Hari ini adalah hari terakhir di tahun ini, tanggal 31 Desember. Dan sejak dua minggu yang lalu, Adnan sudah mewanti-wanti Bintang agar menghabiskan hari ulang tahunnya bersama dia. Dan Bintang menyetujuinya.
Lagi pula Bintang tidak mau sendirian dihari ulang tahunnya yang kedelapan belas ini. Karena biasanya Bintang akan menghabiskan seharian waktu hari ulang tahunnya bersama Papa.
Sepagi ini, Bintang sudah sibuk didapurnya. Adnan bilang bahwa dia akan sarapan bersama Bintang dan sudah tidak sabar mencicipi masakan gadis itu. Sambil bersenandung riang Bintang memasak makanan kesukaan Adnan, ayam kecap.
Jam sembilan tepat, pintu Bintang diketuk menyusul sebuah teriakan, "Bintang, ini Adnan!"
Bintang terkekeh mendengar teriakan itu, "Masuk aja, Nan!" Ujarnya.
Adnan yang sudah rapi mengenakan celana jeans berwarna hitam dan kemeja lengan pendek berwarna biru pun memasuki rumah Bintang sambil tersenyum. Senyum diwajah Adnan semakin lebar tatkala menatap Bintang yang sedang masak di dapur.
Menyadari bahwa Adnan sudah berada didalam rumahnya, Bintang menyuruh laki-laki itu untuk langsung duduk dimeja makan, "Duduk aja dimeja makan, Nan. Bentar lagi makanannya siap."
Adnan mengangguk. Kemudian dia menarik kursi dan duduk. Untuk lima menit kedepan Adnan hanya diam sambil menonton Bintang yang sedang masak. Sibuk kesana-kemari, mencicipi rasa masakannya. Dan setelahnya, masakan spesial dari Bintang pun selesai.
"Kenapa senyum-senyum?" Tanya perempuan itu.
"Gue jadi ngebayangin gimana nanti kalo kita udah nikah dan lo setiap hari masak buat gue."
"Halu lo ketinggian."
Sambil mengambil piring yang sudah Bintang beri nasi, Adnan menjawab, "Itu do'a, Bin. Emangnya lo gak mau nikah sama gue?"
Bintang lagi-lagi terkekeh, "Pacaran aja belum. Udah mikir nikah aja."
"Oh jadi lo mau pacaran sama gue sekarang? Gue tembak ya sekarang?"
Lagi-lagi Bintang tertawa, "Bukan gitu, ah."
Sambil diselingi suara tawa dan obrolan santai, mereka berdua sarapan bersama. Menikmati ayam kecap buatan Bintang yang ternyata rasanya sangat mirip dengan buatan Mama Adnan.
"Rasanya mirip sama buatan Mama gue." Ucap Adnan.
"Itu pujian?"
"Pujian dong!"
Bintang tersenyum lebar. Senang karena Adnan memujinya.
Setelah selesai sarapan, mereka berdua pergi ke pemakaman Mama dan Papa. Dan seperti biasa, Bintang membawa bunga gerbera. Bedanya sekarang dia membawa dua tangkai bunga itu. Satu untuk Mama dan satu untuk Papa.
Didampingi Adnan, Bintang berjongkok di samping pusara Mama. Dia mengganti bunga gerbera lama dengan yang baru. Begitu pula dengan pusara Papa.
"Hai, Ma, Pa. Hari ini Cyren ulang tahun. Ulang tahun pertama Cyren tanpa Papa. Dan ulang tahun ke tiga belas Cyren tanpa Mama."
Adnan hanya diam saja. Dia tertunduk. Tentu saja dia juga sedih karena mendengar perkataan itu dari Bintang.
"Tapi Cyren gak sendirian hari ini. Cyren pikir setelah Papa udah gak ada, Cyren bakal melewatkan ulang tahun Cyren sendirian. Tapi ada Adnan yang nemenin Cyren."
KAMU SEDANG MEMBACA
Titik Dua dan Bintang
Teen FictionNama laki-laki itu Adnan Gerdapati Maharaja, laki-laki paling tampan dan populer seantero SMA Merpati. Dia juga adalah ketua geng Dionysus, salah satu geng motor yang sudah berdiri sejak lama dan memiliki reputasi mengerikan. Adnan dicap sebagai ana...
