Continued
Up sesuai mood
Menceritakan kisah seorang pembalap hebat bernama Michael White yang mengembara ke seluruh negeri untuk mengikuti turnamen Monkart bersama adiknya Robin. Bersama Monkart singa putihnya Leo, Michael sudah berhasil berulang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
3 hari telah berlalu semenjak kedatangan keluarga White ke istana Aileen. Banyak tamu yang telah datang dan suasana semakin ramai.
Akan tetapi, Starlight masih saja tetap merasa gelisah karena Michael dan Robin yang tidak kunjung datang. Apakah mereka akan terlambat?? Otak Starlight dihantui oleh pikiran-pikiran negatif tentang Michael dan Robin.
Saat berada di lobby utama istana, Starlight merasakan ada tangan hangat yang menyentuh pundaknya.
Michael??
Tanpa babibu Starlight langsung memeluk orang yang telah menyentuh pundaknya barusan.
"Michael, akhirnya kau datang juga," ucap Starlight dengan sedikit sedih.
Namun Starlight hanya berimajinasi, orang yang dia peluk saat ini bukanlah Michael, melainkan Vettel.
Vettel bisa merasakan kalau Starlight sangat merindukan pasangannya. "S-Starlight, ini aku, Vettel," u
capnya kemudian membuat Starlight langsung berpindah posisi untuk melihat. Dan ternyata memang benar kalau itu adalah Vettel.
"V-Vettel?? Bagaimana kau bisa berada di sini??" tanya Starlight.
"Ratu Cilsara lah yang mengundangku kemari, aku tidak bisa menolak udangannya," jelas Vettel.
Ah, benar! Waktu itu ibu bilang dia juga akan mengundang Vettel! Pikir Starlight dalam hati.
"Aku dengar, kau sudah bertemu dengan keluarga White ya, Starlight?" tanya Vettel untuk mencairkan suasana.
"Eum, benar. Aku tidak menyangka kalau Michael adalah putra sulung Vincent June." Starlight hanya bisa terdiam sambil menatap langit-langit istana yang dihiasi lampu-lampu yang indah.
"Apakah orang tua mu sudah tau tentang hal ini?" tanya Vettel yang kemudian diangguki oleh Starlight.
"Mereka juga sudah hadir di istana sejak beberapa hari yang lalu," tambah Starlight.
Selama beberapa detik tidak ada percakapan antara Starlight dan Vettel yang membuat suasana canggung dan hanya terdengar gemuruh ramai dari lantai 1 istana.
"Ngomong-ngomong, bagaimana kabar mu sekarang?" tanya Starlight berusaha menyudahi kecanggungan ini. Kenapa jadi begini? Padahal dulu kami sangat akrab.
"Aku sedang fokus dengan misi ku yang sekarang. Aku harus memastikan kalau serbuk Aubyss benar-benar sudah musnah dari dunia ini," jawab Vettel sambil menatap keramaian di bawah.
Starlight tersenyum simpul sesaat. "Aku senang akhirnya kau kembali ke jalan yang benar," ujar Starlight sembari menepuk kedua pundak Vettel.
Seketika wajah Vettel langsung memerah karena malu, dia langsung mengalihkan pandangannya begitu saja dari Starlight. Sial! Umpat Vettel dalam hati.