Part 27 (You're Really Starlight)

127 7 2
                                        

Mata Starlight terbuka perlahan-lahan. Ia merasakan kepalanya begitu sakit. Kejadian yang ia ingat hanya ketika Phoenix merasukinya, dan setelah itu Starlight tak mengingat apapun lagi.

Dengan mengeluarkan tenaga sekuat mungkin, Starlight bangun dari tidurnya. Tak ada orang di sekelilingnya saat ini. Roon, Shale, Denise ataupun Vettel bahkan orang tuanya sedang tak berada di kamarnya.

"Aku... kenapa?"

Semakin Starlight berusaha mengingat, kepalanya justru terasa semakin sakit seperti ditusuk tusuk oleh benda tajam.

Tanpa memperdulikan hal lain lagi, Starlight langsung bangkit dari ranjang tidurnya dan keluar dari kamar untuk melihat kondisi sekeliling. Ia tak melihat siapapun di sana. Apakah kastilnya sengaja dikosongkan agar Starlight bisa benar-benar beristirahat sendirian?

"Tapi, kenapa ayah dan ibu tak ada?" gumam Starlight kemudian.

Sepi dan sunyi, sesuatu yang hilang begitu terasa di hati kecil Starlight.

"Jadi kita hanya teman ya?"

Sekilas ingatan masa lalu melintas di dalam pikiran Starlight.

Apakah ini takdirnya? Dari yang awalnya asing, kembali menjadi asing lagi?

"Michael..."

Cinta? Entahlah, apakah yang Starlight rasakan itu benar-benar cinta atau hanya sebatas ucapan terima kasih karena Michael menemaninya selama ini. Tapi yang Starlight tau, Michael tulus mencintainya.

Tapi, bagaimana kabar Michael sekarang? Sudah lebih dari 4 bulan Starlight tak pernah mendengar kabar dari Michael lagi. Apalagi semenjak Starlight bertunangan dengan Vettel.

"YANG MULIA?!" teriakan itu terdengar begitu keras di telinga Starlight.

Segera saja Starlight menoleh ke arah asal suara, dan itu adalah Roon dan Shale. Sebuah senyuman merekah saat Starlight mendapati kedua temannya itu.

"Shale, Roon?"

"Yang Mulia, apa yang anda lakukan? Anda kan masih butuh istirahat!" omel Roon sambil mendorong Starlight kembali ke kamarnya.

"Aku sudah tak apa, Roon. Aku sudah baik-baik saja," balas Starlight sambil tersenyum saat Roon mendorongnya kembali ke kamar.

Roon mengerutkan dahinya tanda tak senang. "Pokoknya apapun yang terjadi anda harus tetap istirahat, ini adalah perintah langsung dari Vettel!" bantahnya.

"Vettel?" gumam Starlight. Sejak kapan Roon kembali dekat dengan Vettel?

Setaunya semenjak Vettel pergi meninggalkan Aileen tanpa kejelasan, Roon sudah sangat membenci Vettel. Jangankan bicara, mendengar namanya saja sudah membuat Roon muak.

Apa ada hal lain yang Starlight lewatkan? Sampai Roon berakhir mau berbaikan dengan Vettel lagi.

...

Air dari sela sela gua mulai mengalir menimbulkan hawa dan suasana yang tak menyenangkan. Lembap, geli, menjijikan, itu yang Natasha rasakan.

Tapi bagaimana pun juga, Natasha tak bisa mundur begitu saja. Apalagi dia dan Arlon sudah berjalan sejauh ini untuk mendapatkan jawaban.

"Kau baik-baik saja, Natasha?" tanya Arlon seakan mengerti apa yang Natasha rasakan.

Natasha mengangguk kecil. "Kalau Nia bisa, aku juga harus bisa. Apalagi ini demi putri Starlight."

Mereka sudah membagi rencana, semenjak bener hari yang lalu.

Flashback on

"Madam biasanya datang saat menjelang fajar, bagaimana kalau kita mengikutinya saat dia pergi di siang harinya?" usul Nia yang samar-samar mengingat kejadian buruk yang menimpanya.

Monkart N LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang