-Si Pusat Tata Surya-
Dulu saat masih percaya tentang dunia dongeng karena Mama sering menceritakan sebelum tidur, Mama selalu berkata bahwa sama seperti bumi yang memiliki pusat tata surya, manusia juga memilikinya. Mama percaya bahwa manusia juga menjadikan manusia lain sebagai pusat tata surya dalam hidupnya. Seperti halnya dulu Mama yang bertahun-tahun menjadikan Papa sebagai pusat tata surya dalam hidupnya.
Bintang yang saat itu masih balita tentu belum mengerti betul apa maksud perkataan Mama. Tapi, sekarang Bintang akhirnya mengerti apa maksud kalimat yang selalu terdengar indah itu. Saat dia yang disadari atau tidak selalu tertarik dan masuk ke dalam pesona tak berujung laki-laki dengan mata seindah rembulan itu.
Seorang laki-laki yang Bintang jadikan pusat dunia, pusat tata suryanya, pusat alam semesta Bintang. Sayangnya bukan hanya Bintang yang memandangnya seperti itu. Tapi hampir separuh dari semua siswi yang ada disekolah ini juga memandang laki-laki itu seperti Bintang memandangnya. Menjadikan dia pusat tata surya mereka.
Dan dalam ketidakmungkinan yang semakin mustahil dari hari ke hari itu, Bintang juga semakin dalam jatuh pada laki-laki tersebut. Dua tahun lalu, saat pertama kali bertemu dengannya, Bintang pikir dia hanya kagum pada laki-laki yang telah menjulurkan tangannya untuk Bintang. Tapi ternyata berawal dari perasaan kagum itu lahirlah perasaan suka dan jatuh cinta.
Iya, Bintang jatuh cinta pada seorang lelaki yang dijadikan pusat dunia oleh banyak perempuan. Perempuan yang lebih layak bersanding dengannya dibandingkan Bintang.
Laki-laki itu, Adnan Gerdapati. Sosok lelaki yang bagaikan magnet, menyita seluruh perhatian bahkan di saat hari pertama bersekolah. Tampan, tinggi, kaya raya, badboy, pesonanya yang tak berujung itu mampu membuat siapa saja yang melihatnya langsung jatuh hati. Termasuk Bintang.
Dia jatuh cinta pada Adnan bahkan saat pertama kali mereka bertemu. Cinta pandangan pertama. Padahal Bintang tidak percaya akan hal itu. Tapi Adnan membuktikannya untuk Bintang.
Seorang laki-laki paling populer yang ada disekolah ini. Bahkan dia dan keempat temannya sudah bergabung menjadi salah satu anggota geng Dionysus. Salah satu geng motor bergengsi yang ada di kota ini. Semua yang ada dalam diri Adnan itu sempurna.
Dia juga sangat lihai dalam bermain basket. Lihatlah sekarang, saat dia sedang bermain basket melawan kakak kelas 12 semua orang yakin bahwa Adnan yang akan menang. Lapangan yang semula sepi itu menjadi ramai saat orang-orang tau bahwa Adnan sedang bermain.
Iya, laki-laki itu memang sangat populer.
"Bintang, awas!"
Bintang kaget untuk dua hal. Pertama karena teriakan membahana dari Jia dan Kayla, kedua karena bola basket yang melambung tinggi itu sudah menghantam kepalanya lebih dulu sebelum Bintang sempat menghindar atau bahkan menyadari apa yang sedang terjadi.
"Anjir!" Bintang mengaduh kesakitan sambil memegangi kepalanya yang terasa berdengung sekarang.
Sekarang semua tatapan orang-orang tertuju pada Bintang yang sedang terduduk di tanah karena terkenal bola berat itu. Sudah harus merasakan sakit karena bola, Bintang juga harus merasa malu karena semua orang sekarang melihat ke arahnya.
"Lo gapapa, Bin?" Kayla bertanya sambil membantu Bintang duduk dengan benar.
"Gapapa mata lo! Itu kening Bintang benjol!" Jia berteriak ke arah Kayla yang meringis melihat kening merah Bintang.
Mata Bintang bahkan sampai berkaca-kaca saking kerasnya bola itu mengenai dirinya. "Sakit banget." Keluh perempuan itu pada kedua sahabatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Titik Dua dan Bintang
Teen FictionNama laki-laki itu Adnan Gerdapati Maharaja, laki-laki paling tampan dan populer seantero SMA Merpati. Dia juga adalah ketua geng Dionysus, salah satu geng motor yang sudah berdiri sejak lama dan memiliki reputasi mengerikan. Adnan dicap sebagai ana...
