Ada yang tidak biasa dengan pemandangan didepan rumah Bintang pagi ini. Kalau biasanya adalah Adnan yang menunggunya diatas motor, sekarang ada Gaydan yang menunggunya didepan mobil berwarna putih bersih itu. Ya, Gaydan adalah seorang laki-laki yang menyukai warna putih dan menyukai kebersihan.
"Lah?" Bintang menatap aneh Gaydan yang sekarang memakai seragam putih abu-abu yang sama seperti dia kenakan.
"Kenapa? Aneh ya gue makai baju ini?" Tanya Gaydan.
Bintang tertawa dan menggeleng. "Lo beneran pindah kesini? Bukan cuma liburan?"
"Gue beneran pindah dan menetap di Indo, Ren. Kayaknya udah cukup ya gue tiga tahun di luar negeri." Gaydan menjawab sambil tersenyum.
"Ke SMA Merpati?"
Gaydan mengangguk. "Biar bisa jagain lo."
"Gue bukan anak kecil lagi, Dan." Bintang tertawa kecil. "Eh lo udah sarapan belum?"
Gaydan menggeleng. Dia sengaja tidak sarapan dulu sebelum kesini karena ingin mencicipi masakan Bintang.
"Ya udah masuk dulu, kita sarapan bareng, gue gak mau sarapan sendirian."
"Gak ada orang dewasa yang gak berani sarapan sendirian." Cibir Gaydan.
Bintang memukul pelan bahu Gaydan.
Mereka berdua kemudian masuk kedalam. Pagi ini masakan Bintang adalah capcai kesukaan Papanya.
"Widih capcai. Masih apal aja lu kesukaan gue, Ren." Gaydan bersorak senang.
"Ini kan juga kesukaan Papa."
"Kan gue sama Papa emang banyak kesamaan."
Bintang hanya tersenyum saja.
Setelah sarapan kedua orang itu kemudian berangkat. Namun, sebelum Bintang masuk ke mobil Gaydan, telfonnya berdering. Panggilan masuk dari Adnan.
"Halo kenapa, Nan?" Ucap Bintang sesaat setelah mengangkat telfon itu.
"Gue gak bisa berangkat bareng lo. Gue sakit perut jadi mencret-mencret. Maaf ya, lo gak marah kan?"
"Lo sakit?" Tanya Bintang balik.
"I...iyaa perut gue yang sakit."
"Ya udah gapapa. Tapi lo sekolah gak?"
"Iya sekolah, kok!"
"Oke. Gue berangkat bareng Gaydan kok, jadi gapapa."
"Maaf ya, Bin. Hati-hati dijalan."
"Semoga cepet sembuh, Nan."
Setelah itu Bintang memutuskan panggilan telfon dan masuk kedalam mobil Gaydan.
"Siapa, Ren?"
"Dari Adnan. Dia bilang gak bisa nganter gue kesekolah pagi ini."
Gaydan menoleh menatap Bintang, "Adnan Gerdapati yang ketua geng Dionysus itu kan?" Tanya Gaydan berpura-pura tidak tau.
Bintang mengangguk. "Lo tau soal geng itu?"
"Gue pernah sekilas denger tentang mereka." Jawab Gaydan. "Lo udah lama kenal sama dia?"
"Kenal sih udah lama. Siapa sih di SMA Merpati yang gak kenal sama dia." Jawab Bintang sambil terkekeh.
"Terus udah lama kalian deket?"
Bintang tersenyum tipis. "Udah tiga bulan ini dia ngedeketin gue, dan pernah bilang suka sama gue." Bintang tidak pernah berbohong pada Gaydan sekecil apapun itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Titik Dua dan Bintang
Teen FictionNama laki-laki itu Adnan Gerdapati Maharaja, laki-laki paling tampan dan populer seantero SMA Merpati. Dia juga adalah ketua geng Dionysus, salah satu geng motor yang sudah berdiri sejak lama dan memiliki reputasi mengerikan. Adnan dicap sebagai ana...
