36 : Gaydan dan Jay

41 16 0
                                        

Tidak terasa, sudah satu minggu sejak Bintang dan Adnan resmi berpacaran. Dan semuanya terasa baik-baik saja. Mereka kemana-mana selalu berdua, dimana ada Bintang disitu ada Adnan dan begitu pula sebaliknya.

Tapi masih ada beberapa kelompok orang yang bertaruh berapa lama mereka berpacaran. Mereka menduga bahwa Adnan akan cepat bosan dengan Bintang, seperti dengan mantan-mantannya sebelumnya. Padahal sama sekali tidak seperti itu.

Semuanya berjalan dengan lancar. Tidak ada halangan yang berarti. Para penggemar Adnan hanya bisa menatap iri Bintang yang diperlakukan dengan sangat baik oleh Adnan. Berbeda saat Adnan memacari puluhan perempuan sebelumnya. Perlakuan dia sangat berbeda.

Bahkan dari cara Adnan menatap Bintang semua orang tau bahwa laki-laki itu sangat menyayangi perempuan bernama Bintang Cyrenia.

Sekarang Bintang sedang mengambil buku pelajaran di laboratorium IPA, beberapa saat lalu guru mata pelajaran Biologi meminta tolong pada dirinya.

"Eh Bin, ngapain disini?" Suara Jay menyapa.

Bintang menoleh dan tersenyum pada Jay, "Ngambil buku ini." Jawabnya sambil mengangkat dua paket buku Biologi.

"Gimana kabar lo? Udah lama gue gak ketemu lo."

Bintang tersenyum, "Baik. Gue juga udah lama gak ketemu lo, lo kemana aja?"

"Gue beberapa minggu terakhir ada lomba di luar kota. Dan baru balik kemarin."

Bintang tersenyum sambil mengangguk. "Padahal udah kelas 12 masih aja lomba."

"Lomba terakhir, Bin."

Bintang hanya tersenyum saja.

"Lo udah gapapa kan?" Tanya Jay.

Bintang kembali menoleh pada laki-laki itu, meminta penjelasan.

"Insiden kemarin...." Jay menjawab ragu-ragu.

"Oh." Bintang tersenyum tipis. "Udah kok. Gue udah gapapa."

Jay mengangguk. "Syukurlah."

Bintang hendak melangkah pergi, namun panggilan dari Jay membuatnya berhenti melangkah dan membalikkan badan.

"Gue boleh nanya?"

Bintang mengangguk.

"Lo beneran pacaran sama Adnan, Bin?"

Bodoh. Padahal Jay sudah tau jawabannya. Satu sekolah sudah tau. Dan sejak hari pertama mereka berpacaran sudah banyak orang yang memberitahu dirinya. Hanya saja, dia ingin mendengar jawaban langsung dari Bintang.

Bintang mengangguk, "Iya, Jay."

Bagi Bintang, Jay adalah teman baiknya. Selalu menjadi teman baik Bintang. Mereka menjadi rekan kerja selama lebih dari satu tahun, dan tentu saja Bintang menganggap Jay tidak lebih dari teman yang sangat baik. Sayangnya, Jay menganggap Bintang lebih dari itu.

Jay tersenyum tulus, dia menepuk pundak Bintang. "Selamat ya, Bin. Langgeng terus sama Adnan."

Bintang juga tersenyum sambil mengangguk. "Makasih, Jay."

"Gue masih suka sama lo, Bin." Tiba-tiba Jay berkata. "Tapi gue bahagia kok kalo ngeliat lo bahagia. Maaf kalo gue keliatan boong banget waktu ngomong gini. Ya karena gak mudah buat ngeliat cewek yang udah gue suka dari lama ternyata pacaran sama cowok lain."

Titik Dua dan BintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang