18 : Keep You Safe

44 22 0
                                        

Tahun ini festival musik di SMA Merpati sedikit berbeda. Karena yang menjaga keamanan adalah anak Dionysus yang sudah Adnan bagi tugasnya. Memang kebanyakan anak Dionysus adalah dari SMA Merpati. Mereka yang satu sekolah dengan Adnan bertugas untuk menjaga bagian dalam sekolah. Sedangkan yang berbeda sekolah, Adnan tugaskan untuk menjaga keamanan bagian luar.

Entahlah kenapa tiba-tiba OSIS meminta Dionysus untuk menjaga keamanan acara. Mungkin setelah melihat ada salah satu siswi mereka yang dilecehkan secara verbal, membuat Jay yang masih memiliki wewenang sebagai dewan pengawas OSIS disekolah ini menjadikan Dionysus sebagai penjaga keamanan.

Acara yang dimulai jam dua siang itu berlangsung meriah. Para murid SMA Merpati memakai baju bebas pantas. Dan kelas 12 IPA 4, kelas Bintang memilih untuk mengenakan kaos berwarna hitam dan celana jeans berwarna biru gelap. Yang laki-laki memakai jeans panjang sedangkan yang perempuan memakai jeans diatas lutut.

"Subhanallaah cantik sekali jodoh ku!" Adnan memuji Bintang.

Bintang hanya tersenyum saja. Siang ini karena masih panas, dia memilih untuk mengikat setengah rambut pendek sebahunya, dan mengenakan bandana berwarna biru gelap dengan motif bintang-bintang.

"Tapi celana lo apa gak kependekan, Bin?" Tanya Adnan.

Bintang menatap celananya, memang dia sangat jarang memakai celana pendek. Tapi bukan berarti celana yang dia pakai hari ini terlalu pendek.

"Semua orang kayak gitu kok, Nan."

Adnan masih tidak terima. Dia ingin protes,tapi teriakan dari Haikal membuatnya harus langsung pergi.

"Gue pergi dulu. Nih jaket buat nutupin kaki lo." Adnan melingkarkan jaket berwarna hitam itu pada Bintang, membuat jarak diantara mereka hanya sejengkal saja.

"Gue posesif kalo tentang lo, sayang."

----

Semakin sore sekolah semakin ramai, Bintang sekarang sedang duduk di stand kelasnya. OSIS menyediakan fasilitas tenda yang lumayan besar untuk setiap kelas. Dan tenda itu bebas mereka gunakan untuk apa saja. Ada yang berjualan makanan dan baju, tempat menyewakan kamera. Dan yang paling menarik adalah stand kelas 12 IPS 10.

Kelas 12 IPS 10 memang terkenal memiliki penghuni yang wajahnya berada diatas rata-rata. Siswanya ganteng-ganteng, dan siswinya cantik-cantik. Selain itu mereka juga terkenal karena sering membuat masalah. Kompak dalam membuat guru menangis, tapi juga terkenal akan solidaritasnya.

Anggota kelas itu sudah bersepakat untuk memakai kaos berwarna putih dan celana jeans berwarna hitam untuk laki-laki dan rok selutut berwarna hitam untuk perempuan, ditambah dengan gesper baju yang juga berwarna hitam.

Yang paling menarik dari stand kelas itu adalah, mereka tidak menjual baju atau makanan seperti kelas-kelas lain. Tapi mereka menjual wajah. Ya, siapapun yang ingin berfoto dengan salah satu anggota kelas mereka, harus membayar. Tapi anehnya, banyak yang ingin berfoto dengan salah satu anggota kelas itu. Dan tentu saja yang paling laris manis adalah Adnan Gerdapati.

Bintang tersenyum tipis saat menatap Adnan yang kesal pada Sora karena selalu memaksa laki-laki itu untuk berfoto dengan setiap pengunjung.

"Nan, mereka udah bayar!" Sora membujuk Adnan.

"Ini udah kedelapan kalinya,bodoh!" Adnan tetap tidak mau.

"Ya udah jadiin ini yang kesembilan."

"Gak mau!"

"Gue aduin sama Bintang nih."

Titik Dua dan BintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang