chapter 24

13 1 0
                                        

Tiga motor dengan 6 orang di atas nya, berkendara tidak teratur di samping kanan dan kiri alivar. Ia menyerngit dan melihat mereka bergantian. apa apaan ini?.

Begal kah?.

Dengan sekali tarikan, motor alivar terhenti dan melihat tiga jejeran motor di hadapan nya.

"Serahin tas lo!."Perintah seseorang yang sudah turun dari motor nya dan berjalan mendekat ke arah alivar.

Alivar membuka helm nya dan terkekeh."Jambret lo? begal?."Tanya alivar.

"Gausa bacot. cepet serahin tas lo!.'

Alivar menepis kencang tangan lelaki itu saat berusaha mengambil tas nya. ia tidak akan menyerahkan tas nya begitu saja.

Bugh!.

Pukulan tiba tiba dari belakang membuat alivar tersungkur ke depan. Ia kembali berdiri dan menggendong tas nya di depan nya lalu menatap enak orang itu bergantian karena mereka mengelilingi nya.

"Jangan keroyokan kalau bisa!. pengecut!."Bentak alivar.

"Serahin sekarang atau kita habisin lo."Ucap salah satu nya.

"Ga akan!."

Jawaban dari alivar, sontak membuat mereka semua memukuli lelaki itu yang sesekali di balas oleh alivar.

"Arghh! sial!. itu punya gue anjing!."Bentak alivar menarik tas nya yang ingin di ambil oleh satu orang di antara ke enam nya.

"Lepasin!."

Alivar berusaha menarik tas nya namun pukulan kembali mendarat di tubuh nya membuat ia kembali tersungkur dan melepaskan tas nya begitu saja. Tanpa menunggu aba aba, mereka semua pergi meninggalkan alivar di jalanan yang sangat sepi.

Alivar yang melihat itu berusaha mengejar tapi tidak bisa.

Sial! uang milik nya. uang itu, alivar membutuhkan nya untuk biaya sekolah dan rumah sakit. tapi kenapa mereka dengan mudah nya merebut? apa mereka tidak tau bahwa alivar berusaha mendapatkan uang itu dengan susah payah?

"Mah, alivar kalah lagi."Human alivar pelan sambil berusaha berdiri dan duduk di atas motor nya.

"Gue lemah banget anjing!."Gerutu alivar, memukul stir motor nya kuat.

Lagi lagi ia gagal mempertahankan sesuatu yang cukup berharga bagi nya.

*****

Saat masuk ke dalam rumah sakit, alivar menatap mamah nya sedikit kaget saat melempar beberapa kertas pada alivar.

Ia berjongkok dan melototkan mata nya, kenapa mamah nya bisa membaca surat lamaran kerja milik nya? arghh! bodoh.

"Mah, al-."

"Jelasin sama mamah kenapa ada surat lamaran kerja di tas kamu!."Ucap sofia dingin dan sedikit tidak menyangka.

"Mah, al cuman iseng aja ko, al cuman isi waktu luang. iya. gaada maksud apa apa mah."Bohong alivar.

"Bohong al! kamu bohong sama mamah! mamah udah suruh temen mamah buat ikutin kamu tadi."Ucap sofia.

"Mah, al.."

"Kenapa kamu juga ga bilang sama mamah kalau kamu ga di transfer uang sama papah? kita bisa pergi dari rumah sakit ini."Saat ingin melepas selang infus nya, alivar lebih dulu mencegah dan menggeleng.

"Engga mah. ga boleh."

"Mamah cuman nyusahin kamu! buat apa mamah ada disini, kalau perlu mamah gausa ada di dunia ini! mamah itu nyusahin. kamu sengsara karena mamah!."Parau sofia yang langsung di dekap erat oleh mamah.

"Mamah ga pernah nyusahin alivar. mamah ga buat alivar sengsara. itu ga sama sekali."Ucap alivar pelan sambil mengusap rambut mamah nya lembut.

"Papah kamu jahat al. bahkan dia nyerahin perusahaan yang seharusnya itu jadi milik kamu."Alivar mengangguk.

"Alivar gapapa mah."

"Jangan bilang gapapa terus, mamah tau kamu ga baik baik aja."Ucap sofia melerai pelukan nya dan mengusap air mata nya.

"Alivar beneran gapapa mah."Ucap alivar lagi meyakinkan.

"Al, izinin mamah keluar dari rumah sakit ya? mamah gamau terus terusan disini, biaya disini mahal, kamu pasti kesusahan cari biaya nya al.."Lirih sofia.

Alivar menggeleng dan mengusap tangan mamah nya."Alivar ga kesusahan, alivar seneng bisa kerja untuk mamah. ini aja ga seberapa di banding perjuangan mamah ngebesarin alivar. jadi jangan pernah bilang kalau mamah nyusahin, karena itu ga sama sekali."

"Al."

"Iya mah?."

"Kamu bisa kan tanpa mamah?."

*****

Beberapa preman yang tadi menjambret alivar, kini memarkirkan motor nya di rumah yang tidak terlalu besar, rumah ini juga tidak dekat dengan jalanan perkotaan dan keramaian.

"Nih bos tas nya."Ujar ketua preman itu sambil menyodorkan tas alivar pada lelaki yang menyuruh nya.

Lelaki itu mengangguk dan memperhatikan tas alivar lalu kembali melempar tas itu pada anak buah nya yang langsung di tangkap oleh salah satu dari mereka.

"Bagus! saya suka kerja kalian. tapi, ambil aja uang di dalam tas itu,. soal bayaran, sudah saya transfer ke rekening kalian."

"Serius bos?."Tanya nya tidak percaya

Lelaki itu mengangguk."Serius. silahkan pergi."

"Baik bos. terimakasih, kalau ada apa apa telpon kita aja."Ucap preman itu dan keluar dari sana meninggalkan lelaki itu seorang diri.

Gelak tawa dari dalam rumah itu."Haduh, al al, lagi lagi lo kalah sama gue."Gumam Arthur sambil kembali tertawa.

"Mandiri dan kerja terus al, karena gue akan tetap buat lo menderita sampai lo hilang di dunia ini."Gumam Arthur tajam.

Tapi ia rasa, dengan ini saja tidak cukup. ah shit! seperti nya ia harus membuat sesuatu yang membuat alivar benar benar hancur.

Senyuman smirk kini terlihat jelas di wajah Arthur, ia menggeleng pelan."Huh! kayak nya cara gue bakal bener bener buat lo hancur kali ini."

"See, kita mulai secepat nya."Ucap Arthur berdiri dari duduk nya dan berjalan keluar dari rumah itu menuju suatu tempat di mana Kayla menunggu nya sekarang.

Jangan tanyakan lagi, bahwa kedua nya sudah resmi berpacaran setelah Kayla benar benar putus dari alivar.

Arthur memarkirkan motor nya, dan berjalan masuk ke dalam cafe lalu mengedarkan pandangan nya mencari Kayla.

"Ar? kemana aja si?."Tanya Kayla saat Arthur menduduki bokong nya di hadapan Kayla.

"Aku ada urusan, kamu udah lama disini?."

Kayla menggeleng."Ga terlalu si. emang kamu ada urusan apa?."Tanya Kayla sedikit penasaran.

"Ga penting buat di bahas. oh iya, udah pesen belum?."Tanya Arthur mengalihkan pembicaraan nya.

"Udah ko. tinggal tunggu aja."Sahut Kayla walau sedikit curiga dengan urusan yang di sebut Arthur tadi. Huft! kenapa Arthur tidak pernah jujur pada nya. Berbeda dengan alivar yang slalu mengatakan semua nya pada Kayla.

Bahkan sikap Arthur juga sangat manis saat Kayla masih berpacaran dengan alivar, sekarang, Kayla merasa bahwa Arthur malah berubah setelah berpacaran dengan nya.

Ah shit! Kayla tidak boleh berfikir yang tidak tidak soal ini. mungkin hanya perasaan nya saja kan?.




















......
ALLO

JANGAN LUPA TERUS DUKUNG CERITA INI. DAN SEMOGA KALIAN SUKA SAMA CERITA NYA.

BTW, JAGA KESEHATAN!.

DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN VOTE AND COMEN UNTUK PART INI.

SEE YOU NEXT PART AND HAVE A NICE DAY!!♡♡

ALIVAR (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang