26. Semester Baru

13 2 0
                                        

Dira menjalani semester baru dengan Sena yang masih menjadi teman sekelasnya. Bukan tidak sengaja, justru keduanya memang sengaja mengambil kelas yang sama hanya untuk mengikuti kegiatan yang sama seperti tahun awal kemarin. Dira hanya tidak ingin dirinya bersama dengan lelaki lain jika dirinya harus ikut dalam kegiatan kampus yang biasanya dilakukan di luar kampus. Sena sendiri juga tidak ingin Dira melakukan atraksi aneh jika dirinya tergoda minum diluar dari pengawasannya, dan lagi sejauh ini Dira sudah membantunya untuk mengerjakan banyak tugas perfilman.

Semacam simbiosis mutualisme, keduanya memang sudah merencanakan ini sampai semester akhir. Ingin bersama. Hadirnya Dira di semester baru menjadi buah bibir banyak orang, bagaimana tidak dirinya yang kerap sering menggunakan hoodie oversize, jeans dan boots atau sepatu high itu kini terlihat lebih feminim. Dira menggunakan kemeja, jam tangan, jeans dan juga masih menggunakan sneakers yang justru membuatnya tampak lebih manis. Menggerai rambutnya, menggunakan kalung. Hal yang jujur membuat Sena sendiri tercengang bingung.

"Lo kesambet apaan?" celetuk Sena saat keduanya keluar dari kostan bersama, hendak mencari bubur di pagi hari.

"Maksud lo?"

"Ya lo kok jadi kaya gini?" Dira menajamkan tatapannya "Gini?" pertanyaan itu membalik pada Sena.

"Y-ya lo jadi feminim, gak bisa asal gue senggol dong nanti di kampus" ledek Sena, mereka berdua memang senang adu jotos, sekedar saling menyikut lengan dan juga tertawa sebagaimana sahabat dekat.

"Apa sih lo, aneh deh. Gue berusaha jadi Dira yang lebih baik. Harusnya lo dukung" protes Dira, Sena tertawa dan masih memperhatikan gelagat Dira "Kalo begini, makin banyak deh buaya darat yang ngejar lo"

Dira tertawa, "Biarin, gue mau buka hati nih"

"Jangan anjir"

"Kenapa?"

"Gue yang susah, para buaya itu pasti minta nomer lo ke gue" keluh Sena, tak sekali dua kali Sena selalu ditumbal oleh Dira, Dira memang enggan memberikan nomer handphonenya ke sembarang orang dan biasa melempar itu semua pada Sena dengan alasan andalan setiap para buaya darat di kampus mendekatinya "Duh, gimana ya? gue tuh selalu nunggu perizinan dari Sena. Gimana Sena" dan berakhir dengan Sena yang diterror oleh banyak lelaki, tak sedikit lelaki yang cukup iri dan dengki atas posisi Sena, dekat dengan Dira.

Dira hanya tertawa setiap mendengar keluhan sahabatnya, Sena sendiri yang memang selalu memegang predikat jomblo tertampan dan termenawan di Jurusan memang tidak pernah melirik perempuan di Kampus. Membuat posisinya ini justru sering dicurigai, tapi antara Sena dan Dira tidak ada yang peduli. Apa pun yang dipikirkan orang lain biarkanlah, yang penting Dira dan Sena tidak ingin masuk dalam perangkap mahasiswa atau mahasiswi yang hanya main-main pada mereka.

Sena terlalu selektif, Dira juga terlalu fokus memilih Rama semester lalu. Mungkin semua akan berbeda kali ini. Benar saja, banyak mata yang melihat ke arah Dira yang kini berjalan dengan Sena memecah belah kerumunan mahasiswa dan mahasiswi baru yang tengah sibuk meminta tanda tangan senior. Tugas mahasiswa baru memang begitu. Entah manfaatnya apa, selain untuk menghabiskan waktu mahasiswa atau mahasiswi baru mengejar senior dan masuk kedalam jeratan para buaya kampus yang senang mencari daun muda.

Banyak bisikan, pujian atas kehadiran Sena dan Dira. Mereka menjadi senior populer yang terlihat keren. Sena sendiri hanya bisa tertawa setiap menyadari bahwa banyak mahasiswi melempar senyum malu dan berusah amenarik perhatiannya. Dira, ia bisa melihat banyaknya mahasiswa yang mengejar dengan dalih meminta tanda tangannya dan berusaha untuk melakukan pengenalan.

Hari pertama sangat terlihat lancar bagi Dira dan Sena, biasanya minggu pertama masuk kuliah memang hanya perkenalan mata kuliah dan dosen pengampu. Jadi kedepannya mereka pasti akan menghadapi jam kosong.

Forever Young [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang