Makan siang kali ini sangat meriah karena mereka baru saja memilih tempat makan yang baru buka seminggu yang lalu dengan fasilitas live karaoke membuat Baim tidak ingin melewatkan kesempatan itu bersama Sena untuk menaiki panggung dan menghibur semua orang.
Untung saja suara keduanya bagus, terselamatkan dengan penampilan mereka yang memukau dan berhasil membuat para kaum hawa berteriak histeris. Dira tertawa bersama Kinan melihat tingkah konyol dua lelaki itu.
Sedangkan Villan, Damar dan Aga masih diam di tempatnya dan tetap berusaha stay cool saat melihat adegan konyol dari sahabatnya di panggung.
"Lo ikut kek sono Bang" ucap Dira pada Villan
"Gak, gue gak mau mengurangi kadar ketampanan gue" tolak Villan
"Dam, temenin itu dua adik kamu" ucap Kinan masih tertawa
"Gak, aku di sini aja makan sama kamu" tolaknya
"Ga, ke sana gih" ucap Dira tertawa
"Gak"
"Ayolah hibur gue" ucap Dira
"Alesan" ucap Aga
"Gue nangis lagi mau?"
"Waduh ngancem sih ini mah" celetuk Villan
"Sono Ga, hibur dari pada dia nangis lagi" tambah Damar
"Lo tuh ya, hadeuh" Aga berdiri, ia pun mengambil alih saat dirinya menaiki panggung. Bingung rasanya, tetapi saat ada piano dengan cepat dirinya duduk dan memainkan piano.
Semua terpukau, Sena dan Baim terdiam sejenak sampai akhirnya keduanya bernyanyi mengikuti nada dari piano Aga. Semua bersorak saat penampilan itu selesai dan dengan cepat Aga kembali duduk di samping Dira.
"Puas?" Dira tertawa, dan bertepuk tangan "Makasih ya, suka" ucapnya
Kini semua fokus dengan makanan masing-masing. Dira terlihat menemukan dirinya lagi, mulai aktif berbicara dan juga lahap makan seperti biasanya. Aga sesekali tersenyum, melihat bagaimana perempuan itu bersikap.
"Lo jangan sedih-sedih lagi dong, gue gak tega liat lo nangis tau" ucap Baim
"Iya, gue juga bingung tadi harus hibur lo gimana" tambah Sena
"Maafin gue ya kalo nyusahin kalian, gue beneran gak enak" ucap Dira
"Kalo lo ada apa-apa lo bisa cerita ke kita, jangan pendem sendiri" ucap Villan
"Hmmm, gue makasih banget sama kalian. Maaf ya kalo gue sama Rama malah gak jadian" ucap Dira yang menunduk, ia tau anak-anak juga pasti kecewa kaan pilihan yang ia pilih.
"Hei, perasaan kan gak ada yang tau. Gue udah bilang jangan paksain diri lo" ucap Sena
"Iya, mending lo makan yang banyak biar gak galau lagi" ucap Baim
"Gue sayang lo semua" Dira seolah memberikan pelukan walau terhalang meja, dan semuanya berseru menanggapi perempuan yang sudah menjadi bagian dari sahabat, adik perempuan di Kostan Squad.
"Gue sayang banget sama lo, apalagi kalo lo mau bagi dagingnya hehe" ucap Sena
"Gue juga sayang lo, apalagi kalo lo mau ngasih juga dagingnya ke gue" tambah Baim tertawa, semuanya tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever Young [ON GOING]
RomansaRasanya mustahil untuk tidak jatuh cinta diantara persahabatan ini, tapi rasanya akan seperti apa jika perasaan nyaman ini bukan hanya aku dan kamu? Persahabatan ini akan terus ada walau badai terus datang menghampiri bukan? 'Biarlah waktu yang me...
![Forever Young [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/223722115-64-k598193.jpg)