◜15◞ Penyembuh

6.4K 751 84
                                        

Hai, terimakasih banyak untuk kalian yang udah baca cerita aku dan ngasih vote buat cerita ini. Dan buat kalian yang komen, kalian semua penyemangat aku.

Sekali lagi terimakasih, pembaca aku bener-benar naik drastis. Dan buat kalian yang promosi in di TikTok. Thank you very much.

Tetap dukung cerita ini ya, dan jangan lupa vote dan komen yang banyak. Karena kalian penyemangat aku untuk update cepat tiap harinya♡.

☆☆☆

"Kau adalah pemeran dalam opera bernama dunia, dan di opera itu, kau harus berperan sebaik mungkin untuk cerita orang lain dan diri sendiri."

☆☆☆

Saga menjalankan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata. Kecewa dan emosi menguasai dirinya.

Rahang tegas itu mengeras, mata yang biasanya menatap hangat kini menajam, tidak ada raut wajah bersahabat disana.

Inikah luka sebenarnya? Inikah luka yang Papah nya maksud? Luka yang kapan saja bisa meruntuhkan hidup nya.

Tangan Saga meremas perut kanan atasnya, nyeri itu menghantam dirinya lagi.

Saga menekan rem nya mendadak, sakit itu seakan bisa saja membunuh nya kapan saja.

Saga turun dari motornya dan berjalan kesisi jalan memuntahkan isi perutnya.

"Papah sakit." Saga memejamkan matanya kuat dan meremas perut kanan atasnya yang terasa sakit.

Wajahnya pucat, keringat dingin mengucur deras di keningnya. Saga menyandarkan tubuhnya pada pohon yang berada dibelakang nya.

Mencoba mengatur nafasnya dan memejamkan mata. Kejadian tadi kembali terlintas di benak nya.

"Saya tidak pernah menginginkan kehadiran anak penyakitan seperti dia!"

Sakitnya melebih sakit yang tengah ia rasakan saat ini.

Saga mengedarkan pandangannya kesisi taman, dia tidak sadar berada di kompleks ini.

Saga menegakkan tubuhnya saat netra nya tak sengaja melihat tubuh yang ia kenali.

Tanpa mempedulikan rasa sakitnya Saga berjalan kearah orang itu "Gladys."

DEG

Dia tidak salah mengenali sosok yang berada dihadapannya ini tapi orang itu bukan seperti yang ia kenal.

Gladys menatap Saga dengan mata yang memerah, bisakah dia berbagi dengan Saga saat ini?

Saga duduk disamping Gladys dan menarik tubuh itu pelan kedalam dekapannya. Tangis Gladys pecah saat itu juga.

Ini yang dia butuhkan sebuah pelukan tanpa perlu menjelaskan. Saga bersusah payah menahan rasa sakit ditubuhnya dan menahan emosi melihat Gladys seperti ini.

"Jangan nangis gue disini." Saga mengusap punggung yang kian bergetar itu.

"Gue capek, Ga." Gladys mencengkram erat jaket hitam milik Saga. Untuk pertama kalinya dia menunjukkan sisi rapuh dirinya pada orang lain.

Saga membiarkan Gladys menangis hingga beberapa menit suara tangisan Gladys mulai terhenti Saga melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Gladys.

Meneliti setiap lekuk wajah gadis itu, Rahang nya kembali mengeras saat melihat luka dikening Gladys.

"Ini kenapa?" Tanya Saga seraya mengelus pelan luka dikening Gladys. Gladys tidak menjawab apa-apa hanya diam.

Saga paham sekarang, ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya pada Gladys.

SAGLA (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang