"Nan, Kevin sama temen-temennya nantangin kita."
Pemberitahuan dari Ken itu membuat Adnan yang baru sampai ke markas Dionysus jadi berhenti melangkah. Alis kanannya langsung terangkat, sambil menatap Ken dia berkata, "Berani juga mereka."
"Lah kan Bokapnya Kevin salah satu petinggi kepolisian, udah pasti dia berani!" Haikal menyaut.
"Lah si Oom Adnan yang pertama kan Jendral polisi, terus yang kedua laksamana besar. Gak usah takut!" Bayu mengingatkan Haikal dengan jabatan tinggi yang dipunyai kedua pamannya itu.
"Bokapnya aja tuh yang beda sendiri!" Farel mencibir.
"Anjing lo!" Adnan tertawa pada Farel.
Sebenarnya perkataan Farel ada benarnya. Keluarga besar Adnan memang terkenal dengan latar belakang militer yang mereka miliki. Kakek Adnan dulu adalah seorang Jendral dan pernah menjabat sebagai menteri pertahanan sebelum akhirnya pensiun. Dan tentu saja kedua kakak Papa Adnan mengikuti jejak ayah mereka, berkecimpung didunia militer. Hanya Alfian Maharaja, anak bungsu dari keluarga itu yang memilih jalur yang berbeda yaitu dengan menjadi pengusaha tambang batu bara.
Dan Adnan sebagai cucu laki-laki satu-satunya, karena kedua Oomnya tidak memiliki anak laki-laki, diharapkan bisa mengikuti jejak Kakek dan kebanyakan keluarga mereka. Tapi Adnan belum tau. Apakah dia akan mengikuti jejak Kakek dan Oomnya atau mengikuti jejak Papanya.
"Jadi gimana, bos?" Biru yang sudah tau apa yang terjadi di SMA Merpati bertanya.
"Diterimalah!" Jawab Adnan.
"Lo yakin?" Aksara bertanya.
"Kenapa enggak? Dionysus ni bos." Suara jenaka Adnan kembali.
"Udah gila tu anak!" Bayu menggeleng-gelengkan kepala.
----
Seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya oleh pihak musuh, dua kubu yang saling bermusuhan itu bertemu disebuah lahan luas yang jauh dari rumah penduduk. Adnan tidak tau lahan ini milik siapa. Tapi pasti yang jelas adalah milik salah satu dari anak buah Kevin.
Malam ini tidak semua anak Dionysus Adnan suruh untuk datang kesini, hanya sekitar 30 orang. Alasannya karena ini bukan pertarungan resmi, lagipula pemicu masalah ini bukan salah satu dari anggota Dionysus atau salah satu dari anggota lawan, tapi dari Sora.
Dan sudah bisa ditebak bahwa Kevin membawa lebih banyak pasukan bersamanya, mungkin sekitar lebih dari lima puluh orang. Sudah bisa ditebak pula, bahwa mereka semua takut dengan Dionysus.
Dibarisan paling depan anak-anak Dionysus, berdiri ketua mereka, Adnan Gerdapati yang sekarang sudah memakai pakaian hitam-hitam. Mereka semua juga mengenakan jaket levis khas geng Dionysus itu.
"Kalian semua bener-bener gak takut mati!" Kevin yang sore tadi baru keluar dari IGD setelah dirawat selama hampir tiga hari berteriak kepada mereka semua.
"Bukannya lo yang gak takut mati?" Farel bertanya. "Dikepala lo aja masih ada plester lukanya, dan sekarang lo malah nantangin kita." Laki-laki itu tersenyum miring.
"Gak usah banyak bacot!"
"Woi Kevin!" Adnan berteriak. "Lo tau kenapa nama geng ini diambil dari nama dewa pesta, Dionysus? Bukan dari nama dewa perang, Ares?" Adnan berbasa-basi sambil membiarkan otak cemerlang Ken bekerja untuk mencari strategi. Walaupun anak Dionysus pintar berkelahi, namun mengalahkan 50 orang bukanlah hal yang mudah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Titik Dua dan Bintang
TienerfictieNama laki-laki itu Adnan Gerdapati Maharaja, laki-laki paling tampan dan populer seantero SMA Merpati. Dia juga adalah ketua geng Dionysus, salah satu geng motor yang sudah berdiri sejak lama dan memiliki reputasi mengerikan. Adnan dicap sebagai ana...
