Chapter - 40

1.4K 60 0
                                        

Haiii! Follow dulu kali ye sebelum baca. Vote & komennya juga jangan lupa ya 😊

Happy Reading!
_______________

   "Buat kamu"Melvin meletakkan minuman di sebelah Deva. Deva hanya menoleh sekilas lalu kembali menatap ke depan.

   "Kamu.. apa kabar Dev?" Melvin mencoba membuka topik karena gadis itu hanya diam.

  Deva menghela napas berat "Langsung ke intinya, lo mau ngomongin apa?"

"Seenggak nyaman itu kamu ngobrol sama aku Dev?"

  "Hm" jawab Deva singkat.

  "Apa kesalahan aku segitu fatalnya sampai kamu sebenci itu sama aku?" Deva enggan menjawab. Tatapan laki-laki itu begitu dalam. Tampak jelas guratan kesedihan dari mata laki-laki itu.

   "Aku seneng banget, akhirnya kita bisa ngobrol. Sesusah itu ya mau ngobrol sama kamu sekarang, banyak banget halangannya. Gak kayak dulu" laki-laki itu tertunduk lesu setelah mengatakan itu.

   "Dulu ya dulu, sekarang ya sekarang. Jangan disamain" ucap Deva ketus. Melvin tersenyum getir.

  "Iya, emang gak bisa disamain. Tapi kalau aku boleh jujur, aku lebih kangen kamu yang dulu Dev"

  "Gue nggak"

  "Dev, kamu sebenci itu sama aku sampai gak mau lihat aku sama sekali?"

  Tiba-tiba Melvin mengamit tangan gadis itu dan menggenggamnya lembut. Sontak gadis itu menarik tangannya, Melvin sedikit tersentak. "Maaf" ucap Melvin.

  "Jadi lo mau ngomongin apa?"

  "Aku.. aku mau minta maaf sama kamu"

  "Udah di maafin. Beres kan? Gue balik ke kelas"

  Melvin menahan tangan Deva "Aku minta maaf buat semuanya. Kejadian di rooftop, pertunangan aku, semuanya Dev. Aku bener-bener minta maaf. Please, jangan kayak gini"

  Deva menghela napas berat "Terus lo mau gue bersikap gimana?" Kini Melvin di buat diam. 

  "Oke, kita beresin semuanya sekarang" Deva menarik tangannya yang di genggam Melvin lalu kembali duduk.

  "Gue gak sebenci itu sama lo. Gue cuma kecewa sama lo. Sama perjodohan yang lo sembunyikan, sikap keluarga lo, minimnya ketegasan lo sama hubungan kita. Gue ngerasa apa yang gue perjuangin itu gak ada artinya. Gue ngerasa gak adil banget dan begonya gue masih bertahan" ujar Deva.

  "Alasan gue selama ini gak mau dengerin penjelasan lo karena gue gak mau hati gue goyah buat ngasih lo kesempatan. Gue gak mau ngerusak keputusan keluarga lo, gue gak mau hilang kendali. Jadi demi lupain lo, gue harus benci lo. Gue pikir itu bukan ide yang buruk" ucap Deva. Melvin mendengarkan penjelasan Deva tanpa menyela sedikitpun.

  "Ini bukan salah lo sepenuhnya. Lo gini demi keluarga lo kan? My bad, gue gak ngerti sama kondisi lo, sorry. Gue terlalu egois dan ngerasa paling tersakiti. Padahal posisi lo juga sama"

Melvin menggeleng cepat "Gak Dev, ini bukan salah kamu"

  "Salah kita yang terlalu maksa hubungan yang emang dari awal emang gak seharusnya ada"

  "Hubungan kita gak salah Dev"

  "Oke kita beresin masalah kita. Kita berhenti di sini. Kita udahin masa lalu kita"

DEVANDRA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang