chapter 10

22 3 0
                                        

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Suara itu terdengar begitu jelas di ruangan milik rama. Ia terus memukuli alivar di hadapan nya yang sudah terjatuh lemas karena pukulan keras dari nya.

"Apa yang udah kamu lakukan alivar?!. apa kerjaan kamu hah? bolos? iya?!."Bentak rama dengan nafas yang tidak teratur.

Sedikit saja, bahkan alivar tidak membalas pukulan bertubi tubi dari rama. Ia sadar kalau ini memang salah nya, dan ia juga akan biarkan Rama menghajar nya habis habisan, atau mungkin sampai papah nya puas.

oke! alivar akan melihat sampai mana rama tega melakukan hal ini pada nya.

"Saya sudah mahal mahal membiayai kamu sekolah, tapi kamu malah bolos! kamu mau menjadi anak bodoh?! iya?!."

"Gue cape."

"Cape kamu bilang?!itu karena kamu terlalu fokus menjaga sofia! sudah cukup kamu menjaga dia, pada akhir nya, dia akan mati juga!."

Bugh!.

Alivar menonjok pipi papah nya kuat. sudah baik alivar diam, tapi malah rama memancing nya.

"Jangan bawa bawa mamah gue! kalau urusan nilai, ya gaada hubungan nya sama mamah gue! faham lo?!."Bentak alivar.

Plak!.

Tamparan yang rama lemparkan untuk nya terasa begitu sakit di wajah nya."Mana sopan santun kamu alivar! saya membiayai kamu sekolah untuk belajar yang benar! bukan malah bejad seperti ini."

"Mau jadi apa kamu nanti?! nilai ancur, sopan santun gaada! apa kamu yakin bakal jadi orang sukses iya!."

"Brandalan! kenapa kemarin juga kamu membuat Arthur terluka hah?."

Alivar menyerngit mendengar ucapan rama, arthur? bahkan menyentuh nya saja tidak. apalagi membuat nya terluka. Pikir alivar.

"Alivar ga sentuh Arthur sama sekali!."

"Pembohong!."Sekali lagi, rama menonjok kencang perut alivar membuat lelaki itu mundur ke belakang dan memegang perut nya yang terasa sakit.

Tubuh nya seakan remuk karena rama. Dan alivar benar benar tidak menyangka bahwa rama tega melakukan ini pada nya.

"Bahkan ucapan alivar aja papah ga percaya. papah lebih percaya Arthur, anak yang jelas jelas bukan darah daging papah sendiri."

"Saya percaya pada Arthur karena saya tau, dia tidak sebejad kamu!."

"Bejad?."Kekeh alivar sambil menggeleng.

"Yang bejad itu lo!. brengsek, bajingan!. lo yang bejad ram, bukan gue!. lo tega ngebiarin istri lo koma, ngelawan hidup nya sendiri ram. sendiri. apa lo peduli?! Apa lo temenin dia hah?! Ngga! Lo malah milih pergi sama cewe lain! jadi disini, yang bejad itu Lo atau gue!."Bentak alivar kencang.

Ia rasa, rama bukan lagi seseorang yang seharus nya ia hormati saat ini.

Alivar menepis kasar lengan rama yang ingin kembali memukul nya, dan mengeluarkan hp milik nya lalu menghadap kan kamera ke arah Rama.

"Liat!. Introspeksi diri itu penting, kayak nya lo kurang introspeksi diri, itu makan nya lo ga pernah tau diri lo sebejad apa sampai sampai lo ngatain gue kayak gitu."Ucap alivar dan memasukkan kembali hp nya ke saku.

Sebelum pergi, alivar menepuk nepuk pelan pundak rama yang hanya terdiam."Lo ga pantes di hormati. papah kayak lo itu ga berhak dan seharus nya ga usah ada yang hormati lo."

"Mikir ya, inget, pake otak."Gantung alivar.

"Itu juga kalau masih ada."Lanjut nya dan benar benar pergi meninggalkan rama.

Alivar tau, setelah ini rama akan membenci nya. dan alivar juga akan membenci rama. apa dia pikir, alivar akan terus diam seperti ini?.

*****

Atlas menarik lengan rain dan berlari ke arah luar rumah membuat rain berdecak dan menghempas lengan atlas saat sudah di bagasi.

"Apaan si lo narik narik!. pake lari segala, tar kalau gue jatuh gimana!."Kesal rain.

"Tolongin gue rain."

"Tolong apaan? gue ngantuk banget nih."Decak rain.

"Alivar ga masuk hari ini!. hp nya ga aktif, chat nya ceklis satu, gue cari ke rumah sakit juga dia gaada."Ucap atlas khawatir.

Rain membulatkan mata nya."Apa karena kemarin?."Tanya rain.

"Bisa jadi! ayo cepet naik, gue takut dia kenapa napa. kita harus cari alivar sampai ketemu."Ujar atlas masuk ke dalam mobil nya duluan di ikuti oleh rain.

"Lo mau cari kemana?."Tanya rain sambil menatap jalanan untuk mencari lelaki itu.

"Gue gatau."

"Bodoh!. gini deh, tempat yang alivar suka kunjungi dimana?."

"Rumah pohon di taman deket komplek si biasanya."Ujar atlas menoleh ke arah rain sekilas.

"Yaudah kesana."

"Ya juga ya."Rain memutar bola mata nya malas.

"Tapi kak, sebenernya lo ngapain ajak gue si? kan gue ga ngebantu apa apa lagian."Heran rain. ya emang kan? Orang yang tau tentang alivar, atlas doang. ngapain minta bantuan sama rain?.

Atlas memberhentikan mobil nya saat sudah di dekat taman itu dan menatap rain."Gue yakin alivar luka."

"Terus?."

Atlas mengambil sesuatu di jok belakang dan menyodorkan nya pada rain."Nih, ada kotak p3k, makanan juga. dia belum makan kayak nya."Ujar atlas sambil melihat satu motor yang sangat ia kenal.

"Ya terus gue harus apa?."

"Ga lucu kalau gue yang obatin dia. masa sama satu gender, ya kalau sama lo kan bisa pdkt, kali aja."

"Gila lo!. tapi lo yakin alivar beneran ada disini?."

Atlas mengangguk tanpa menatap ke arah rain.

Rain menyerngit, mengikuti kemana arah pandang atlas dan melihat satu motor yang juga ia kenal."Itu, motor alivar kan?."

"Iya. sana. dia butuh temen."

Rain menggigit bawah bibir nya ragu."Kak, jangan gue deh."

"Terus siapa? kayla? ga mungkin. dia ga peduli sama alivar. jadi lo aja."

"Gimana kalau dia marah sama gue karena gue datang kesana?."

"Ga akan. percaya sama gue."

"Kak. yakin lo?."Ucap rain yang masih ragu.

Atlas memutar bola mata nya malas."Keluar atau gue seret."Rain menghela nafas nya pelan lalu keluar dari mobil atlas.

Saat ingin kembali berbicara, atlas lebih dulu pergi meninggalkan rain."Dih! Gue abisin juga tuh orang!."Kesal nya.





















......
ALLO

JANGAN LUPA TERUS DUKUNG CERITA INI. DAN SEMOGA KALIAN SUKA SAMA CERITA NYA.

BTW, JAGA KESEHATAN!.

DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN VOTE AND COMEN UNTUK PART INI.

SEE YOU NEXT PART AND HAVE A NICE DAY!!♡♡

ALIVAR (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang