"Lo kerja disini al?."Tanya Orion sambil menduduki bokong nya di kursi yang masih kosong.
"Ya gitu deh."Ucap alivar.
"Gausa kerja dulu, sini aja kumpul bareng."Ujar atlas yang di angguki oleh rain dan teman teman nya yang lain.
"Ga enak sama pekerja lain."
"Ga enak apa nya si?. udah ayo duduk."
"Gausa. nih, ayo tar gue anterin."Ujar alivar menyodorkan list makanan ke meja itu. Atlas menghela nafas nya dan mulai memesan makanan begitu pun dengan yang lain.
"Oke, tar gue anter kalau udah selesai."Ujar alivar berjalan meninggalkan meja itu menuju dapur cafe.
"Ka keenan kemana? ko gaada?."Tanya rain yang langsung membuat tari juga ikut menoleh.
"Paling nanti. gatau juga datang atau ga."Jawab atlas.
"Ga lo chat tar?."Tanya Orion.
"Lo aja kak."
"Lo aja, biar kalian berdua tambah deket. kan kece."Ucap Orion menaik nurunkan alis nya.
"Ga mau kak."
"Tar-."
"Gausa maksa deh! ori!."Potong atlas malas.
"Eh sorry telat."Mereka semua menoleh dan melihat ke arah Keenan yang baru saja datang dengan anak perempuan yang ada di gendongan lelaki itu.
"Wah! ada mantan gue nih, sini del duduk."Ujar Orion, menepuk tempat sebelah nya.
"Gila lo! adek gue baru umur lima tahun! jangan lo ajakin zina."Ketus Keenan sambil menduduki bokong nya di sebelah tari.
"Kak tari!. ko ga pernah main lagi ke rumah adel?."Tanya adel sambil berpindah untuk duduk di pangkuan tari.
"A-ah, itu, kaka sibuk. maaf ya?."
"Kak tari nya sibuk lupain kak Keenan tuh del. cegah dong. comblangin sama kamu del."Timpal Orion yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari keenan.
"Pantes kak Keenan suka curhat sama adel katanya kan tari gamau deket deket kak Keenan. kak tari tau ga si, kak Keenan suka sedih gara gara Kaka."Keenan meringis pelan mendengar ucapan adik nya, sial! kenapa adel menjadi provokator?.
Tari menoleh ke arah Keenan sekilas dan melihat lelaki itu yang menatap ke arah lain.
"Oh ya? terus, gimana lagi?."Tanya tari sambil mengusap rambut adel.
"Katanya kak Keenan kangen sama Kaka. Iya kan ka keenan?."
"Ngga."Sahut Keenan cepat.
"Kak Keenan bohong Mulu!. Ish!."Decak adel.
"Udah ya cadel. lo ga usah ngomong Mulu, nih mending makan."Ujar Orion menyodorkan popcorn yang baru saja di bawa oleh alivar.
"Wah jagung!."Binar nya.
"Popcorn! jagung jagung, norak amat."Koreksi Orion malas.
"Iya sama aja."Ucap adel, menyuapi popcorn itu ke mulut nya.
"Ikutin kak iyon ya."Adel mengangguk.
"Pop."Ucap Orion.
"Pop."Jawab Adel mengeja.
"Corn."
"Corn."
"Jadi?."
"Jagung."Jawab adel kembali meneruskan makan nya.
"Anjing."Umpat Orion ,menatap malas ke arah adel. Agatha yang berada di samping Orion itu berdecak mendengar Orion.
"Kek nya bagi lo ga anak kecil ga dewasa lu anggap sama deh."
"Biarin lah. biar pendidikan dia luas."
"Belagu! cuman ngeja popcorn doang di kata pendidikan luas."Timpal atlas malas.
"Sini al."Suruh rain, menepuk tempat sebelah nya saat alivar sudah mengantarkan makanan ke beberapa meja termasuk meja mereka.
"Pasti lo cape ya al?."Tanya keenan, menatap wajah lesu dari alivar.
Alivar mendonggak dan menggeleng."Ga cape ko, lagian gue cuman nganter nganter makanan doang."Rain menoleh saat mendengar jawaban alivar.
Ia yakin bahwa alivar berbohong, terlihat jelas bahwa wajah nya begitu terlihat ingin istirahat.
"Kalau mau pulang, pulang aja. gue izinin papah ya?."Bisik rain yang langsung membuat alivar menoleh dan menggeleng.
"Gue masih mau disini."
"Yaudah kalau gitu."
*****
Senyuman alivar mengembang saat melihat bunga tulip putih kesukaan mamah nya di lengan nya. Hari ini, adalah hari ulang tahun mamah nya dan alivar berencana untuk pergi ke makam nya pagi ini.
Untung saja ia tidak bersekolah selama dua Minggu ke depan. Jadi, ia bisa banyak waktu untuk pergi kesini.
Setelah sampai, ia berjongkok dan meletakkan bunga tulip itu di depan batu nisan milik sofia
"Assalamualaikum mah."Ucap nya, mengusap batu nisan itu pelan lalu mulai berdoa.
Ia membuang nafas nya pelan dan memperhatikan tulisan di batu nisan milik mamah nya."alivar datang lagi. Selamat ulang tahun ya, alivar gabisa kasih apapun selain doa buat mamah."
"Maaf ya mah, alivar di skors di sekolah dan gabisa banggain mamah. Lagi lagi, alivar terus terusan gagal dan kalah sama keadaan."
"Cape mah.."Lirih nya pelan.
"Alivar mau ikut mamah aja, boleh?."Ucap nya dengan suara yang mulai serak.
"Pasti kalau alivar ikut mamah, kita bisa bahagia disana. alivar gausa mikirin tentang papah lagi, pasti enak kan mah?."
"Kenapa mamah ga ajak al?."
Alivar mendonggak dan mengusap air mata nya kasar. Begitu sunyi, seperti kehidupan alivar setelah mamah nya pergi. Ia hidup hanya untuk mamah nya, tapi jika mamah nya pergi, untuk apa ia masih disini?.
"Al?."
Alivar terdiam sebentar saat mendengar nama nya di panggil, ia menoleh ke belakang dan berdiri lalu menatap pa Jojo yang ternyata ada disini."Pa Jojo? ngapain?."
"Abis jenguk istri bapa."
Alivar menatap wajah pa jojo heran, dan mengigit bawah bibir nya."Maksud bapa?."Pa Jojo tersenyum kecil dan menepuk pundak alivar.
"Istri bapa udah meninggal satu tahun lalu."
"Jadi, bapa cuman tinggal sama anak bapa?."Pa Jojo mengangguk.
"Bahkan anak bapa satu satu nya juga tidak tau kemana, dia ikut pergi dengan istri nya."Jawab pa Jojo, merasakan sedikit rasa sesak.
"M-maaf, alivar ga bermaks-."
"Gapapa, oh iya, kamu sendiri ngapain disini?."Tanya nya mengalihkan pembicaraan.
"Al, jenguk mamah juga."Ucap alivar, menggeser tubuh nya dan memperlihatkan makan mamah nya.
"Ini makam mamah kamu?."Alivar mengangguk.
Pa Jojo mendonggak dan menatap wajah alivar, lalu mengusap pundak lelaki itu."Bapa bangga sama kamu al. walau kita baru ketemu, bapa ngerasa kalau kamu itu bener bener orang baik. bapa yakin, mamah kamu juga bangga sama kamu di atas sana."
Tatapan pa Jojo mengingat alivar kepada papah nya. Ucapan pa Jojo bahkan lebih lembut di banding ucapan papah nya sendiri.
"Bangga?."Pa Jojo mengangguk.
"Tapi kata papah, al ga pernah banggain papah."
......
ALLO.
JANGAN LUPA TERUS DUKUNG CERITA INI. DAN SEMOGA KALIAN SUKA SAMA CERITA NYA.
BTW, JAGA KESEHATAN!.
DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN VOTE AND COMEN UNTUK PART INI.
SEE YOU NEXT PART AND HAVE A NICE DAY!!♡♡
KAMU SEDANG MEMBACA
ALIVAR (END)
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA! DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT!.] "Gue slalu ngerasa kalau tuhan ga adil. dia ga kasih gue celah kebahagian, dia ga pernah denger gue. gue cape. berkali kali gue bilang dan teriak kalau gue cape. tapi tuhan ga pernah denger gu...
