"Saya selalu menemukan bahwa hujan itu sangat menenangkan."
- Venus Williams
☆☆☆
Hari ini langit sedang menangis, yes rain. Gladys mengeratkan pelukannya pada jaket yang ia gunakan.
"Ah males banget gue belajar hari ini," Keysa berguling-guling dilantai kelas. Untung gadis itu mengenakan celana kalau tidak sudah sejak tadi Riski menjewer nya.
"Bangun Key, ini lagi hujan dan Lo guling-guling kek gitu lantai dingin." Valen menggelengkan kepalanya heran, Keysa memang sangat bar-bar.
"Bisa nggak sih jamkos hari ini," Tasya ikut membaringkan dirinya disamping Keysa. Dasar kembaran sama saja.
Hujan sangat deras diluar sana, memberikan suasana yang nyaman untuk tidur, sama halnya dengan kelas Gladys hari ini. Mereka semua bermalas-malasan tidak ada niat untuk belajar.
Aura menatap Gladys sedari tadi, seperti ada yang berbeda dari gadis itu.
Gladys yang merasa ditatap pun mengedarkan pandangannya. "Apa?" Tanya Gladys.
Aura memicingkan mata "Lo nggak kek biasanya, seperti ada yang berbeda."
Tasya dan Keysa yang sejak tadi bertengkar merebutkan jaket Rian untuk dijadikan bantal seketika berhenti.
Menatap Gladys sama yang dilakukan Aura. Tasya memunculkan senyum menyebalkan yang sangat mirip dengan spongebob.
"Lo bisa nggak sih jangan munculin eskpresi kek gitu, hah?"
"Jijik tau nggak." Keysa menabok muka Tasya menggunakan jaket Rian.
Tasya yang mendapatkan serangan tiba-tiba melakukan roll kedepan. Sungguh bar-bar kedua saudara kembar ini.
"Untung hayati terlatih." Tasya membenarkan bajunya dan mengibaskan rambutnya kebelakang.
Keysa menatap datar Tasya sedangkan Aura tertawa terpingkal-pingkal melihat Tasya melakukan roll kedepan.
"Hahaha, sakit perut gue liat ekspresi lo," Aura mengusap air matanya.
Sungguh temannya sangat random, Gladys hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka.
Tasya mendelik tajam kearah Aura yang tertawa sambil memukul meja.
"Ra! Lo gue tabok ya." Aura mencoba meredam tawanya.
"Habisnya lo ngapain make roll kedepan sih?"
"Itu namanya gerakkan pertahanan diri." Tasya memukul dada kirinya sombong.
"Gerakan pertahanan bapak lo." Keysa memutar bola matanya malas. Terkadang dia bingung apa Tasya yang selama ini berbagi rahim dengannya?
Kenapa dirinya tidak memiliki kembaran yang seperti dalam cerita novel yang cool, yang cuek, yang savage.
Lah ini gesrek iya, barbar iya. Setidaknya jika dia bar-bar masih ada Tasya yang menutupi itu. Tapi jika seperti ini? Ah sudahlah.
Keysa memajukan mukanya kearah Gladys, Gladys yang melihat Keysa seperti itu refleks memundurkan tubuhnya.
"Apa sih." Gladys menatap Keysa aneh yang mengendus-endus tubuhnya.
"Bukan wangi strawberry, ini jaket siapa yang lo pakai?" Keysa menatap jaket terlihat kebesaran pada Gladys dengan pandangan bertanya.
Gladys menatap dirinya lalu menatap mereka bertiga "Punya Saga." Mereka bertiga membulatkan matanya.
Saga? Saga Grissham Maheswara? Ada hubungan apa Gladys dengan Saga?
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGLA (SELESAI)
Ficção Adolescente[Follow sebelum membaca] #2 In Youth 19 Agustus 2021🥈 Hanya cerita ringan yang menyentuh hati kalian. _________ "Rasanya gue suka sama lo sendirian, dan itu buat gue ngerasa sengsara tapi anehnya gue malah makin suka sama lo." "Gue ngak pernah mint...
