16 : Pengumuman Kepemilikan

49 21 0
                                        

"Bintang ayo pacaran!"

Suara Adnan yang berteriak dilapangan basket sana mengundang perhatian banyak orang. Jika yang berada di SMA Merpati sekarang cuman anak-anak Merpati itu tidak jadi masalah karena mereka sudah terbiasa mendengar teriakan Adnan yang mengajak Bintang berpacaran.

Tapi masalahnya hari ini adalah festival olahraga tahunan yang setiap tahun diadakan. Dan tahun ini tuan rumahnya adalah SMA Merpati. Jadi hari ini SMA Merpati ramai dengan murid-murid dari sekolah lain, ada dari SMA Gadjah Mada dan SMA Saganda juga.

Bintang yang baru saja keluar dari kelas dibuat geleng-geleng kepala karena teriakan Adnan barusan.

"Bintang gue suka sama lo!" Adnan berteriak sekali lagi.

"Gue rasa urat malu tu cowok udah putus." Jia berkomentar yang disetujui oleh Kayla sedangkan Bintang hanya terkekeh saja.

Karena hari ini ada SMA Gadjah Mada dan SMA Saganda, tentu saja akan ada Neya dan Dara. Dua orang itu adalah pentolan dari sekolah masing-masing.

"Halo!" Andara menyapa ketiga sahabat barunya itu dengan heboh. Sangat berbeda dengan Neya yang hanya tersenyum saja.

Sejak acara ulang tahun Adnan satu minggu lalu, mereka berlima sudah membuat grup bersama. Seperti grup remaja perempuan lainnya, yang akan selalu berisik membicarakan apa saja.

"Lo lomba apa, Ney?" Tanya Kayla.

"Panah nanti."

"Wah lawan Jay dong lo."

"Jay? Mantos Merpati kan?"

Jia, Kayla dan Bintang mengangguk.

"Kalo lo, Dar?"

"Gue sih nanti renang."

"Wah hebat!"

"Eh, eh disekolah kalian yang paling jago basket siapa?" Jia penasaran.

"Aksara kayaknya, soalnya dia kapten basket." Jawab Neya.

"Kalo di Saganda mah, Biru." Jawab Andara. "Tapi sejago-jagonya mereka berdua masih lebih jago Adnan."

"Emang iya?"

"Kan yang ngajarin Biru dan Aksara basket ya si Adnan."

Bintang mengangguk-angguk lantas menatap Adnan dibawah sana yang sudah seperti pelatih basket sedang mengomel Aksara dan Biru yang sejak tadi tidak berhasil mencetak angka.

----

Pertandingan basket sedang berlangsung dilapangan sekarang. Dan Bintang tidak tertarik menonton itu. Dia tidak mengerti bagaimana sistematis pertandingan itu. Jadilah dia sendirian duduk dikantin. Jia dan Kayla sedang bersiap untuk lomba voli, sedangkan Andara dan Neya juga sedang lomba.

Iya, Bintang bukanlah seorang siswi yang berbakat dalam bidang olahraga. Selain cheers dia tidak pernah mengikuti ekstrakulikular apapun lagi. Meski pernah satu tahun menjabat sebagai Sekretaris OSIS, bukan berarti Bintang akan mengikuti lagi organisasi lainnya.

"Eh ada cewek, sendirian aja nih?" Sebuah suara menyapa Bintang.

Bintang hanya diam sambil melirik sekilas tiga orang laki-laki yang sedang berjalan menghampirinya itu.

"Mau ditemenin gak?" Laki-laki kedua menyapa.

Dari seragamnya sudah bisa dipastikan bahwa mereka bukanlah anak Merpati, Gamada atau Saganda. Sepertinya mereka anak SMA Pelita Harapan.

Titik Dua dan BintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang