Alivar melempar tas nya ke kursi dan terduduk, memperhatikan rumah nya yang sangat sunyi. Mungkin mereka sedang pergi ke rumah sakit sekarang.
Ia membuang nafas nya kasar dan memejamkan kedua mata nya. Shit! Kenapa papah nya slalu ada di pikiran nya?.
Suara pintu yang terbuka membuat alivar ikut membuka mata nya dan memperhatikan Arthur yang baru saja datang sambil menatap ke arah nya.
"Lo disini? papah lo kecelakaan al!."Ucap arthur sedikit keras. ayolah! ia tidak ingin berjaga di rumah sakit, dan bisa bisa nya alivar, anak kandung papah nya sedang bersantai disini.
"Ada lo kan? Lo lupa kalau Lo juga anak nya?."
"Tapi lo anak kandung nya!."Sarkas Arthur.
"Tapi lo anak kesayangan nya!."Timpal alivar tajam.
Arthur menatap remeh alivar."Asal lo tau, papah kecelakaan itu gara gara temen lo! dia yang buat papah kritis sekarang!."Alivar menyerngit heran mendengar ucapan Arthur.
"Maksud Lo?."
"Haduh al, bahkan Lo aja ga cari tau kebenaran tentang pelaku yang udah nabrak mamah dan papah Lo sekaligus. mereka itu satu orang yang sama."
Wajah alivar seketika menjadi datar mendengar nama mamah nya.
"Jangan tipu gue sama semua ucapan bohong Lo!."
"Gue sebenernya males ya ngomong gini sama lo, tapi karena yang kecelakaan papah kita, ya mau ga mau gue kasih tau lo."
"Siapa?."Tanya alivar to the poin.
Arthur tersenyum menyungging dan mendekat ke arah alivar."Papah atlas."
Dua kata itu benar benar membuat alivar tertawa dan menjauhkan diri nya dari Arthur."Makin ngaco! Lo mau buat hubungan gue sama atlas renggang? iya?."
"Ga guna banget ya gue kayak gitu. percaya atau ga, ucapan gue itu bener. gue berani ngomong kayak gini karena gue itu punya bukti."Ucap Arthur yang semakin membuat alivar ingin percaya sama lelaki itu.
Tapi tidak mungkin, ia yakin bahkan papah atlas bukan pelaku nya, alivar tau bagaimana pa jean. Dan, ia benar benar tidak percaya.
"Mana."
Arthur merogoh saku celana nya dan menunjukkan mobil yang menabrak papah nya."Liat mobil dan plat nomor nya."
Raut wajah alivar kini terlihat benar benar dingin. Sial! Arthur tidak berbohong kali ini.
"Satu mobil yang sama, dan itu berhasil buat mamah dan papah lo celaka. Lo masih ga percaya sama gue? Datangin rumah atlas, terus Lo liat plat nomor mobil papah nya."
Alivar mendonggak, dan menatap Arthur tajam lalu menarik kerah lelaki itu."Bilang ini semua bohong Ar!."
"Shit! Lepasin."
"Gue tau kalau Lo bohong!."
"Al, Lo tau kenapa mereka baik sama lo? itu karena mereka sengaja biar lo ga kepikiran soal penabrak ini ke mereka. ga mungkin kan papah nya atlas dengan gampang nya bayarin semua biaya rumah sakit dan sekolah Lo kalau gaada sebab nya?."Ucap Arthur semakin menjadi.
Mata alivar memanas, ia menghempas Arthur hingga lelaki itu terjatuh sebelum akhirnya pergi ke kamar nya. Arthur tersentak saat alivar menutup pintu kamar nya dengan sangat kencang.
"Arrghhhh!."Teriak nya sambil memukul dinding kamar nya berkali kali.
Alivar sangat yakin bahwa bukan papah atlas pelaku nya, tapi bagaimana ia bisa percaya jika Arthur mempunyai bukti itu?.
*****
Atlas menatap alivar heran saat lelaki itu sama sekali tidak membuka suara nya, bahkan tempat duduk nya pun pindah menjadi paling belakang. Baru kali ini atlas melihat alivar berubah pada nya.
Dengan sangat ragu, ia berjalan dan duduk di sebelah alivar."Al? lo ada masalah? ko diem terus dari tadi?."
"Kalau ada masalah, cerita sama gue. Lo ga bisa diem aja."Atlas benar benar berfikir keras saat tidak ada jawaban apapun dari alivar.
"Al."
"Pergi."
"Lo kenapa?."
"Jangan ganggu gue!."Ucap nya dingin.
Bukan nya pergi, atlas malah memposisikan menghadap lelaki itu."Gue cuman tanya, lo kenapa?."
"Lo yang kenapa las!."
"Maksud nya?."
Alivar terkekeh dan mulai berani menatap ke arah atlas."Lo bohongin gue selama ini! Lo, papah lo, dan rain. jahat."
"Maksud Lo apa? gue ga ngerti."
Alivar mengepalkan tangan nya mendengar jawaban atlas. apa dia benar benar tidak tau atau berpura pura tidak tau. shit! apa atlas pikir ini lelucon?.
"Jauhi gue!."
"Kenapa gue harus jauhi lo? kita kan sahabatan al."
"Lupain."Ucap alivar berdiri dari duduk nya. Atlas yang melihat itu ikut berdiri dan menarik lengan Alivar.
"Bilang sama gue, Lo kenapa?."
Bugh!.
"Brengsek! harus nya gue yang tanya, kenapa papah Lo sejahat ini sama keluarga gue! kenapa dia buat orang yang berharga di hidup gue pergi!. Gausa pura pura peduli lagi sama gue! gue muak sama semua nya termasuk lo!."Ucap alivar, mengatur nafas nya yang sangat sangat tidak teratur.
"Al, gue ga ngerti."Ucap atlas sambil berusaha berdiri dan mengusap ujung bibir nya yang mengeluarkan darah akibat pukulan keras dari alivar.
"Kenapa papah lo lakuin ini, las?."Lirih alivar sambil menunjukkan foto mobil milik papah nya dan beberapa tulisan disana.
"Al? g-gue, gatau."
"Lo bohong?."
"Al sumpah, gue gatau soal ini. gue yakin ko bukan papah pelaku nya, percaya sama gue al. gue mohon."Pinta atlas sambil memegang lengan alivar namun langsung di tepis oleh lelaki itu.
"Gausa sebaik itu sama gue kalau ternyata Lo ada maksud nya."Ucap nya yang langsung pergi meninggalkan atlas di kelas seorang diri.
......
APA KABARNYA?.
JANGAN LUPA TERUS DUKUNG CERITA INI. DAN SEMOGA KALIAN SUKA SAMA CERITA NYA.
BTW, JAGA KESEHATAN!.
DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN VOTE AND COMEN UNTUK PART INI.
SEE YOU NEXT PART AND HAVE A NICE DAY!!♡♡
KAMU SEDANG MEMBACA
ALIVAR (END)
Roman pour Adolescents[FOLLOW SEBELUM MEMBACA! DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT!.] "Gue slalu ngerasa kalau tuhan ga adil. dia ga kasih gue celah kebahagian, dia ga pernah denger gue. gue cape. berkali kali gue bilang dan teriak kalau gue cape. tapi tuhan ga pernah denger gu...
