Surat dari Bintang Cyrenia untuk Adnan Gerdapati Maharaja
"Untuk Adnan Gerdapati Maharaja kesayangan Bintang.
Kamu tau gak, sejujurnya aku selalu suka nama kamu, apalagi nama belakang kamu yang terdengar gagah dan kuat, layaknya raja-raja di masa lalu. Dan sama kayak kamu yang akan selalu kuat.
Apa kabar London, Nan? Gimana kabar pusat peradaban dunia itu? Kota yang selayaknya ketua bagi kota-kota lain di dunia ini. Si gemerlap yang suka sekali menyendiri dan menyembunyikan lukanya dibalik kejamnya tampilan luar kota itu. London. Salah satu kota yang ingin sekali aku datangi suatu saat nanti.
London sama seperti kamu, Nan. Setidaknya, aku memandangnya seperti itu.
Dan apa kabar kamu, Nan? Gimana kabar pusat dunia aku ini? Apa kamu baik-baik aja? Apa kamu baik-baik aja tanpa aku?
Sejujurnya kabar aku gak baik-baik aja, Nan. Enggak. Kabar aku gak pernah baik sejak perpisahan kita satu tahun yang lalu. Iya aku bohong. Maaf karena aku udah bohongin kamu. Aku gak baik-baik aja, Nan. Bahkan sejujurnya aku gak mau kita pisah.
Padahal aku yang minta kita buat udahan. Padahal aku yang mau kita selesai. Padahal aku duluan yang mutusin buat keluar dari dunia dongeng yang kamu bangun itu. Lucu, ya? Maafin aku ya, Nan.
Tapi udahlah, semua udah berlalu. Mungkin sekarang kita udah terlalu jauh untuk bisa sama-sama lagi.
Ah, kalo kamu baca ini berarti aku udah gak ada lagi di bumi. Enam bulan lalu, dokter memvonis aku mengidap penyakit TBC, penyakit yang juga diderita oleh Mama dan Bunda aku. Dua orang itu sudah ga ada sekarang, Nan. Dan sekarang tinggal nunggu waktu kapan aku juga ga ada. Makanya aku nulis surat ini buat kamu, sebagai surat permintaan maaf dan salam perpisahan.
Sejujurnya aku pun gak tau mau nulis apa disini. Tapi intinya aku mau minta maaf sama aku. Terlalu banyak salah aku sama kamu, Nan, sampai rasanya gak cukup aku tuliskan di dalam selembar kertas ini. Maafin aku yang egois ya, Nan. Aku cuman gak mau membatasi mimpi-mimpi kamu.
Karena aku yakin, kamu bisa menggapai banyak sekali hal-hal hebat diluar sana. Hal yang jauh lebih hebat dari hanya sekedar bersama seorang perempuan kecil seperti aku. Aku cuman gak mau menjadi penghalang untuk kamu, Nan.
Tapi kamu harus tau, kalo semua misi-misi aku, semua petualangan aku, dongeng dan juga mimpi-mimpi aku itu ada di kamu, Nan. Selalu ada di kamu sejak pertemuan pertama kita 5 tahun lalu. Di hari paling mengerikan dalam hidup aku itu.
Mungkin bagi kamu pertemuan pertama kita itu waktu hari pertama masuk kelas 12. Waktu kamu di tabrak sama geng musuh kamu. Iya, mungkin bagi kamu itu adalah pertama kali kamu ketemu aku. Tapi bagi aku enggak, Nan.
Kamu masih inget kan cerita dari Gaydan, soal hari paling mengerikan dalam hidup aku itu. Terutama tentang kamu yang nyelametin aku dari para preman-preman itu. Iya, itu adalah pertama kalinya aku ketemu sama kamu. Sama malaikat penyelamat aku yang menjadi pusat dunia aku sampai sekarang. Cinta pertama dan terakhir aku.
Padahal kamu sendirian, tapi kamu berhasil ngalahin mereka. Aku takjub. Sangat takjub. Yang aku ga tau saat itu adalah ternyata kamu udah sabuk hitam taekwondo, makanya dengan mudah kamu mengalahkan mereka. Dan yang lebih membuat aku takjub adalah kamu sambil senyum mengulurkan tangan ke aku, ngebantu aku berdiri.
Dan dengan gaya kamu yang selalu sok keren tapi entah kenapa ngebuat jantung aku berdegup lebih cepat itu kamu bilang, 'Lain kali kalo ada preman-preman lagi yang gangguin lo panggil gue aja. Gue anak SMP Merpati'
KAMU SEDANG MEMBACA
Titik Dua dan Bintang
Teen FictionNama laki-laki itu Adnan Gerdapati Maharaja, laki-laki paling tampan dan populer seantero SMA Merpati. Dia juga adalah ketua geng Dionysus, salah satu geng motor yang sudah berdiri sejak lama dan memiliki reputasi mengerikan. Adnan dicap sebagai ana...
