12 : Luapan Amarah

46 18 0
                                        

Adnan dikejutkan oleh suara terompet kecil yang ditiup oleh keenam temannya saat dia baru sampai di markas Dionysus. Adnan menatap ke enam temannya itu dan bertanya apa yang sedang mereka rayakan, "Pada ngerayain apa nih?"

"Perayaan buat lo." Jawab Biru sambil memberikan Adnan sebuah cupcake berwarna biru.

Adnan menerima cupcake itu."Kenapa gue?"

"Karena lo udah berhasil mecahin rekor lu untuk bertahan sama satu cewek yang sama selama satu bulan!" Aksara berteriak gembira diikuti tawa keempat temannya yang lain.

Adnan juga tertawa, "Emang udah sebulan ya?"

Bayu mengangguk, "Sebulan yang lalu itu waktu lo minta nomor Bintang di warung depan sekolah!"

Adnan menepuk pundak Bayu senang, "Wah ternyata lo inget!" Tertawa. "Ya udah gue traktir kalian malam ini."

Keenam orang itu saling lirik lantas juga saling berbisik, "Yes, rencana berhasil!"

Tanpa ba-bi-bu dan tanpa basa-basi, ketujuh orang itu langsung menuju salah satu restoran mewah. Tenang saja, uang Adnan tidak akan habis cuman karena mentraktir teman-temannya. Adnan memang dikenal sebagai seorang laki-laki yang tidak pelit. Mungkin itu salah satu alasan uang Adnan tidak pernah habis, dia mudah berbagi.

"Jadi kapan lo mau nembak Bintang, Nan?" Biru yang sedang menyantap sepotong paha ayam sendirian bertanya.

"Gak tau." Jawab Adnan.

"Jangan kelamaan." Aksara berujar.

"Lo tau kan Nan, kalo si mantan ketos sok itu suka sama Bintang?" Haikal melirik Adnan yang sedang meminum minuman bersoda.

Adnan hanya mengangguk saja.

"Widih, populer juga Bintang sampe mantan ketos suka sama dia." Biru berkomentar.

"Ya emang. Tu cewek emang populer dan banyak yang suka." Farel yang selalu tau gosip-gosip teraktual menambahkan. "Cuman ya gitu, dia terlalu tebal masang tembok."

"Kayak Neya." Aksara menyaut.

"Yoi, tu cewek berdua sama. Sama-sama gantungin kalian berdua!" Biru tertawa terbahak-bahak.

Adnan menatap Aksara, "Gimana kalo kita pertemuin aja Neya sama Bintang. Biar bisa curhat supaya gak gantungin kita lagi!"

"Bener, tuh!" Aksara setuju.

"Ken, lo bawa deh Jia sekalian!" Adnan menyenggol Ken. "Biar gak gantungin lo terus jadi 'sahabat masa kecil'."

Ken hanya diam saja, memang diantara teman-temannya cuman Ken yang paling pendiam.

"Dan lo Ru, lo bawa deh tu pacar baru lo si Andara!"

Biru hanya mengiyakan saja perkataan Adnan.

"Ya udah nanti aja kita bicarain lagi, siapa tau besok gue udah ada cewek." Haikal berujar.

"Makanya gercep dong sama Karina!" Komentar Farel.

"Udah bodoh, dianya aja kayaknya yang gak mau suka sama gue."

"Pindah haluan dong!" Bayu menambahkan.

"Entarlah gue cari lagi."

Obrolan mereka pun berlanjut, dari mulai membahas cewek, membahas pelajaran, membahas konspirasi dunia, hingga membahas tentang hari kiamat. Memang ada-ada saja pembicaraan ketujuh laki-laki itu jika sedang bersama.

Titik Dua dan BintangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang