Cilsara membuka pintu kamar Starlight untuk mengecek keadaannya. Entah kenapa anak itu belum terlihat sedari pagi bahkan melewatkan sarapan.
Karena Shale mendapatkan tugas untuk berjaga di pintu masuk istana dan Roon berkunjung ke tempat pengungsian para rakyat, jadi mereka tak bisa bersama Starlight selama beberapa hari.
Bahkan Vettel sendiri sudah agak sulit bertemu Starlight kecuali saat makan siang dan makan malam. Karena kini tugasnya sudah mulai berubah dan dia menjadi tangan kanan Raja Jordan.
Saat membuka pintu, Cilsara agak sedikit heran karena ruangan tersebut terasa dingin, padahal semalam tidak turun hujan. Dan mengingat kalau Starlight bersama Phoenix, kalaupun turun hujan, kamar tersebut harusnya tetap terjaga hangat.
Namun beberapa detik kemudian Cilsara terkejut saat melihat mahkota Starlight tergeletak begitu saja di atas tempat tidur. Dia langsung menyadari apa yang sudah terjadi, Starlight melarikan diri.
"PENJAGA! TEMUKAN PUTRI STARLIGHT SEKARANG JUGA!"
***
Starlight menyusuri sungai kecil yang mengarah ke air terjun dimana ia seharusnya bisa bertemu dengan teman temannya. Yang ia tau sihir teleportasi berhasil menembus jarak ratusan kilometer mencapai ke kota Farlig. Dan saat ini, dia sedang berada di pegunungan Farlig mencari jejak teman temannya. Ia tau kalau terjadi hal buruk pada Arlon, Natasha dan Nia karena perasaannya begitu cemas saat tiba di Farlig.
Bagaimana ia bisa tau?
Sinyal dari liontin Phoenix yang memberikan jalan padanya. Maka dari itu Starlight bisa menduga kalau ia bisa bertemu dengan teman temannya nanti.
Starlight berpikir sejenak, sekarang kemana ia harus berjalan, ada 3 aliran mata air di sana. Mana yang harus ia pilih?
"Phoenix, apa aku harus berpikir sendiri sekarang?" Tak ada jawaban dari pertanyaan Starlight barusan.
Starlight kemudian menggenggam tangannya dan melepaskannya ke arah langit. Dan dari situ muncullah sebuah percikan cahaya berwarna biru.
Cahaya itu terbang menyusuri salah satu mata air. Starlight yang melihat itu langsung mengikuti cahaya yang ia hasilkan dari kekuatan nya.
Semakin jauh Starlight berjalan, cahaya tersebut semakin terang karena jalanan yang ia lalui jadi semakin lebih gelap. Tapi, Starlight merasakan kalau energinya semakin lebih besar daripada sebelumnya.
"Ah... Siapa gadis kecil yang berani masuk ke wilayahku ini?" Suara itu terdengar bergema di sekeliling Starlight.
Starlight menatap kesekeliling untuk memastikan siapa yang akan dia hadapi sekarang. "Kau, siapa?! Tunjukan dirimu!" teriaknya.
"Hum, kau hanya gadis kecil yang masih lemah. Tak mungkin aku melukai—" kalimatnya terputus begitu saja saat melihat Starlight dan cahaya biru yang ada di dekatnya.
Starlight sedang berusaha mencerna makhluk apa yang sedang berdiri di hadapannya. Kepala seperti elang dan sayap ditubuhnya, tapi ditubuhnya bagian belakang dan kakinya seperti singa.
"Griffin..." lirih Starlight saat memahaminya.
"Hormat Alectra pada Yang Mulia, Lea," ucapnya memberi salam.
"Lea?" beo Starlight heran.
Starlight menyadari kalau yang griffin itu beri salam adalah sosok lain yang mungkin ada di dalam diri Starlight, bukan Starlight sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Monkart N Love
FantasyContinued Up sesuai mood Menceritakan kisah seorang pembalap hebat bernama Michael White yang mengembara ke seluruh negeri untuk mengikuti turnamen Monkart bersama adiknya Robin. Bersama Monkart singa putihnya Leo, Michael sudah berhasil berulang...
