Part 19 (Mencari Gadis Suci)

730 94 9
                                        

Sebenernya author masih ngambek dan males update gara gara nggak ada yang ngevote
Huft, tapi author orangnya nggak tegaan, jadi simak kuy

Jangan lupa kali ini abis baca divote

"Apa yang akan kau lakukan sekarang Starlight?" tanya Michael.

"Aku, aku tidak tau. Aku benar benar tidak tau," jawab Starlight setengah bergumam.

Dia sangat ingin membantu Arlon dan Natasha, tapi identitasnya akan terbongkar.

Phoenix juga tidak merespon panggilanku. Sepertinya Phoenix ingin aku mandiri dalam mengahadapi masalah.

Starlight mendesah pelan.

"Jadi bagaimana?" tanya Michael lagi

"Entahlah," gumam Starlight.

                 *                *                *

"Arlon... Arlon..."

Arlon langsung terbangun saat mendengar namanya dusebut. Dan ternyata itu Natasha. Dia mengigau dan menyebut nama Arlon.

"Natasha, ada apa? Apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Arlon khawatir.

Natasha melihat Arlon ada di sisinya. Hal itu membuatnya merasa senang.

"Kau di sini?" ujar Natasha sambil tersenyum.

"Kenapa kau merahasiakan semua ini dariku Natasha? Kenapa?" tanya Arlon. "Kupikir kau tidak pernah menyembunyikan apapun dariku."

Natasha terdiam sesaat. "Kau pasti sudah tau semuanya dari Starlight dan teman temannya kan?"

Arlon mengangguk kecil, "Kenapa kau merahasiakan nya Natasha? Aku pikir kita bersahabat."

"Apa kau hanya menganggap ki sebagai sahabat saja?" tanya Natasha.

Arlon mengerti apa maksud Natasha. "Apa kau menyukaiku?" tanya Arlon.

Mendengar pertanyaan Arlon, Natasha langsung blusshing karena malu. Ini adalah saatnya dia mengatakan tentang perasaannya pada Arlon.

Natasha mengangguk kecil, "Aku menyukaimu sejak lama Arlon."

"Lalu kenapa kau tidak mengatakannya saja padaku?" ujar Arlon bertanya.

"A-aku, aku...?"

"Kau khawatir aku akan menolakmu karena penyakit yang kau derita?"

Natasha sangat terkejut mendengar pertanyaan Arlon. Natasha menundukkan kepalanya. Apa yang dikatakan Arlon memang benar. Natasha takut Arlon menolaknya karena penyakit yang dia derita.

"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu Natasha?! Kenapa?!" tanya Arlon.

"Aku, aku tidak ingin kau menjauhiku. Aku mencintaimu, aku ingin selalu bersamamu," jawab Natasha sambil menangis.

Tanpa banyak bicara Arlon memeluk Natasha. Natasha hanya bisa terdiam seribu bahasa. Dia merasa tenang saat berada di pelukan Arlon saat ini.

"Aku akan membantumu, aku akan membantumu sembuh. Meskipun itu artinya aku harus menemukan Gadis Suci, untuk menemukan Phoenix," ujar Arlon setengah bergumam.

Arlon....

                   *                *               *

"Bagaimana bagaimana bagaimana?! Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?!" ujar Starlight bertanya pada dirinya sendiri.

"Aku, aku sudah berjanji untuk tidak membongkar identitasku. Tapi aku tidak ingin membuat Arlon dan Natasha tersakiti," Starlight kemudian menangis karena bingung harus melakukan apa.

"Starlight?"

"Michael," Starlight langsung memeluk Michael sambil menangis. "Apa yang harus aku lakukan? Aku sangat ingin membantu Natasha dan Arlon. Tapi situasinya sekarang?"

"Sudah tenanglah dulu Starlight. Kau tidak perlu sepanik itu," ujar Michael menenangkan Starlight. "Aku yakin pasti semua masalah ini akan ada jalan keluarnya. Kau tenang saja dan percayalah padaku. Phoenix pasti tidak akan tinggal diam saat mengetahui kau dalam kesulitan seperti sekarang."

"T-tapi, tapi kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Kau ingin penyakit Natasha bertambah semakin parah?" ujar Starlight penuh kekhawatiran.

"Aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa Natasha. Kalau dia sampai kenapa kenapa? Aku, aku akan sangat merasa bersalah Michael. Aku tidak mungkin bisa memaafkan diriku sendiri," lanjut Starlight.

Tidak salah Phoenix memilihmu sebagai Gadis Suci, Starlight. Tidak salah juga julukan Gadis Suci diberikan padamu. Kau begitu peduli kepada seseorang yang padahal baru kau kenal.

Michael memperhatikan Starlight yang masih terlihat sangat cemas.

"Tenanglah Starlight, pasti akan ada jalan keluarnya."

Michael langsung kembali memeluk Starlight. Starlight pun terdiam saat berada di pelukan Michael. Meskipun hatinya berkata lain.












Hai hai hai my readers 👋🏻👋🏻👋🏻
Author tau kalo kalian udah nungguin saat saat ini
Saat di mana author update part Monkart N Love yang ke 19

Ya ya ya, author sebenernya masih ngambek
Yang baca makin banyak tapi yang ngevote nggak tambah tambah ☹️
Author sedih ☹️
Kan author jadi nggak semangat update kalo nggak ada yang ngevote begini

Readers author yang baik
Tolong ya habis dibaca langsung divote, jangan lupa juga buat follow akun author

Kalo nggak ada yang ngevote lagi author update nya bulan depan aja ☹️

Ok, sudah lah
Tunggu part 20 bulan depan ya

Happy Reading Guys 😁

Monkart N LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang