Hai guys 👋🏻
Ketemu lagi nih di part keempat
Sebelumnya aku ucapkan terima kasih buat teman teman yang udah mau baca karyaku ini (😭 soalnya authornya kebanyakan halu sih😋)
Buat yang udah baca part sebelumnya ada yang bisa nebak nggak apa yang akan terjadi sama Michael dan Starlight? 🤔
Apa hayo apa? Tebak tebak? 😏
Udah ah, malah jadi kebanyakan ngomong deh 😂
Langsung simak aja ya
Beberapa saat kemudian Michael melepaskan Starlight dari pelukkannya.
Di saat itu juga muncullah suatu tanda yang sama di dahi Michael dan Starlight. Pada saat itu juga untuk pertama kalinya Phoenix menampakkan diri di hadapan Michael.
Michael sangat terkejut ketika pertama kali melihat Phoenix di hadapannya. "J-jadi kau, kau Phoenix?"
"Phoenix?"
Phoenix menatap ke arah Starlight. "Starlight?" Starlight menatap Phoenix dengan ekspresi seribu satu pertanyaan.
"Sudah diputuskan, kaulah yang akan menjadi pasangan Starlight," ujar Phoenix.
Michael dan Starlight sangat terkejut mendengar pernyataan Phoenix.
"Apa?" pekik mereka berdua hampir bersamaan.
"Michael White, buatlah perjanjianmu dengan Gadis Suci agar kau bisa selalu terhubung dengan Starlight kapanpun dan di manapun," ujar Phoenix. "Karena kau adalah pilihanku dan juga hati Starlight."
"Ciuman itu tadi adalah ciuman tulus yang sudah mengikat lambang perjanjian sang Gadis Suci. Dengan begini kodratmu sebagai Gadis Suci tidak akan hilang. Melainkan kodratmu sekarang sudah sempurna dengan adanya lambang perjanjian," jelas Phoenix.
Michael kemudian memegang dahinya yang sekarang terdapat suatu tanda yang disebut 'Lambang Perjanjian Gadis Suci'.
"Lalu, apa guna dari lambang ini? Tolong katakan padaku," ucap Michael.
Phoenix mendesah sesaat. "Ternyata memang benar kalau kau adalah anak yang ingin tau tentang segalanya," balas Phoenix.
"Lambang perjanjian itu berguna untuk menghubungkan kalian satu sama lain dalam jarak sejauh apapun," kata Phoenix memberi penjelasan. "Dan dengan lambang itu juga kau bisa membuat dirimu sendiri dan monkartmu semakin kuat. Karena kalian telah terpengaruh dengan kekuatan sang Gadis Suci."
"Jadi begitu ya? Itu sebabnya aku tidak bisa membaca pikiran Michael?" ujar Starlight setelah mendengar penjelasan Phoenix.
"T-tapi, bagaimana caranya aku membuat perjanjian dengan Starlight?" tanya Michael.
"Ulurkan tanganmu Starlight. Dan kau Michael, pegang tangan Starlight dengan tulus. Lalu katakan apa saja yang ada di dalam hatimu dan berjanjilah bahwa kau akan selalu ada untuk Starlight," ujar Phoenix memberikan instruksi.
Michael dan Starlight melakukan instruksi yang Phoenix berikan. Lalu
"Starlight, aku tau kita berasal dari latar belakang yang berbeda. Kau seorang putri dan aku hanya seorang pembalap monkart biasa. Sejak pertama aku melihatmu, aku sudah merasa jatuh hati padamu. Dan aku ingin bisa selalu melindungimu dan menjagamu," ujar Michael tulus.
Zliing......
Muncullah cahaya dari lambang perjanjian di dahi Michael dan Starlight.
Lalu muncullah juga cahaya biru dari tubuh Leo. Cahaya dari tubuh Leo tersebut terbang mengarah ke Starlight.
"Sepertinya salah satu Kristal Phoenix yang hilang sudah ditemukan," ujar Phoenix saat melihat cahaya dari Leo.
