13 : Misi Ketiga

51 17 0
                                        

Istirihat sepertinya menjadi waktu paling ditunggu dan dinanti setiap siswa disemua sekolah selain jam pulang. Seperti halnya di SMA Merpati, murid-murid terbagi dalam beberapa golongan.

Golongan murid-murid kelaparan yang di jam istirahat pertama dan kedua tetap pergi ke kantin dan makan. Golongan murid-murid yang memilih untuk mengeluarkan keringat dengan bermain basket di lapangan. Ada juga golongan murid-murid yang mengeluar keringat dengan cara mengobrol sampai jam istirahat habis di pinggir lapangan.

Atau golongon murid paling sedikit yang menghabiskan waktu istirahat dengan belajar di perpustakaan atau dikelas. Dan golongan yang menghabiskan waktu istirahat mereka dengan bertamu ke kelas lain, biasanya kelas si pacar. Adnan, termasuk golongan terakhir.

Setelah dia misi pertama dan kedua Adnan berhasil dilakukan dengan beberapa pengorbanan dan bujuk rayu, Adnan berencana untuk melaksanakan misi ketiga dalam kamus mendekati seorang Bintang Cyrenia.

Misi ketiga Adnan Gerdapati : Mengajak Bintang Cyrenia jalan.

Tapi Adnan sudah yakin dan tau bahwa Bintang tidak akan menerima begitu saja ajakan jalan bersama Adnan. Jika Bintang menerima dalam satu kali ajakan mungkin Adnan akan mengadakan acara syukuran tujuh hari tujuh malam.

"kalian berlima tuh gak ada kerjaan lain apa selain ke kelas ini?!" Kayla mengeluh karena sekarang hampir setiap hari Adnan, Bayu, Haikal, Farel dan Ken akan masuk ke kelas 12 IPA 4."Mana berisik lagi!"

"Ye kan cewek kelas ini pada cantik-cantik." Farel menaik-turunkan kedua alisnya sambil menatap Kayla.

"Najis!" Kayla bergidik ngeri dan segera menjauh dari Farel.

"Ye, ntar lo suka sama gue!" Farel semakin gencar menganggu Kayla.

Yang diganggu sekarang sudah pindah tempat duduk, "Gak bakal!"

Dilain sisi ada Jia yang sekarang sedang diajari oleh Ken.

"Kan kemarin gue udah ngajarin lo yang ini, Jia."

"Ya gue lupa."

Ken menghembuskan napas pelan. Menghadapi Jia memang butuh kesabaran ekstra.

"Ya udah sini gue ajarin lagi." Ujar Ken lebih lembut.

Jia tersenyum lebar dan segera memperhatikan penjelasan dari Ken.

Dan jangan lupakan Adnan yang sekarang sedang menatap Bintang dengan tatapan memuja serta sebuah senyum tipis yang terukir diwajah tampannya.

"Kenapa?" Bintang bertanya setelah menyadari Adnan sejak tadi menatapnya.

"Jalan, yuk!" Adnan menjawab sambil tersenyum lebar.

"Sama mereka?" Tunjuk Bintang pada teman-temannya dan teman-teman Adnan.

Laki-laki itu menggeleng. "Berdua aja."

Bintang hanya menatap Adnan selama beberapa detik, "Emangnya kapan?"

"Tanggal delapan, hari sabtu nanti. Mau ya?"

Sejenak Bintang berpikir,dia sedang mengingat apa yang dia lakukan tanggal delapan nanti. "Gue sibuk, mau nganterin bokap."

"Gue anterin deh."

"Ke rumah sakit?"

Adnan mengangguk.

"Enggak deh, gue bisa sendiri."

Titik Dua dan BintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang