Tepat pukul sepuluh pagi handphone Aga berdering, panggilan dari Damar membuatnya yang sedang merebahkan diri di sofa terusik karena harus meraih handphone di kamar.
Jira sedang bersiap dan Rama sedang mandi, akhirnya ia mengangkat telpon dari Damar.
'Ape?'
'Dimana lo?'
'Kontarakan'
'Eh, ke kampus kagak?'
'Iya, lo dimane?'
'baru mau otw kampus'
'Ngapain? Rajin amat'
'Balikin buku ke perpus udah kena denda'
'Oh, kira mau jadi maba lagi haha'
'Ntar susul gue dong, gabut anjir'
'Iya, mandi dulu'
'Oke gue tunggu'
'Yaa'
'Bye'
'Bye'
Panggilan pun terputus.
"Siape tuh?" tanya Jira yang datang keruang tengah untuk menyimpan barang bawaannya.
"Damar, ngajakin ke kampus"
"Ngapain dia? Rajin banget"
"Mau jadi maba lagi katanya" Aga tertawa, membuat Jira tertawa walau ia tidak percaya.
"Yaudah mandi lo sono"
"Iya abis Rama lah, masa mandi bareng"
"Haha gak papa biar cepet"
"Dah kaya kakak senior ih, nyuruh-nyuruh" ucap Aga masih tertawa
"Biarin! Berangkat bareng gak? Gue mau nebeng lo atau Rama"
"Bareng deh, tungguin" Aga segera beranjak mengambil pakaiannya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, Rama sudah keluar dengan boxer selutut warna biru dan rambut yang basah tak lupa handuk yang menutupi punggungnya.
Ketika mereka bertiga sudah bersiap, mereka segera menuju kampus. Suasananya cukup sepi karena maba tentu berada di ruang serbaguna Univ dan para panitia sedang bertugas. Ketika masa ospek mahasiswa baru memang keadaan kampus masih cukup sepi dari senior, para mahasiswa akan mendapatkan libur seminggu lebih lama ketika masa ospek dilaksanakan hal ini agar keadaan ospek lebih efektif.
Hanya mahasiswa yang memiliki kepentingan yang bisa ke kampus, seperti saat ini Damar yang datang karena harus mengembalikan buku perpusatakaan dan membayar dendanya. Lalu Jira yang mengurus teater, Rama yang ingin melihat latihan adik juniornya berlatih rap dan begitupun dengan Aga yang mempunyai kepentingan yang sama seperti Rama.
Sedangkan urusan Baim yaitu melihat maba melalui jalur khusus dari temannya yang menjadi panitia. Villan sebenarnya tidak ingin ikut tapi karena Baim memaksa akhirnya ia menurut.
Kini Aga, Rama dan Jira sudah berada di lingkungan kampus. Jira segera pamit untuk pergi ke tempat teater dimana ia sudah memiliki janji. Sedangkan Rama dan Aga akan menyusul Damar yang katanya sudah menunggu mereka di kantin Fakultasnya.
Disatu sisi, Baim dan Villan juga baru sampai area kampus dan juga menyusul ke kantin untuk bertemu anak Kostan Squad yang sudah berisik di group, Damar sendirian di kampus.
"Anjir, lama banget lo pada" celoteh Damar sambil mengaduk es kopinya
Aga dan Rama hanya tertawa dan memberikan tos lalu duduk di hadapan Damar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever Young [ON GOING]
Storie d'AmoreRasanya mustahil untuk tidak jatuh cinta diantara persahabatan ini, tapi rasanya akan seperti apa jika perasaan nyaman ini bukan hanya aku dan kamu? Persahabatan ini akan terus ada walau badai terus datang menghampiri bukan? 'Biarlah waktu yang me...
![Forever Young [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/223722115-64-k598193.jpg)