Cahaya tersebut langsung menabrak ke gelang Starlight. Lalu, pada gelang Starlight muncullah sesuatu yang terlihat seperti kristal di salah satu lubang gelang tersebut.
"Krital es?" Phoenix mengangguk kecil.
Phoenix kemudian menatap ke arah Michael. "Maafkan aku ya Michael, kau harus direpotkan dengan tugas Gadis Suci. Mulai sekarang, Starlight harus mencari Kristal Phoenix bersama denganmu. Michael, tolong kau jaga Starlight ya. Kutitipkan dia padamu," ujar Phoenix
"Tidak apa apa. Aku justru senang karena akhirnya aku bisa mengatakan seluruh perasaanku pada Starlight," jawab Michael. "Kau jangan khawatir Phoenix. Mulai hari ini dan seterusnya aku akan menjaga Starlight dengan baik."
"Terima kasih," ujar Phoenix sebelum kembali ke dalam liontin kalung Starlight.
Setelah Phoenix masuk ke dalam liontin, tanda perjanjian Gadis Suci di dahi Michael dan Starlightpun menghilang.
Starlightpun kembali menatap Michael. "T-terima kasih," ujar Starlight sambil menangis di pelukkan Michael.
"Kau tidak seharusnya berterima kasih. Akulah yang senang karena bisa selalu bersama denganmu," balas Michael.
Starlight kembali menatap Michael. Michael sadar apa yang Starlight maksud.
"Kali ini tidak akan sama. Aku tidak akan menghindar lagi darimu," ujar Starlight.
"Ehm," Michael tersenyum mendengar respon Starlight. Kali ini tidak akan sama. Aku tidak akan menghindar lagi darimu. Kalimat itu sudah cukup membuat Michael senang.
Michael mendekatkan wajah Starlight ke wajahnya sambil memeluk erat tubuh Starlight. Kedua pipi Starlight sudah merona sebelum akhirnya Michael mencium bibirnya kembali. Kali ini tidak akan sama. Starlight menggenggam erat tangan Michael lalu memejamkan matanya rapat rapat.
"Terima kasih," ucap Starlight dengan wajah yang masih merona. "Ehm," jawab Michael singkat.
"Setelah ini aku harus bicara pada ayah dan ibu tentang perjanjian Phoenix," ujar Starlight.
"Aku juga akan bertanggung jawab atas perintah yang Phoenix berikan pada kita," balas Michael. "Karena aku ingin kau bisa ikut denganku," lanjutnya. Starlight kembali merona karena ucapan Michael.
"Seperti yang telah Phoenix katakan mulai sekarang kau akan mencari Kristal Phoenix bersama denganku. Dan aku wajib menjaga dan melindungimu," ujar Michael.
Dia kemudian menggandeng tangan Starlight dan menggenggamnya erat erat. "Starlight, kau adalah cahaya bintangku," lanjutnya.
"Dan kau adalah anugerah terindah yang pernah kutemui," balas Starlight sambil tersenyum.
Kyaaaa 😭😭😭
Ada yang baper nggak sih?
Serius, aku baper sendiri
Untung aja yang berlubang itu gelangnya bukan hatinya. Lha kalau hatinya? Repot deh jadinya 🤣 (Oi canda oi 🤣)
Buat yang mau kasih saran atau masukan boleh boleh aja kok. Langsung komen di bawah aja ya
Ok lah kalau begitu, tungguin aku di part berikutnya ya 😀
Jangan lupa divote dan follow ya (Nangis aku kalau nggak ada yang ngevote 😭😭😭)
Ok, bye bye semuanya 👋🏻👋🏻👋🏻
Happy Reading Guys 😁
KAMU SEDANG MEMBACA
Monkart N Love
FantasyContinued Up sesuai mood Menceritakan kisah seorang pembalap hebat bernama Michael White yang mengembara ke seluruh negeri untuk mengikuti turnamen Monkart bersama adiknya Robin. Bersama Monkart singa putihnya Leo, Michael sudah berhasil berulang...
