Part 21 (Penolakan Phoenix)

846 81 8
                                        

"Sebenarnya Starlight itu adalah...,"

"Michael, tolong ikut aku sebentar!" Starlight langsung menarik tangan Michael.

"Hei, ada apa?"

"Mereka kenapa?" tanya Arlon kebingungan.

"Ahahaha, begitulah mereka berdua," ujar Robin menengahi agar Arlon tidak curiga.

                   *               *                *

"Ada apa?" tanya Michael.

"Kau harus tau apa yang Phoenix katakan padaku Michael," ujar Starlight serius.

"Memangnya ada apa?"

Starlight kemudian mulai menceritakan semua yang Phoenix katakan padanya tentang Arlon.

"Benarkah Phoenix bicara begitu?" tanya Michael memastikan.

Starlight mengangguk pelan memeberikan jawaban pada Michael. "Sekarang harus bagaimana? Aku tidak ingin Natasha kenapa kenapa," ujar Starlight khawatir.

"Apa maksudnya Starlight adalah Gadis Suci?" Michael dan Starlight sangat terkejut saat mendengar suara itu. Yang tak lain adalah Arlon.

"Arlon?!"

Terlihat di belakang Arlon, Robin yang tertunduk merasa bersalah.

Maafkan aku kak Starlight, aku gagal mencegah Arlon datang ke sini

Robin....

"Apa kau benar benar putri Sinar? Apa kau benar benar Gadis Suci? Katakan Starlight!" bentak Arlon.

"A-aku, aku," Starlight sangat ketakutan saat mendengar Arlon membentaknya. "B-begini, a-aku, aku memang Gadis Suci. Tapi aku tidak bisa membantumu. Aku mau membantumu dan Natasha, tapi aku tidak bisa."

"Apa maksudmu?!"

"Hei, hentikan itu!" Michael langsung mendorong keras Arlon yang sudah membentak Starlight.

"Kau tau kalau dia itu putri Sinar dan Gadis Suci. Tapi kau lancang sekali membentaknya? Dan yang harus kau tau, Starlight ini juga kekasihku! Aku tidak akan membiarkan siapapun melukainya, termasuk kau sendiri!" ujar Michael menegaskan.

"Kau harusnya sadar diri, kau itu tidak mungkin bisa menentang Gadis Suci dan keputusan Phoenix! Pantas saja Phoenix menolakmu, dia tidak mau membantumu. Itu semua karena cara yang kau lakukan sangatlah egois!"

"M-Michael, s-sudahlah," ujar Starlight ketakutan.

"Apa maksudnya Phoenix menolak? Apa maksudnya putri Starlight?!" teriak Arlon membuat Starlight semakin merasa ketakutan.

"Berhenti membentak Starlight atau aku akan menghabisimu sekarang juga!" bentak Michael.

"Leo leo-benar!"

Starlight menatap khawatir pada Michael dan Arlon. Dia takut mereka akan sungguh sungguh bertengkar.

"Bukannya aku tidak mau membantumu dan Natasha. Tapi buktinya Phoenix sendirilah yang menolak untuk menolong," ujar Starlight.

"Apa kau tidak bisa menanyakan pada Phoenix obat apa yang bisa aku dapatkan untuk penyembuhan Natasha?" tanya Arlon agak memaksa.

Starlight menggeleng pelan, "Kalau Phoenix sudah berkata tidak, aku sudah tidak bisa bilang apa apa. Aku sudah tidak bisa membantumu lagi Arlon." Starlight menundukkan kepalanya.

Arlon merasa sangat kesal pada Starlight dan Phoenix yang tidak bisa membantu Natasha.

"Lalu apa gunanya Gadis Suci itu?" ujar Arlon lirih tapi sangat tajam. Dan kalimat itu langsung menusuk ke hati Starlight.

Lalu apa gunanya Gadis Suci itu? Apa gunanya? Apa gunanya? Starlight merasa kepalanya berkunang kunang.

Dasar bocah sialan! Berani beraninya dia menghinaku dan Starlight! Ujar Phoenix yang hanya terdengar oleh Starlight.

"Aku pastikan kau mati kalau kau tidak pergi dari sini sekarang!!!" bentak Michael menyekik leher Arlon.

"Aku juga akan pergi!" balas Arlon kemudian pergi.

"Apa gunaku? Apa gunanya Gadis Suci?" Starlight langsung jatuh pingsan di tempat itu

"Kak Starlight?"

"Starlight?" Michael langsung menahan tubuh Starlight sebelum jatuh. "Pria sialan! Berani beraninya dia menghina Starlight!"

"Arlon tidak bisa dimaafkan. Tapi yang terpenting sekarang adalah kak Starlight," ujar Robin.

"Kau benar," Michael dan Robin segera membawa Starlight kembali untuk istirahat.

Keterlaluan kau Arlon! Kau sudah menghina seorang putri dari kerajaanmu sendiri. Dan putri itu adalah kekasihku. Tidak akan kubiarkan kau begitu saja Arlon.























































Huhhhh, kalo author jadi Michael udah kubunuh dari tadi Arlon nya
Nyebelin banget sih!
Ok thor, sabar sabar
Huft 😪 kesabaran autor sisa terus kok

Nah, jadi
Hai hai hai readers ku tersayang 👋🏻👋🏻👋🏻
Apa kabar kalian? Sehat semua kan?

Jadi, bagaiman pendapat kalian tentang part yang baru saja author perbarui? Part kali ini dibuat dengan sangat menguras emosi 🙂
Semoga kalian nggak ikut ikutan emosi kayak author ya
Tapi author greget sendiri oi 😭 pengen ku bijik bijik si Arlon tuh

Sabar thor, sabar 😪

Okay, gitu aja dulu lah buat part ini
Next time lagi ya, ntar emosi author abis buat part ini kan sayang

Jangan lupa vote, komen and follow my akun ya

Happy Reading Guys 😁

Monkart N LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang