Part 3 (Musical Elements)

674 63 11
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





Seperti biasa, Starlight pergi bersama sahabat-sahabatnya kali ini mereka mengikuti turnamen monkart di salah satu kota bernama kota Thunder yang masih terletak di dalam Kerajaan Sinar.

Michael, Robin, Louis dan Rydine sudah mendaftarkan diri bersama monkart monkart mereka karena Thunder Cup akan dimulai 2 hari lagi.

“Huh, ternyata pendaftarannya panjang sekali ya? Badanku rasanya pegal semua karena sudah mengantri panjang tadi,” keluh Rydine.

“Kau itu jangan banyak mengeluh! Masih untung kita semua tempat mendaftar. Kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi?” Seperti biasanya juga Louis dan Rydine bertengkar lagi.

“Teman-teman, bagaimana kalau kita istirahat dulu? Aku sudah mengurus penginapannya,” ujar Starlight kemudian.

“Itu bagus, tapi di mana?” tanya Robin.

“Ikuti aku.”

Starlight segera menunjukkan jalan menuju penginapan yang dia maksud ternyata jaraknya tidak terlalu jauh dari sirkuit,  jadi tempatnya sempurna. Di bagian dalam hotel pun sangat mewah dan menakjubkan. Sesaat kemudian muncullah manager hotel tersebut.

”Namaku Glen Luster, selamat datang di hotel Luster. di mana anda bisa mendapatkan segala kemewahan,” sapa manajer tersebut dengan ramah.

“Senang bertemu dengan anda lagi,  pak Glen. Bagaimana dengan kamar yang tadi dipesan? ucap Starlight bertanya.

“Sudah aku siapkan, silahkan ikuti aku.”

Mereka semua pun segera mengikuti kemana arah Glen pergi.

“Hotel mewah ini, apa harganya tidak mahal Starlight?” tanya Rydine berbisik pada teman-temannya saat menaiki anak tangga.

Tapi Starlight malah tersenyum. “Tidak masalah, karena ada yang membantuku. Kalian jangan khawatir, aku yang urus semua persiapan dan keperluan kalian. Yang perlu kalian lakukan hanyalah fokus dalam turnamen. Mengerti?” balas Starlight sambil tersenyum.

Akhirnya Glen berhenti di depan beberapa kamar yang terlihat mewah. “Nona Starlight, ini adalah kamar-kamar yang tadi nona pesan,” ucap dengan ramah.

“Baiklah, terima kasih pak Glen.”

“Aku permisi dulu.” Glen segera meninggalkan mereka semua.

“Baiklah, karena kita semua sudah sampai. Mari kita istirahat di kamar masing-masing. Sampai jumpa kakak, teman-teman.” Robin langsung masuk ke kamarnya dengan salah satu monkart yaitu Chicky.

“Baiklah, sampai jumpa semuanya. Ayo Lancelot!” Louis dan Lancelot segera masuk kamarnya. Begitu pula dengan Rydine.

Tapi sebelum Rydine masuk, dia sempat mendengar percakapan Starlight dan Michael

Monkart N LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang