Happy Reading !!
_____________________
Melvin berjalan gontai memasuki rumahnya. Sekilas ia menoleh ke arah ruang tamu, terlihat Bara tengah duduk di ruang keluarga sambil menonton acara berita. Melvin yang sedang tak mood melanjutkan langkahnya menuju tangga.
"Melvin" panggil Bara.
Ia enggan menoleh. Saat ini suasana hatinya sedang buruk dan tak ada tenaga untuk berdebat dengan papanya.
"Melvin, papa mau bicara sama kamu"
"Aku capek, besok aja"
"Jangan menyesal kalau kamu sampai melewatkan berita tentang gadis itu" ucap Bara santai sambil menyesap kopi.
Ucapannya cukup berhasil membuat Melvin terdiam di anak tangga ketiga. Ia berbalik dan berjalan menuju papanya.
"Siapa gadis yang papa maksud?"
"Siapa lagi kalau bukan gadis yang kamu bela mati-matian itu" ucapnya dengan nada tak suka.
"Dia punya nama, namanya Deva"
"Terserah, papa gak peduli. Papa mau, segera putuskan hubungan kalian sebelum kamu menyesal Melvin" ucap Bara penuh penekanan. Ia mengambil sesuatu di sebelahnya lalu menyerahkannya pada Melvin.
Tanpa bertanya, Melvin mengambil amplop berwarna coklat dari tangan Bara lalu membukanya. Matanya terbelalak tak percaya dengan sesuatu di tangannya.
Melvin terdiam lalu mengernyit menatap foto di tangannya. Apakah ini Deva? Siapa pria ini? Ia cukup terkejut namun berusaha tak terpengaruh lalu beralih menatap Bara yang masih menyesap kopinya tenang.
"Terus papa pikir aku akan percaya?"
"Apa kamu bodoh? Coba lihat baik-baik. Apa gadis seperti ini yang selama ini kamu banggakan? Dari awal papa sudah bilang, dia bukan gadis baik-baik. Dia itu gak lebih dari gadis murahan di luaran sana. Dia hanya ingin harta kamu"
Dengan cepat Melvin menggeleng kepalanya. "Gak, ini salah. Deva bukan gadis seperti itu. Ini bukan Deva"
"CUKUP MELVIN!" Bentak Bara seraya merebut kasar foto di tangan Melvin. "Buka mata kamu, buka! Lihat ini!"
Melvin tetap menggeleng kepala. Ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia sangat percaya kalau gadisnya tak mungkin melakukan hal yang seperti itu. Ia sangat mengenal Deva lebih dari siapapun.
Bara menghela nafas kasar lalu mengambil benda lainnya di atas sofa. "Kamu lihat ini" ucapnya seraya menunjukkan foto lain. "Apa ini belum cukup membuktikan kalau dia memang gadis murahan?"
Melvin menatap lekat foto di tangan Bara dan ya, kali ini ia merasakan sakit di dadanya. Di foto tersebut, gadisnya merangkul pinggang seseorang yang mungkin sebaya papanya sambil mencium mesra pipi pria itu.
Bara juga menunjukkan beberapa foto lainnya, Deva yang keluar dari sebuah mobil dengan seorang pria lainnya yang tak terlihat wajahnya memasuki sebuah gedung tinggi mirip hotel. Melvin hanya terduduk sambil menatap satu persatu foto yang tersebar di atas meja.
Matanya berhenti pada salah satu foto yang jatuh di lantai. Terlihat Deva memeluk seorang laki-laki muda yang cukup familiar di sebuah taman berlatar belakang gedung rumah sakit. Ia ingat dengan laki-laki di foto terakhir.
"Maaf papa harus menunjukkan ini semua Vin" ucap Bara seraya menepuk pelan pundak Melvin. "Ini semua demi kebaikan kamu karena papa sayang sama Melvin. Gak ada orang tua yang menjerumuskan anaknya ke jalan yang salah"
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVANDRA
RomanceFollow sebelum baca ! Devanatasya Kennan, seorang mahasiswi sederhana yang bekerja di sebuah cafe kecil. Kecuali sahabatnya, tak banyak yang tahu jika ia berasal dari keluarga berada termasuk kekasihnya. Dengan alasan perbedaan statuslah yang akhirn...
