37 : Tuan Alfian

35 15 0
                                        

Istirahat pertama ini Bintang dibuat heboh oleh Adnan yang belum mengerjakan pekerjaan rumahnya. Membuat perempuan itu jadi mengomel pada Adnan yang berstatus sebagai pacarnya.

"Kebiasaan banget deh, Nan, gak pernah ngerjain pr." Omel Bintang disebelah Adnan yang menulis dengan cepat karena pr ini harus dikumpulkan setelah istirahat.

"Kalo gini berarti bukan pekerjaan rumah namanya, tapi pekerjaan sekolah." Bintang masih mengomel.

"Kan aku udah nganggap sekolah sebagai rumah" Adnan nyengir dan memperlihatkan deretan giginya yang rapi itu.

"Alasan klasik, Nan." Ujar Bintang. "Udah cepet ngerjain, waktu istirahat tinggal 10 menit lagi."

Adnan kemudian kembali melanjutkan tulisannya, sedangkan Bintang disebelahnya sedang memakan bakso. "Bin, entar malam Papa mau ketemu sama kamu."

Bintang tersedak begitu mendengar omongan Adnan. Dia terbatuk-batuk.

"Makanannya pelan-pelan dong, Bi." Ucap Adnan sambil menyodorkan Bintang segelas air.

Bintang meminum air tersebu dengan cepat. "Ya kamu mendadak bilang gitu."

"Emang kenapa?"

"Papa kamu mau ketemu sama aku?" Bintang bertanya memastikan.

"Iya. Aku udah cerita kok sama dia kalo kita pacaran"

"Kok mendadak banget sih, Nan?"

"Gak mendadak sih, sebenarnya aku lupa ngasih tau pagi tadi."

"Sama aja, Adnan Gerdapati."

Adnan hanya tersenyum saja. "Gapapa, Bin. Papa gak galak kok, ya walaupun sering marah. Tapi kalo ketemu kamu dia pasti berubah jadi baik. Mumpung Papa juga lagi ada di Indo, besok dia udah terbang lagi ke luar negeri." Jelas Adnan sambil memegang bahu Bintang.

"Tapi aku belum nyiapin baju, Nan. Gak mungkin kan aku makai baju sembarangan ketemu Tuan Alfian Maharaja."

Adnan terkekeh, "Gak usah dipikirin. Pokoknya nanti jam tujuh aku jemput kamu."

Bintang menghela napas kemudian mengangguk saja.

Tapi yang heboh bukan hanya Bintang saja, saat dia menceritakan pada Jia dan Kayla, dua orang itu juga sama hebohnya sama seperti Bintang tadi.

"Seriusan?!" Tanya Kayla.

"Iya, Kay!" Bintang setengah berteriak kemudian dengan cepat menutup mulutnya karena seisi kelas menatap ke arahnya.

"Tuan Alfian Maharaja?" Kayla memastikan.

"Emang Adnan punya papa lain?" Bintang balik bertanya.

"Ya enggak sih. Maksud gue Tuan Alfian yang itu, kan? Yang salah satu orang terkaya di Asia. Anggota keluarga Maharaja kan?"

"Adnan juga anggota keluarga Mahajara kalo lo lupa." Jia yang menjawab.

Bintang hanya menghela napas pelan. Dia menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi.

"Padahal kalian pacaran belum genap satu bulan" Ucap Jia.

"Makanya. Mendadak banget." Ujar Bintang. "Tapi masuk akal sih, karena dia bilang kalo Papanya jarang ada dirumah."

Jia dan Kayla kemudian mengangguk. "Terus yang bikin lo pusing apa?"

"Gue belum siap-siap, Jia. Gue ga tau mau pakai baju apa, atau harus ngapain nanti. Dia bukan orang sembarangan. Konglomerat." Jawab Bintang berapi-api.

Kayla kemudian menepuk pundak Bintang. "Percaya sama Adnan, dia gak bakal bikin lo dipermaluin."

Bintang hanya tersenyum tipis saja.

Titik Dua dan BintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang