Part 5 (Still Remaining)

626 67 16
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





Pagi-pagi sekali, sebelum matahari terbit, Starlight sudah pergi meninggalkan hotel tanpa sepengetahuan teman-temannya.

Sebenarnya ini bukan aksi melarikan diri atau sejenisnya. Semalam juga Starlight sudah bilang kalau dia akan pergi untuk melakukan sesuatu. Akan tetapi dia tidak mengatakan kan kalau akan pergi sepagi ini.

Dengan santai Starlight berjalan menuju ke arah jembatan di bawah jembatan tersebut terdapat sebuah kolam ikan yang sangat indah. Terdapat juga bunga-bunga yang bertebaran di sisi sekitar kolam. Hal itu membuat Starlight teringat akan rumahnya.

Menjalankan tugas yang diberikan Phoenix tidaklah mudah. Akan tetapi Starlight merasa senang bisa berpetualang dan mendatangi setiap kota yang ada di kerajaan sinar dan sekitarnya. Itu membuatnya bisa memiliki banyak pengetahuan dan juga teman.

Tapi entah kenapa, di kota Thunder ini Starlight masih belum juga memiliki teman baru. Pada awalnya dia pikir Gracia akan menjadi salah satu temannya. Namun ternyata kenyataan berkata lain. Gracia sama sekali tidak bisa diajak bersahabat oleh Starlight ataupun teman-temannya.

Aura di kota Thunder pun terasa tidak asing bagi Starlight. Dia merasa ada sebuah aura yang sangat dia kenali.

Starlight ingin membicarakan hal ini dengan Phoenix. Akan tetapi semenjak kedatangannya di kota Thunder Phoenix masih belum mengajak Starlight bicara lagi. Starlight sudah mencoba untuk berkomunikasi dengan Phoenix, namun sayangnya Phoenix tidak meresponnya.

Pertandingan final Piala Thunder antara Michael dan juga Gracia akan berlangsung petang ini pukul 4. Jadi mereka tidak perlu terburu-buru.

Sinar matahari mulai terpancar dari arah timur. Starlight merasakan udara yang tadi dingin mulai berubah menjadi hangat. Udara saat itu sangat nyaman bagi Starlight.

“Bagaimana kalau Michael nanti sampai kalah? Apa yang harus aku lakukan?” gumam Starlight cemas.

Dia menyadari bahwa kemampuan Gracia dan juga Bunny tidak bisa dianggap remeh. Kemarin saja Gracia berhasil mengalahkan Louis dengan telak. Padahal Louis sendiri merupakan salah satu peserta yang berhasil masuk ke semifinal saat Grand Prix Posca dulu.

Apa kau tidak percaya ya pada kemampuan Michael, Starlight?

“Phoenix?!”

Kau, kenapa baru sekarang kau bisa dihubungi?! Aku sudah mencoba untuk berkomunikasi denganmu selama beberapa hari ini, tapi tidak bisa. Dan kau juga tidak pernah memberiku penjelasan tentang kristal Phoenix yang ada pada Gracia! Starlight menjatuhi Phoenix dengan pertanyaan bertubi-tubi.

Sebelum itu kau harus waspada dengan sesuatu.

“Sesuatu? Apa maksudmu sesuatu?” tanya Starlight bingung.

Namun tiba-tiba ada sebuah suara yang muncul dari arah belakang Starlight. “Wah wah wah, lihat siapa yang aku temui?”

Starlight segera menoleh ke asal suara tersebut ternyata suara tersebut berasal dari Jane Blossom salah satu pembalap piala Thunder di grup C. Ya itu yang Starlight tahu. Rambut pirang, mata kuning, Jane memang terlihat sangat cantik. Tapi Starlight tahu kalau Jane agak tidak menyukainya. Itu terpampang jelas dari raut wajah dan juga auranya

Monkart N LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang