Alen berjalan menuju gedung Fakultas Dira, hari ini Dira ada tugas dan sangat lupa untuk membawanya. Membuat Alen yang ada kelas siang harus mengantarkan tugas tersebut sebelum dirinya ke kelas. Alen berjalan di lobby setelah mencari tau dimana ruang kelas Dira dari pusat informasi, dirinya berjalan ke arah lantai tiga. Langkahnya yang baru saja keluar dari lift disuguhkan dengan pemandangan seolah lelaki jenjang yang datang dengan membawa berkas skripsi, Jira. Mata keduanya saling bertemu dengan tatapan penuh isyarat Jira hampir saja membuka bibirnya untuk menyebut nama Alen, tetapi Alen dengan cepat melangkah keluar lift dan meninggalkan keheningan bagi Jira.
Jira sempat bertanya ada urusan apa Alen datang ke Fakultasnya? sampai akhirnya ia melihat Alen yang sedang menemui Dira di depan kelas, terlihat dari lift sebelum Jira benar-benar meninggalkan lantai ini. Rasa hati Jira tidak karuan, melihat Alen dengan jarak sedekat tadi membuatnya sangat ingin kembali dan bertemu. Tapi rasanya tidak pas, karena Jira harus datang menemui dosen pembimbing yang sudah menunggunya untuk memberikan masukan sebelum dua hari menjelang Jira sidang.
Alen sendiri yang sudah kembali menuju gedung Fakultasnya itu, melangkah dengan semua pikirannya. Sosok lelaki yang selalu ia hindari, apalagi semenjak dirinya kembali menjalin hubungan dengan Villan ia bahkan tidak pernah lagi menginjakkan kontrakan karena intensitas bertemu dengan Jira akan sangat besar di sana.
Di sisi lain, Dira yang sudah selesai kelas pun keluar dan menemui Rama di studio musik untuk memberikan titipan yang Rama sempat minta. Sebuah cemilan yang sempat dikirimkan oleh orang tua Dira kemarin. Dira berjalan dan mendapati ada Rama yang sibuk dengan melatih beberapa mahasiswa, Rama terlihat keren, dengan wajah serius, intonasi suara berat, dan juga kepintarannya yang selalu muncul di waktu-waktu penting seperti sekarang, ia baru saja membuat ide lain bagi mahasiswa yang sedang berlatih Rap.
Dira hanya tersenyum, memandangi bagaimana pesona Rama tetap sama sedari awal. Sampai akhirnya Rama melirik dan menyadari dari ekor matanya ada pandangan teduh yang Dira berikan padanya, senyuman Rama muncul di saat dirinya hampir saja lelah karena sulit memberikan masukan pada beberapa orang dihadapannya.
Rama meminta waktu istirahat, dan berjalan mendekati Dira, "Udah lama? kok gak manggil?" yang ditanya hanya menggeleng dan tersenyum, "Suka liat lo serius gini" Rama terkekeh akan pujian yang Dira berikan, tidak berbohong, tapi benar Dira selalu suka sosok serius Rama yang terlihat bisa diandalkan seperti sekarang. "Lo lagi skripsian tetep sibuk ngelatih?" Rama sempat menoleh ke arah pembahasan, melihat kumpulan anak yang masih memegang teks masing-masing dan berusaha berlatih di pojok ruangan. "Ya, lumayan ngilangin penat gue dari bahan skripsian sejenak. Suka aja" Dira mengangguk, mengeluarkan cemilan dari tasnya dan ada senyuman semangat dari Rama.
"Ini, gue lebihin buat lo, oh iya jangan diabisin sendiri satunya bisa kasih ke anak kontrakan" ucapan Dira seketika tertangkap oleh pendengaran Aga, ia datang dari belakang dan berjalan melewati Dira memberikan atensi yang membuat Rama dan Dira diam. Hening seketika.
"Sama ini buat lo" Dira mengeluarkan satu bungkus lainnya untuk lelaki yang baru saja datang, Aga. Aga menerimanya dengan diam, "Dimakan, isi tenaga kalian buat skripsian. Semangat!" Dira tampak tertawa seperti biasa selalu imut dan juga memberikan hawa keceriaan.
"Makasih" Aga hanya bisa berkata demikian, dingin tanpa seulas senyum sedikit pun. "Makasih ya Dir, ini lo mau kemana abis ini?" Dira memandangi jam tangan yang melingkar di tangan kirinya, "Mau ke bawah sih, ada urusan tugas. Yaudah gue cabut ya, see u!" Dira berlalu, "Hati-hati!" suara berat Rama terdengar sampai ada balasan ibu jari Dira yang terangkat diambang pintu sebagai jawaban.
Aga masih memandangi bungkusan miliknya, melihat milik Rama lebih banyak dan besar dari pada miliknya, lirikan itu membuat Rama tau maksud yang ingin Aga tanyakan, "Gue spesial, jadi banyak" ucapan itu mendapat dengusan dari Aga. Rama sendiri hanya tertawa, rasanya sudah biasa meledek sahabatnya satu ini jika sudah masuk soal Dira.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever Young [ON GOING]
RomantikaRasanya mustahil untuk tidak jatuh cinta diantara persahabatan ini, tapi rasanya akan seperti apa jika perasaan nyaman ini bukan hanya aku dan kamu? Persahabatan ini akan terus ada walau badai terus datang menghampiri bukan? 'Biarlah waktu yang me...
![Forever Young [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/223722115-64-k598193.jpg)