5: Misi Kedua

79 21 0
                                        

Setelah berhasil mendapatkan nomor Bintang yang asli dari Kayla Vidia, yang Adnan bujuk dengan satu buah album artis Korea. Misi berikutnya dalam petualangan Adnan Gerdapati untuk menaklukan hati Bintang Cyrenia adalah dengan mengajaknya berangkat dan pulang sekolah bersama.

Misi kedua Adnan Gerdapati : Berangkat dan atau pulang sekolah bersama Bintang.

Maka hari ini dimulailah misi kedua itu. Adnan tau itu hal yang tidak mudah. Mendapatkan nomor Bintang saja Adnan harus merelakan dirinya dihukum dan uangnya habis karena mentraktir kelima sahabatnya yang rakus pada makanan itu. Tapi tidak apa-apa, bagi Adnan ini adalah petualangan baru. Petualangan yang lebih seru. Dan Adnan selalu menyukai petualangan.

"Mau kemana lo?" Ken yang menjadi teman satu bangku Adnan sejak kelas sepuluh itu bertanya karena melihat Adnan yang tiba-tiba berdiri.

"Ke kelas Bintang,"

"Gila lo, sebentar lagi Bu Jalilah bakal masuk!"

"Bilangin sama dia kalo gue sakit perut!" Adnan sudah berlari keluar kelas, tidak mempedulikan teriakan Ken yang menyuruhnya kembali.

Laki-laki itu menuju kelas Bintang yang terletak digedung sebelah. Memang disekolah ini, gedung antara kelas IPA dan IPS dibedakan, mungkin agar tidak terjadi perkelahian seperti yang terjadi lima tahun sebelumnya.

Adnan berjalan dengan pelan dan setenang mungkin. Dia mengintip ke kelas Bintang yang sekarang sedang ada guru yang mengajar. Tapi itu tentu tidak menyurutkan semangat Adnan untuk mengajak Bintang pulang bersama hari ini.

Adnan mengetuk pintu kelas Bintang tiga kali, membuat perhatian seisi kelas sempurna jatuh pada laki-laki itu. Dengan senyuman mengembang dan nada sesopan mungkin dia berkata, "Permisi, Pak."

Seorang guru muda yang baru dua bulan mengajar disekolah ini menatap Adnan ramah. Dia belum tau bahwa Adnan adalah si biang onar di SMA Merpati.

"Ya ada apa?"

"Bintang Cyrenia dipanggil ke ruang kepala sekolah, Pak."

Bintang yang sejak tadi berusaha menahan kantuknya langsung menegakkan kepalanya saat namanya disebut. Apalagi kalimat selanjutnya adalah pemberitahuan bahwa dia dipanggil keruang kepala sekolah.

"Mana yang namanya Bintang?"

"Saya, Pak!" Teriak Bintang sambil mengangkat tangannya.

"Kamu dipanggil ke ruang kepala sekolah."

Jia dan Kayla menatap Bintang, ingin tau apa yang sedang terjadi. Padahal rasa-rasanya Bintang tidak membuat masalah yang cukup besar sehingga dia harus dipanggil ke ruang kepala sekolah. Selama kelas 12 Bintang juga sudah tidak pernah terlambat datang kesekolah, tidak pernah bolos pelajaran lagi. Tentu saja karena dia adalah contoh murid baik-baik.

Dengan penuh pertanyaan Bintang berjalan keluar kelas berhadapan dengan Adnan.

"Gue beneran dipanggil kepsek?" Tanya Bintang saat mereka berdua sedang menuruni tangga.

Adnan terkekeh menatap wajah cemas Bintang. "Iya beneran."

Bintang menatap Adnan dengan penuh kecurigaan. "Lo bohong ya sama gue?"

Kebohongan Adnan terbongkar dan dia hanya bisa tertawa saja.

Bintang berhenti berjalan, menatap Adnan yang sekarang berdiri disebelahnya. "Pasti lo ada maunya kan?"

Titik Dua dan BintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang