Rain menatap kosong ke arah depan setelah turun dari motor Arthur dan itu membuat seluruh tatapan siswa dan siswi menatap ke arah kedua nya.
Jika tidak paksaan dari Arthur, rain tidak ingin bareng dengan lelaki itu.
Arthur menoleh ke arah rain dan melihat gadis itu yang terdiam dengan mata yang berkaca kaca."Rain? kenapa hm?."Tanya Arthur lembut dan sial nya itu membuat rain meneteskan air mata nya.
Ia tau bahwa lelaki itu sedang berpura pura saat ini.
Tanpa banyak bicara, ia pergi dari sana namun lebih dulu di cekal oleh Arthur."Bareng dong."
"Lepas!."Bentak rain dengan bisikan nya.
"Gamau ikutin kata kata gue?."Tanya Arthur sambil menunjukkan smirk nya di dekat wajah rain. Rain memejamkan kedua mata nya sekilas lalu hanya mengikuti kemana tarikan lengan lelaki brengsek di hadapan nya.
"Ar?!."Arthur dan rain berhenti melangkah saat melihat Kayla yang berdiri di hadapan kedua nya dengan tatapan benci ke arah rain.
"Kenapa?."Tanya Arthur sedikit cuek.
"Jadi ini alasan lo ga bisa jemput gue? karena rain? iya?."Tanya Kayla dengan emosi yang sedikit memuncak.
"Kalau iya kenapa?."Tantang Arthur.
"Sial! kenapa si lo slalu rebut cowo yang di deket gue hah? cih! lo kan punya alivar, kenapa Arthur juga lo rebut hah?!."Tanya Kayla, berusaha untuk menjambak rambut rain namun lebih dulu di tepis oleh Arthur.
"Jangan coba coba buat sentuh cewe gue!."
Mata Kayla melotot mendengar ucapan Arthur, begitu pun dengan alivar yang baru saja datang disana.
"Maksud lo?."Tanya alivar dingin sambil mendekat ke arah kedua nya.
"Pagi al, oh iya pulang sekolah gue undang kalian ya buat makan di cafe deket sekolah, buat ngerayain jadian gue sama rain. ya itung itung pj, gimana?."
Lengan alivar terkepal kuat, rahang lelaki itu mengetat begitu mendengar ucapan dari Arthur.
"Jadian?."
"Iya. Kenapa?."Tanya Arthur dengan wajah konyol nya, berusaha membuat panas antara ketiga nya dan ia rasa ini berhasil.
Alivar menepis lengan Arthur yang menggenggam lengan rain, lalu menggandeng lengan rain kasar untuk pergi dari sana. Ia benar benar tidak menyangka bahwa rain melakukan ini.
"A-al, sakit.."Ringis nya.
"Bacot anjing!."Bentak nya di tengah tengah koridor.
"L-lepas, awss.."Alivar melepas lengan rain kasar dan menatap gadis itu tajam, penuh dengan amarah.
"Lo.bohong.rain."
"Kenapa lo lakuin ini sama gue?! bilang sama gue kalau itu bohong!."Ucap nya keras.
Rain menelan saliva nya kasar lalu mendonggak dengan air yang sudah membasahi kedua pipi nya. Ia melirik ke arah tembok, dan melihat Arthur yang berada di sana, mengisyaratkan bahwa rain harus berbohong kali ini.
"Jawab gue rain!."
"Itu bener."
"Anjing! kenapa?!."
"Kita udah putus, al."Balas rain, menahan rasa sesak di dada nya. haruskah ia menyakiti alivar kali ini? rasanya rain ingin sekali mengakhiri nya, tapi nyawa lelaki itu bisa saja terancam.
"Ga harus sama Arthur, rain!."
"Gue punya keputusan buat hidup gue, dan gue juga punya pilihan. Lo ga berhak ngatur karena Lo bukan siapa siapa."Ucap rain berani membuat Arthur yang berdiri di balik tembok itu tersenyum puas.
"Sialan! Gue benci lo. lo lakuin hal sama apa yang Kayla lakuin ke gue waktu itu. itu terulang lagi rain, sama lo sekarang."Alivar berusaha untuk tidak melakukan tindakan fisik apapun, ia mendekatkan wajah nya ke arah rain dan melihat wajah gadis itu dari dekat.
"Sakit, rain."Bisik alivar dengan nada sedikit sendu, sambil menunjuk ke arah dada nya.
*****
Atlas memperhatikan rain yang baru saja pulang dari sekolah. Ia melihat mata adik nya yang begitu sembab, tapi bukan itu yang atlas pedulikan saat ini, tapi berita yang terjadi hari ini.
"Kenapa lo lakuin ini?."Tanya atlas dingin tanpa menatap ke arah rain.
"Lakuin apa?."
"Lo freak."Ucap atlas.
"Gue cape, gausa ganggu gue."Balas rain yang ingin pergi ke kamar nya namun terhenti karena ucapan atlas.
"Lo sama kaya Kayla. kenapa lo buat alivar ngerasain ini lagi rain?. Lo tau, dia bisa tambah benci sama lo, bahkan bisa sama gue juga."Ucap atlas sedikit tegas.
Rain membuang nafas nya pelan lalu berbalik untuk menatap Kaka nya.
"Gue ga peduli kalau pun dia benci sama gue."
Atlas menatap rain tidak percaya, ia menggeleng."Kenapa Lo berubah kayak gini? ini bukan diri lo."
"Gue ga berubah, ini emang sifat gue. gue suka sama Arthur dari lama."
"Rain!."Bentak atlas.
"Kak! lo tau kan kalau cinta itu ga bisa di paksain? kalau gue emang suka sama Arthur, apa Lo berhak marah sama gue? gue ga pernah minta perasaan gue datang ke Arthur, jadi stop larang gue sama dia!."Bohong nya, ia memegang kuat tali tas nya saat melihat atlas yang menatap nya kecewa.
Rain sadar kalau ini memang membuat atlas kecewa. Tapi rain tidak bisa melakukan apapun selain mengikuti perintah lelaki bodoh itu.
Atlas mengatur nafas nya lalu menghampiri ke arah rain. Ia yakin ada sesuatu yang di sembunyikan oleh adiknya, atlas percaya bahwa rain hanya mencintai alivar.
"Ada yang lo sembunyiin dari gue?."
"Gaada, semua nya bener."
"Jujur sama gue, rain. gue kaka lo, Lo ga bisa sembunyiin sesuatu dari gue."
"Gue harus jujur bagian mana kak?."
"Jujur kalau apa yang Lo ucapin tadi itu ga bener. gue tau lo. dan gue yakin kalau Lo gaakan lakuin ini."Pinta atlas dengan sedikit memohon.
"Gue ga bohong, itu jujur. udah kan? gue cape, mau tidur."Ucap rain, kembali berbalik untuk pergi ke kamar nya namun lagi lagi langkah nya terhenti.
"Kenapa lo berubah kayak gini?. ini bukan adik gue yang gue kenal. lo beda dan lo ngecewain gue kali ini."Tanpa menjawab apapun, rain berjalan cepat ke arah kamar nya dan masuk ke dalam kamar nya.
Rain melempar tas nya kasar."Gue juga kecewa kak sama diri gue..hiks.."
"Gue kecewa karena buat alivar sakit lagi kali ini, tapi gue harus ngapain, kak?.."Lirih nya sedikit prustasi.
Hp di saku nya bergetar, pertanda ada pesan masuk dari seseorang.
+6259*******
Bagus rain, jangan pernah jujur soal ini. karena gue udah pasang beberapa alat sadap di rumah lo, termasuk tas lo. jangan pernah coba' buat bocorin ini ke siapa pun termasuk atlas.
Have fun cantik
Rain menutup handphone nya kembali, ia tau bahwa pemilik nomor itu adalah Arthur.
"Lo brengsek ar, lo bajingan. gue benci lo."Ucap rain sedikit keras, ia tidak peduli jika lelaki itu mendengar ucapan rain lewat alat sadap nya.
Karena nyatanya, Arthur memang lelaki brengsek yang pernah rain kenal.
......
APA KABARNYA?.
JANGAN LUPA TERUS DUKUNG CERITA INI. DAN SEMOGA KALIAN SUKA SAMA CERITA NYA.
BTW, JAGA KESEHATAN!.
DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN VOTE AND COMEN UNTUK PART INI.
SEE YOU NEXT PART AND HAVE A NICE DAY!!♡
KAMU SEDANG MEMBACA
ALIVAR (END)
Fiksi Remaja[FOLLOW SEBELUM MEMBACA! DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT!.] "Gue slalu ngerasa kalau tuhan ga adil. dia ga kasih gue celah kebahagian, dia ga pernah denger gue. gue cape. berkali kali gue bilang dan teriak kalau gue cape. tapi tuhan ga pernah denger gu...
