Dira segera mandi dan bersiap, dirinya juga sudah menyiapkan laptop untuk di bawa dan buku mata kuliah yang Sena perlukan. Ia tau, Sena memang butuh bantuannya untuk menyusun naskah dalam tugas individu. Sedangkan Dira, ia beruntung tugas individunya sudah beres dari beberapa hari yang lalu.
Terdengar suara ketukan pintu, Dira terus merapihkan diri, mengeringkan rambutnya walau ketukan pintu itu semakin sering sehingga membuatnya harus menghentikan proses pengeringan rambut.
"Iya sabar anjir lo tuh ya! gue kan baru beres man...."
"Udah bangun ternyata" lelaki itu tersenyum, menyipitkan kedua matanya dan menunjukkan lesung pipi yang dalam di pipinya.
"Hehe, Ram?" ucap Dira dengan intonasi yang melembut
Dira total salah tingkah, bagaimana tidak ia sudah berteriak dan berkata kasar dari dalam sebelum membuka pintu namun ternyata yang mengetuk bukanlah Sena, melainkan Rama.
"Mau siap-siap dulu?" tanya Rama memastikan, Dira mengangguk.
"Em... masuk dulu? mau minum?" tawar Dira
"Santai aja, gak usah repot-repot. Gue tungguin ya" ucap Rama, Dira pun mempersilahkan Rama untuk duduk.
Dira kembali ke kamar, mengirimi pesan kepada Sena untuk bertanya keberadaan lelaki itu. Ternyata Sena sudah kembali ke kontrakan dan sedang menunggu kedatangan Dira yang dijemput oleh Rama. Dira bersiap sekilat mungkin tak ingin Rama menunggu lama. Setelah siap dirinya pun keluar dari kamar.
"Udah?" tanya Rama
"Udah nih" Dira tersenyum
"Yuk" ucapnya
Keduanya keluar dari area kostan dengan Rama yang mengendarai motornya. Motor ini berjalan ke lain arah yang bukan ke arah kontrakan, "Kita mau kemana?" tanya Dira
"Beli es jeruk sama es kelapa dulu" ucap Rama
Dira hanya mengangguk, semilir angin yang berhembus membuat aroma khas dari parfum Rama tercium dengan jelas memasuki rongga penciuman. Wangi yang menjadi salah satu kesukaan Dira, Dira tidak pernah tau parfum apa yang Rama gunakan namun jika dirinya tau, ia akan rela membeli parfum yang sama untuk di semprotkan ke kasurnya.
Keduanya pun membeli es dan mengantri untuk membayar. Sesekali Dira melirik malu melihat Rama, lelaki yang cukup jauh dari tingginya itu terlihat sangat karismatik. Entah mengapa Rama juga bisa membuat Dira sering salah tingkah jika berada di sisinya.
"Sebenernya acara liwetan ini mau rayain apa?" tanya Dira seketika
"Buat syukuran aja, selama ini gue udah dapetin beberapa pencapaian dan belum ada hal yang bisa di nikmain sama anak-anak" jelasnya, Dira mengangguk.
"Hebat, gue yakin ke depannya lo makin sukses Ram"
"Makasih ya, gue juga begini karena lo Dir" percayalah, wajah Dira seketika memanas ketika ucapan itu keluar dari mulut Rama, entah apakah pipinya juga memerah saat ini.
"Kok gue?" Dira tertawa malu
"Ya, gue selalu inget lo aja kalo mau nulis lirik atau pun lomba. Rasanya bikin gue semangat" ucapnya
Dira merasakan jantung yang berdebar lebih cepat, dirinya serasa jatuh pada orang yang tepat. Rama tidak memberikan hal manis tetapi mengucapkan hal itu bisa membuat Dira kini benar-benar merasa jatuh hati.
"Ooo...oke... makasih lho ternyata ada orang yang tersemangati karena inget gue" Dira tertawa, Rama pun mengelus puncak kepala Dira, "Iya sama-sama, ayo kita balik. Anak-anak pasti udah nunggu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever Young [ON GOING]
RomanceRasanya mustahil untuk tidak jatuh cinta diantara persahabatan ini, tapi rasanya akan seperti apa jika perasaan nyaman ini bukan hanya aku dan kamu? Persahabatan ini akan terus ada walau badai terus datang menghampiri bukan? 'Biarlah waktu yang me...
![Forever Young [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/223722115-64-k598193.jpg)