Happy Reading!
🌻🌻🌻
Beberapa pasangan biasanya akan bersemangat ketika mempersiapkan acara spesial mereka, namun tidak untuk Melvin. Laki-laki itu cenderung cuek, tak perduli dengan orang-orang yang tengah sibuk mempersiapkan acara pertunangannya yang beberapa kali tertunda.
Melvin duduk di kursi dekat tangga, sibuk memainkan game di ponselnya. Ia tak peduli dengan orang yang berlalu lalang memasang beberapa dekorasi di rumahnya.
Ya, mereka akan melaksanakan pertunangan di rumah Melvin. Orang tuanya berencana untuk mengadakan pesta di hotel, namun Melvin menolak dan alhasil mereka mengikuti keinginan Melvin.
Hanya Vina yang ikut berpartisipasi. Bisa di bilang, hampir 80% Vina berperan aktif dalam persiapan pertunangan mereka yang tinggal menghitung hari. Dan seperti biasa, Melvin tak peduli.
"Kakak, menurut kakak aku cocoknya pakai yang mana?" Tanya Vina menunjukkan dua buah kotak dengan sebuah kalung dengan liontin diamond dan satu lagi berliontin mawar.
"Terserah lo" jawab Melvin tanpa menoleh ke arah Vina. Vina hanya menghela napas ketika Melvin hanya sibuk dengan ponselnya.
"Kakak, tolong dengerin aku dong" pinta Vina, dan tentu saja Melvin tak menurutinya. Dengan kesal ia menarik paksa ponsel Melvin.
"APAAN SIH LO!" Bentak Melvin dengan mata menyalang, hingga membuat semua perhatian di ruangan itu tertuju pada mereka.
Tubuh Vina menegang dan menatap Melvin takut. "Kakak aku cuma..."
"Terserah lo mau lakukan apapun, gue gak peduli! Jangan ganggu gue!" Teriak Melvin lalu merebut kembali ponselnya di tangan Vina. "Cewek freak!" dengusnya dan berlalu meninggalkan Vina
Sandra yang mendengar pertengkaran putranya berjalan cepat menghampiri Vina yang sudah terduduk di lantai sembari menangis
"Vina, kamu gapapa?" Tanya Sandra sambil mengelus lembut rambut Vina
Vina langsung memeluk Sandra erat "Tante, Vina salah apa? Kenapa kak Melvin benci banget sama aku" ucap Vina di tengah isak tangisnya
"Gak Vina, Melvin gak benci sama kamu. Mungkin dia lagi stres dengan urusan kampus, kamu tolong ngertiin ya" ucap Sandra sambil menepuk pelan pundak Vina
"Tapi sampai kapan tante"
"Kamu jangan khawatir ya, biar tante yang ngomong sama Melvin. Kamu sekarang istirahat. Kamu udah banyak ngambil kerjaan. Kalo kamu selesaikan semua, apa gunanya kita sewa WO"
Vina mengangguk lalu berlalu menuju kamar sedangkan Sandra berjalan menuju kamar putranya.
"Melvin, mama boleh masuk" panggil Sandra sambil mengetuk pintu kamar Melvin namun tak ada respon "Mama masuk ya"
Melvin hanya menatap malas ketika mamanya masuk ke kamar. Sandra duduk di sebelah Melvin sembari mengusap lembut kepala anak semata wayangnya.
"Sayang"
"Kalau mama cuma mau ngomongin tentang tunangan, mending mama keluar" ketus Melvin.
Sandra hanya menghela napas berat dengan sikap Melvin "Sayang, kamu jangan kayak gini dong, kasian Vina udah capek siapin semua buat pertunangan kalian" ucap Sandra lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVANDRA
RomanceFollow sebelum baca ! Devanatasya Kennan, seorang mahasiswi sederhana yang bekerja di sebuah cafe kecil. Kecuali sahabatnya, tak banyak yang tahu jika ia berasal dari keluarga berada termasuk kekasihnya. Dengan alasan perbedaan statuslah yang akhirn...
