Continued
Up sesuai mood
Menceritakan kisah seorang pembalap hebat bernama Michael White yang mengembara ke seluruh negeri untuk mengikuti turnamen Monkart bersama adiknya Robin. Bersama Monkart singa putihnya Leo, Michael sudah berhasil berulang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Balapan berikutnya aku melawan salah seorang pembalap kota Thunder,” ucap Rydine. “Bagaimana dengan kalian?” tanyanya pada Louis dan Robin.
“Entah ini kebetulan atau bagaimana. Tapi di grup C lawannya semua perempuan,” jawab Robin.
“Eh? Benarkah?” Starlight langsung melihat jadwal pertandingan di grup C. Dan benar saja, lawannya perempuan semua.
“Aku masih penasaran dengan Gracia dan Bunny,” ucap Michael.
“Dia tidak pernah terlihat lagi setelah pertemuan pertama waktu itu kan?” sambung Louis. “Robin, siapa lawan pertamamu di grup C?”
“Siapa ya? Hehe, aku lupa kak.” Robin tertawa ringan saat tidak ingat siapa lawannya besok.
“Robin, adikku tersayang. Kau harus menang saat melawan musuhmu ya,” ucap Starlight sambil memegang bahu Robin.
Sebenarnya Starlight melakukannya dengan biasa saja. Tapi kenapa ada sekilas bayangan mengerikan kalau dia kalah dari lawan.
“B-baik kakak.”
Dari kejauhan nampak dua orang yang sedang mengawasi mereka.
“Mereka pikir bisa merebut kemenangan itu dengan mudah?” ucap salah seorang dari mereka penuh dengan kebencian.
“Jangan mengada-ngada, aku adalah ratu di lintasan sirkuit kota Thunder. Christ? Kyle? Kau? Atau mereka? Tidak akan ada yang bisa mengalahkan ku!” balas yang satunya lagi sambil memainkan sebuah benda berwarna merah muda.
(Udah ah, gua males jelasin panjang lebar. Jadi langsung skip skip bae yak)
Pertandingan melawan Kyle ternyata sangat mudah bagi Rydine. Baginya kemampuan Kyle tidak ada apa-apa nya.
“Huh, apa hanya ini kemampuan seorang pembalap andalan kota Thunder?” ucap Rydine sombong karena berhasil memasuki babak semifinal. “Lemah!”
Pertandingan menuju semifinal berikut mua, Robin melawan Jane. Balapan itu berhasil Robin menangkan. Meski begitu, Jane tetaplah lawan yang sulit untuk dikalahkan.
“A-aku kalah?” gumam Jane tidak percaya.
“Menang atau kalah itu tidaklah penting. Yang terpenting adalah bersenang-senang!” pekik Rydine dari kejauhan.
Jane menatap Piori, monkart kalajengking nya yang imut. “Dia bukan anak biasa!”
...
“Wah, kau hebat sekali Robin!” pekik Starlight senang. “Akhirnya segera menuju semifinal!”
Saat sedang asik berbincang bincang, tiba-tiba saja mereka melihat Gracia berada di depan mereka.