Keesokan harinya Michael sudah bersiap untuk melawan pembalap hebat yang dimaksud.
"Kakak pasti akan menang dengan mudah. Aku yakin itu," ujar Robin penuh keyakinan.
"Aku juga percaya padamu Michael," tambah Starlight.
"Terima kasih sudah mendukungku," balas Michael.
* * *
"Saatnya kita mulai babak final kita!"
Sorak sorak terdengar dari seluruh penonton.
"Kira kira siapa yang akan menjadi lawan kakak ya?" tanya Robin.
"Entahlah," balas Starlight.
"Peserta pertama kita, Michael White dan monkartnya Leo."
"Melawan seorang tamu pembalap hebat kita."
Auranya...
Starlight langsung menatap siapakah lawan Michael.
T-tidak mungkin. I-ini mustahil.
"Tamu kita Vettel Baskerville."
Vettel?!
Hati Starlight tergetar saat melihat lawan Michael. Lawan Michael adalah Vettel?
Starlight terus menatap Vettel, tapi sepertinya Vettel tidak tau hal itu.
Vettel...
"Kak Starlight, ada apa?"
Starlight menggelengkan kepalanya pelan. Rasanya air matanya mau mengalir. Vettel adalah sahabat baiknya dari kecil. Dan sekarang dia sudah sangat berubah.
Sudah bertahun tahun mereka berpisah. Dan sekarang mereka dipertemukan kembali dalam keadaan seperti ini.
Flashback on
Starlight menghela napasnya lelah saat bermain kejar kejaran dengan sahabatnya-iya itu Vettel.
"Sudahlah Vettel, aku, aku lelah. Kita istirahat sebentar dulu ya?" ajak Starlight.
"Baiklah," balas Vettel.
Starlight berjalan menuju ke arah lobi istana. Namun gaun panjang Starlight yang begitu indah terinjak kakinya sendiri dan menyebabkan Starlight hampir jatuh.
Saat melihat Starlight hampir terjatuh, Vettel langsung berlari ke arah Starlight dan menahan tububnya agak tidak terjatuh.
"Terima kasih ya Vettel," ucap Starlight.
"Sama sama. Lain kali berhati hatilah kalau berjalan!" perintah Vettel.
"Iya iya, sudahlah. Ayo kita ke ruang makan. Rasanya ku sangat lapar setelah bermain tadi," ujar Starlight dengan nada yang agak lesu.
"Ya sudah, cepat jalan."
"Tadi kau bilang hati hati. Tapi sekarang menyuruku cepat. Kau ini bagaimana?"
"Sudahlah, jalan saja!" perintah Vettel gugup.
* * *
Di ruang makan terlihat ayah dan ibu Starlight sedang mengobrol dengan ayah dan ibu Vettel.
Starlight dan Vettel mendengar kalau orang tua mereka mengatakan tentang perjodohan antara Starlight dan Vettel.
Starlight menatap Vettel, Vettel hanya menaikan bahunya tidak tau dengan apa yang kedua orang tua mereka bicarakan. Karena pada saat itu, Starlight dan Vettel masih terlalu muda untuk semua itu.
"Ibu, perjodohan itu apa?" tanya Starlight bingung saat di dekat ibunya.
Cilsara tersenyum dengan pertanyaan Starlight.
"Kalau sudah waktunya nanti pasti kau juga tau," jawab Cilsara sambil mengusap lembut rambut Starlight.
"Sudah sini makan dulu. Kau pasti laparkan?"
Starlight mengangguk ringan.
Flashback off
Kenapa kau menghianatiku Vettel? Kenapa kau pergi dari hidupku? Aku sangat sayang padamu.
Tanpa disadari air mata Starlight telah jatuh di telapak tangannya.
Kau sahabatku. Mana mungkin aku meninggalkanmu?
Kita sudah berjanjikan?
Flashback on
Starlight terlihat sangat murung ketika sedang di taman.
"Kenapa kau murung begitu?"
"Tidak apa apa. Aku hanya bosan saja di istana," jawab Starlight.
"Kalau kau tidak ingin selalu ada di antara para pengawal kerajaan lebih baik kau pergi bersamaku saja," ujar Vettel.
"Apa? Maksudmu kabur? A-aku tidak berani melakukan itu," balas Starlight.
Vettel langsung menggenggam kedua tangan Starlight. "Apapun yang terjadi aku berjanji akan selalu melindungimu Starlight. Seperti Phoenix yang melindungimu, aku juga akan melakukan hal yang sama," ujar Vettel sambil mengusap lembut rambut Starlight.
"Kau berjanji tidak akan pernah meninggalkanku?"
"Tentu saja, aku berjanji. Aku berjanji kalau kita berdua tidak akan pernah terpisahkan," balas Vettel sambil tersenyum.
Flashback off
Sampai kapan pun. Janji itu hanyalah sekedar janji saja. Kau tidak menepati ucapanmu sendiri Vettel.
Kau lebih memilih untuk mengikuti Destro dari pada aku.
Aku sudah tidak ada artinya lagi bagimu...
Air mata Starlight terus mengalir saat dia mengingat ingat kejadian pilu yang mengaharukan itu.
V-Vettel...
A-aku ingin k-kita bersama sama seperti dulu. Apakah itu masih bisa?
"Jangan ditarik dasar kau ini."
"Lalu mau bagaimana? Kan memang harus begini," ujar Starlight sambil tertawa.
Dulu mereka masih bisa selalu bersama apapun keadaannya. Tapi sekarang? Sudah tidak mungkin lagi.
Vettel adalah seorang pangeran sirkut, sedangakan Starlight hanya putri biasa.
"Di mana ada seorang putri. Di situ harus ada pangeran. Aku akan menjadi pangeranmu yang bisa melindungi dan menjagamu apapun keadaannya."
Vettel...
Hai hai hai readersku 👋🏻👋🏻👋🏻
Apa kabar semua?
Baik kah?
Adakah di antara kalian yang nyangka tentang hal ini?
Adakah di antara kalian semua yang sudah tau siapa sahabat Starlight daria awal! (ntar komen ya)
Kira kira apa yang akan terjadi berikutnya?
Pantengin terus ya
Aku bisa aja perbarui tengah malam kok
Bye bye guys 👋🏻👋🏻👋🏻
Happy Reading Guys 😁
KAMU SEDANG MEMBACA
Monkart N Love
خيال (فانتازيا)Continued Up sesuai mood Menceritakan kisah seorang pembalap hebat bernama Michael White yang mengembara ke seluruh negeri untuk mengikuti turnamen Monkart bersama adiknya Robin. Bersama Monkart singa putihnya Leo, Michael sudah berhasil berulang...
