◜38◞ Dua Pria

3.3K 385 61
                                        

"Jika tidak bisa menjaganya, berikan dia kepada saya. Biarkan saya yang memperkenalkan dia dengan istana impian yang sesungguhnya."

☆☆☆

Hari ini cuaca terlihat sangat cerah, Matahari pun bersinar sangat terang dan juga hangat. Sangat menyiratkan suasana bahagia.

Namun tidak untuk Gladys, selama Saga pergi ke Bogor hari-hari gadis itu terasa ada yang berbeda.

"Hayolo ngelamunin apa." Riski merangkul bahu gadis itu tiba-tiba.

Gladys menatap cowok itu tajam, "kaget tau." Gadis itu mencubit gemas pinggang Riski.

Riski terkekeh melihat reaksi Gladys, gadis itu benar-benar berhasil membuat dia dan yang lainnya merasa hidup kembali. Kedatangannya sebagai anggota baru benar-benar berhasil membuat kelas mereka dipandang dan terasa hidup kembali.

"Maaf, habisnya dari tadi gue perhatiin diem terus,"

Gladys menelungkup kan wajahnya pada meja, terlihat mood gadis itu sedang tidak baik.

"Nggak mood," Riski mengusap kepala gadis itu pelan, seolah Gladys adalah kaca yang bila dilepas sedikit saja akan hancur berkeping-keping.

Gladys menatap kedepan, ingat tentang Gio dua hari ini menghantui pikirannya.

"Iky." Panggil Gladys dan menegakkan tubuhnya kembali.

"Kenapa hm?"

Gladys terdiam beberapa saat, haruskah dia berbagi dengan Riski? Tapi yang terjadi saat ini benar-benar mengganjal baginya.

"Mau cerita, boleh?" Riski menarik hidung Gladys, kenapa gadis itu sangat menggemaskan?

"Cerita aja kek sama siapa aja harus ijin dulu,"

Gladys menyengir kecil, sifat yang seharusnya ia perlihatkan pada keluarganya justru ia tunjukkan pada mereka yang tidak memiliki hubungan darah sedikitpun.

"Menurut lo, kalau tiba-tiba sifat orang berbeda itu maksudnya gimana?" tanya Gladys.

Riski mengerutkan keningnya bingung, maksud gadis itu apa?

"Berubah? Berubahnya gimana?" Gladys menggaruk pipinya bingung.

"Yang kek huum ... Awalnya tuh cuek tiba-tiba care,"

Riski menatap manik mata gadis itu, apa Gladys sedang dalam keadaan itu?

"Kalau menurut gue, itu karena dia lakuin karena kemauan diri dia sendiri ataupun ada dorongan untuk ngelakuin itu."

Gladys makin dibuat bingung mendengar ucapan Riski.

"Kenapa? Ada yang bikin kepikiran? Atau ada sesuatu?" Riski memperhatikan raut wajah gadis itu, seperti ada yang menganggu pikirannya.

"Gue juga sebenarnya bingung Ki, Gio tiba-tiba care sama gue. Padahal gue sama dia nggak deket."

Gladys menghembuskan napasnya pelan, sejujurnya dia tidak suka situasi seperti ini. Gio yang tiba-tiba care sama dia dan belakang ini juga dia seperti selalu diperhatikan dari jauh. Tapi dia tidak pernah mengetahui siapa itu.

Riski terdiam mendengar ucapan gadis itu. Gio, dia sedikit kaget mendengar penuturan Gladys. Itu berarti dia tidak salah menilai jika cowok itu memang berbeda saat menatap Gladys.

Cowok itu menyandarkan tubuhnya pada kursi, melipat kedua tangannya di depan dada. "Jujur gue juga nggak paham sama dia, tapi perlu lo tau dia sering perhatian lo diem-diem."

Riski tahu arti tatapan Gio pada Gladys, tatapan yang sama saat Saga menatap gadis itu. Apa terjadi cinta segitiga pada persahabatan mereka?

Bruk

SAGLA (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang